Rizal Ramli

Rizal Ramli: Opsi Cetak Uang Tidak Keliru, Tapi Kalau Pemerintahannya Tidak Kredibel Bisa Jadi Bancakan Ala BLBI

KONFRONTASI-Ekonom senior Dr. Rizal Ramli kembali mengingatkan bahaya mencetak uang kalau pemerintah tidak kredibel dan tidak melakukan KKN.

Jelas RR sapaan akrab Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini, kampanye quantitative easing sama dengan money printing

Rizal Ramli: Presiden Punya Banyak Kekuasaan Kok Malah Niru Santa Claus

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo kembali membagi-bagikan bungkusan sembako kepada masyarakat secara langsung di jalan. Kejadian itu terjadi di jalan sekitaran Bogor pada Minggu sore (26/4).

Sebuah video menunjukkan iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo di sebuah jalan. Tak lama berselang, mobil yang berada di belakang Jokowi mengeluarkan bingkisan dan membagikannya melalui jendela mobil ke rakyat. Rakyat berbondong-bondong menghampiri dan satu per satu mendapat bingkisan tersebut.

Jokowi Bagi-bagi Sembako Lagi, Rizal Ramli Menulis Kalimat Sentilan Mengingatkan

KONFRONTASI -   Aksi Presiden Jokowi yang kembali membagi-bagikan sembako kepada masyarakat pada Minggu (26/4), mendapat sindiran keras dari ekonom senior Rizal Ramli.

Diketahui, kali ini Presiden ketujuh RI itu membagikan sembako di tengah pandemik virus Corona (Covid-19), ketika melewati Jalan Raya Kedung Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/4).

Susi Bela Rizal Ramli yang Dianggap Sampah Sebut Jokowi Minta Bantuan

KONFRONTASI -   Belakangan, nama Rizal Ramli ramai di media sosial. Hal ini berkaitan dengan kritikan-kritikan tajam ke pemerintah soal penanangan Virus Corona COVID-19.

Ekonom senior itu mendesak pemerintah agar menghentikan dulu proyek pembangunan infrastruktur di tengah wabah COVID-19. Kemudian, anggarannya dialihkan untuk penanganan percepatan virus tersebut.

Rizal Ramli dan Program Wajib Belajar di Indonesia

Oleh: Alea Eka Putri

KONFRONTASI- Compulsory Education (Wajib Belajar) adalah program yang mewajibkan anak pada rentang usia tertentu untuk mengikuti program pendidikan tertentu. Hampir setiap negara menerapkan program wajib belajar. Ada yang menerapkan Wajib Belajar 6, 9, 12 tahun, dan sebagainya (lihat data UNESCO: http://uis.unesco.org/apps/visualisations/education-2030/edu.html). 

Di Balik Tudingan Rasis Terhadap Rizal Ramli dan Kepanikan Rezim Jae

KONFRONTASI-Sudah menjadi kebiasaan para buzzer di media sosial untuk membuat interpretasi  aneh atas ucapan intelektual dan tokoh oposisi yang dipersepsi dapat menggoyang rezim yang mereka puja. Interpretasi yang diniatkan untuk membunuh karakter tokoh itu. Kali ini serangan ditujukan kepada intelektual yang ucapan dan tindakannya dijadikan rujukan barisan oposisi.

Bandingkan dengan Gus Dur, Rizal Ramli Kritik Jokowi di ILC: Memerintah Pakai Aturan, Bukan Imbauan

KONFRONTASI -   Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin), Rizal Ramli menyinggung soal imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait penangguhan cicilan kredit warga terdampak Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, Rizal Ramli mengatakan Jokowi perlu mengeluarkan keputusan yang jelas jika ingin memerintah soal penangguhan cicilan kredit tersebut. Simak RR di TV One ini: https://www.youtube.com/watch?v=oBtqM2xo9Oc&feature=youtu.be

Dihajar Buzzer, Rizal Ramli Malah Diminta Pimpin Indonesia

KONFRONTASI -   Indonesia membutuhkan pemimpin sekelas ekonom senior Rizal Ramli. Sebab, di dalam pikiran dan hatinya hanya dipenuhi dengan ide perbaikan kesejahtaraan ekonomi bangsa.

Demikian disampaikan Adamsyah Wahab, aktivia jaringan aktivis Pro Demokrasi (ProDem).

“Rizal Ramli bukan lagi kelas menko apalagi menteri biasa, melainkan sudah sangat layak memimpin negeri ini,” kata dia, ditulis Jumat (17/4/2020).

Ia pun meminta Rizal Ramli untuk memimpin Indonesia.

Menkeu Ekspor APD, Rizal Ramli: Amblas, Rakyat Bukan Lagi Prioritas!

KONFRONTASI- Langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tetap menyatakan Indonesia akan mengekspor alat pelindung diri (APD) untuk negara-negara yang memiliki kontrak kerja dengan Indonesia mendapat sorotan publik. Diketahui, hal ini ia sampaikan melalui video conference pada Selasa (12/4) lalu.

Rizal Ramli: Staf Khusus Istana Lebih Baik Fokus Jadi Pengusaha, Daripada Jadi ''Tikus'' yang Perlu Dikepret

KONFRONTASI-Tokoh nasional Rizal Ramli PhD menyarankan para staf khusus menjadi pengusaha ketimbang menjadi pejabat negara yang yang tidak tahu konflik kepentingan dan tak tahu etika, ibarat jadi tikus yang perlu dikepret. Apalagi fatsoen dan amanahnya sudah beda, sebab menjadi pejabat itu mengurus rakyat bukan mengurus kantong pribadi.

''Kalau soal sederhana seperti etika ‘conflict of interest’ aja ora ngerti, ndak usahlah menjadi pejabat negara. Amanah dan fatsoen-nya beda, ngurusin rakyat bukan kantong pribadi,'' ujar RR

Pages