Pramono Anung

Tak Terima Mobil PCR Diserobot Daerah Lain, Risma Ngamuk Sebut Nama Puan Maharani dan Pramono Anung

Konfrontasi - Sebuah video yang merekam percakapan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berbicara dengan nada keras.

Risma mengamuk karena dua mobil PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Surabaya justru diserobot Gugus Tugas (Gugas) COVID-19 Jawa Timur dan dialihkan ke daerah lain.

Seskab Percaya Klenik, Gus Luthfi: Bukan Golongan Rasulullah

KONFRONTASI-Pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, yang melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kota Kediri, Jawa Timur, karena takut lengser, sangat bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW.

Demikian disampaikan KH Luthfi Bashori Alwi alias Gus Luthfi dilansir RMOL.id, Senin (17/2).

Seskab Percaya Klenik, Pengamat: Itu Tidak Mendidik!

KONFRONTASI-Pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung tentang alasan ketidakhadiran Presiden Joko Widodo di acara peresmian Rumah Susun Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin, Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, menuai polemik.

Saat itu ia beralasan, ketidakhadiran Presiden yang kerab kali disapa Jokowi itu disarankan olehnya, karena takut ada kejadian yang sama seperti Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kejadian itu, disebutkan Pramono Anung adalah Gus Dur yang lengser dari jabatannya setelah mendatangi Kediri.

Presiden Lengser atau Bertahan Tergantung Kecakapannya Memimpin, Bukan Gara-gara ke Kediri

KONFRONTASI-KH Luthfi Bashori Alwi alias Gus Luthfi mengaku heran dengan pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Pramono melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kota Kediri, Jawa Timur, karena ditakutkan akan lengser seperti yang dialami Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Saya heran, di era digital yang supercanggih seperti saat ini, masih saja ada pejabat negara yang mengaku Muslim, tapi percaya ramalan dan klenik,” terang Gus Luthfi, Senin (17/2).

Soal Klenik Pramono Anung, Ketua Banggar DPR: Budaya Kita Kan Seperti Itu

KONFRONTASI-Hal-hal berbau klenik bukan menjadi hal yang sulit ditemukan di Indonesia, termasuk wingitnya Kota Kediri bagi sejumlah tokoh bangsa.

Berangkat dari beragamnya budaya bangsa, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah menilai pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung yang melarang Presiden Joko Widodo ke Kediri agar tak lengser dinilai hal yang wajar.

Sebab menurutnya, akar budaya Indonesia berkembang melalui mitos dan legenda para leluhur yang tidak boleh diremehkan begitu saja, termasuk soal Kediri.

Gus Dur Lengser Akibat Konflik Politik, Bukan Gara-gara ke Kediri

KONFRONTASI-Kabar klenik yang menyebut bahwa Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lengser akibat kunjungan ke Kediri dibantah.

Mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi membantah kepercayaan klenik Sekretaris Kabinet Pramono Anung tersebut. Pramono Anung merupakan orang yang melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kediri karena trauma dengan apa yang dialami Gusdur, yaitu lengser pasca berkunjung.

Bisa Jadi Pramono Anung Benar, Jokowi Jatuh di Tengah Jalan

KONFRONTASI-Kekhawatiran Sekretaris Kabinet Pramono Anung bahwa Presiden Joko Widodo bisa lengser jika berkunjung ke Kediri, Jawa Timur dinilai cukup beralasan.

Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis menilai peristiwa presiden lengser di tengah jalan bukan hal baru bagi Indonesia. Sejak berdiri, Indonesia sudah tiga kali mengalami peristiwa tersebut, yaitu pada saat Presiden Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur.

Pernyataan Pramono Anung Bukti Pejabat Masih Percaya Klenik

KONFRONTASI-Pernyataan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung yang melarang Presiden Joko Widodo untuk datang ke Kediri karena takut lengser membuktikan bahwa pejabat kita masih percaya dengan hal klenik dan bahkan aktivitas perdukunan.

Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, Minggu (16/2).

"Pejabat kita hampir seluruhnya percaya klenik. Mau Menteri, Dewan atau Presiden, aktivitas perdukunan itu jalan. Jadi saya kira hampir sedikit yang tidak datang ke dukun itu," ungkap Ujang.

Jokowi-Prabowo Akan Kembali Gelar Pertemuan

KONFRONTASI - Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung  memastikan tak ada syarat apapun yang lendasari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) lalu. “Pertemuan hari ini betul-betul engga ada syarat apapun, termasuk syarat memulangkan siapa saja engga ada,” kata Pramono saat mengomentari rekonsiliasi keduanya yang dilakukan di Stasiun MRT dan di FX Sudirman., Minggu (14/7).

Pages