Puisi

Mengapa Puisi Esai Menjadi Kontroversi Sastra Paling Heboh Sejak Era Kemerdekaan?

(Menyambut Debat Pro Kontra Puisi Esai: Narudin vs Saut Situmorang, Krt Agus Nagoro vs Eko Tunas HARI INI)

Oleh: Denny JA

Menyambut debat pertama dari enam serial debat pro kontra puisi esai yang diselenggarakan Yayasan Budaya Guntur, seorang wartawan bertanya: “Mas Denny JA, mohon komen dong. Mengapa kontroversi puisi esai ini paling heboh sejak era kemerdekaan?”

Puisi: Nusantara Bertasbih

Oleh: Asma' Zuraidah
(03/02/2018) Vol.2

Nusantara menangis
Belum kering genangan air di pelupuk mata
Ibu pertiwi harus terkulai lagi
Melihat cermin terbelah pendidikan negerinya

Nusantara menangis
Baru saja kemarin sang guru terbujur kaku
Di tangan sang murid yang tak tahu malu
Ditegur nasihat tak mau tahu
Jalan pintas dipilih jadi penentu

Peradaban Butuh Penggerak dan Kaum Demokrat

Puisi - Puisi Esai Prov. Maluku dan Prov. Kalteng

Oleh: Denny JA


Ucapan Friedrich Ebert kembali dikenang Tak hanya untuk soal demokrasi, ucapan Friedrich itu relevan pula untuk isu peradaban. Juga relevan untuk dunia puisi.

Para ahli berdebat variabel apa yang penting agar sebuah negara otoriter bertransisi menjadi negara demokrasi? Variabel apa pula yang membuat transisi demokrasi itu terkonsolidasi makin kokoh, tidak kembali menjadi sistem otoriter?

Masuknya Peristiwa Sosial ke dalam Puisi

(Kisah Catatan Kaki dari Alexender Pope Hingga Puisi Esai)

Oleh: Denny JA

Peristiwa sosial sebuah bangsa dapat direkam dan dikisahkan kembali melalui banyak medium. Antara lain melalui makalah ilmiah, reportase dan film. Tapi kini sebanyak 170 penulis, penyair, peneliti dan jurnalis berikhtiar merekam dan mengkisahkan peristiwa sosial melalui medium puisi, yang disebut puisi esai.

Puisi: Cuma Ibu Yang Tahu

Oleh : Khofifah Indar Parawansa
Menteri Sosial RI

Saat Ibu baru saja memejamkan mata.........,
pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya.......,
dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta......
Bagaimana rasanya....?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....

Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja......,
ketika suapan pertama, anak pup dicelana......
Bagaimana rasanya....?
Cuma Ibu yang tahu rasanya.....

Kunjungi Pacitan, Jokowi Dihadiahi "Khilafah Kami"

KONFRONTASI-Setiap berkunjung ke pondok pesantren (Ponpes), Presiden Joko Widodo seringkali memberikan kuis berhadiah sepeda kepada santri.

Kondisinya berbeda ketika Presiden yang akrab disapa Jokowi, berkunjung ke Ponpes Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (9/12).

Orang nomor satu di pemerintahan itu justru mendapat hadiah berupa puisi dari seorang santri yang bernama Ibnu Muqni Labib.

Pages