Pilpres

Jokowi: Pemilu/Pilpres Itu Bukan Perang

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo menyinggung sejumlah pihak, yang menilai Pilpres dan Pileg 2019 ini sebagai ajang perang. Menurutnya, kontestasi dalam pemilu bukanlah sebuah perang, melainkan sebuah pesta.

"Pemilu itu bukan perang, bukan. Pemilu itu adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin kita yang terbaik," jelas Presiden Joko Widodo, menghadiri simakrama atau silaturahmi dengan tokoh dan masyarakat Bali, di Ardha Chandra, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Jumat malam 22 Maret 2019. 

Rizal Ramli: Sikap Netral Polisi Justru Tingkatkan Kewibawaan Polri. Dikepung Isu Tak Netral, Kapolri Terbitkan Larangan bagi Anggota Polri Bermain Politik 2019

KONFRONTASI- Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan surat telegram kepada jajarannya untuk bersikap netral dan tidak berpihak dalam ajang Pemilu 2019. Surat ini keluar ditengah kontroversi jika korps baju cokelat ini ikut bermain politik. Sementara tokoh nasional Rizal Ramli menilai, dengan sikap netral polisi, maka hal itu mengembalikan dan meningkatkan kewibawaan Polri.

Rizal Ramli: Pemerintah yang Baru (Prabowo) Mampu Mengatasi Masalah BPJS Kesehatan

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom Senior, Rizal Ramli mengatakan strategi pengelolaan yang diterapkan BPJS Kesehatan di era Joko Widodo (Jokowi) kurang profesional, sehingga terus mengalami defisit keuangan.

Selain itu, solusi yang digunakan pemerintah Jokowi melalui pemberian dana talangan (bailout) sebesar Rp 4,999 rriliun untuk Badan BPJS Kesehatan hanyalah solusi yang bersifat sementara.

Dengan Cara Apapun dan Metode Apapun, Mustahil Jokowi Bisa Menang. Rakyat Inginkan Perubahan dan Prabowo 2019. Jokowi Gagal & Tak Becus

KONFRONTASI- Ekonomi terpuruk dan gagal di tangan Jokowi. Makin banyak pengusaha dan politisi serta kalangan agamawan dan masyarakat gabung ke kubu Prabowo. Dengan metode apapun, dengan cara apapun, mustahil Jokowi bisa menang karena rakyat sudah menghendaki perubahan dan pergantian presiden 2019 akibat kegagalan dan inkompetensi Jokowi, rakyat ingin Prabowo memimpin 2019-2024, dan tak bisa dikalahkan kecuali kubu Jokowi menghalalkan segala cara dan curang.

Cerita Netizen dari London: Joey, Jokowi dan Isu Ingkar Janji

LONDON- Joey, adalah pria kulit putih dari Amerika  yang sedang berkunjung ke Inggris.
Suatu malam Joey masuk ke sebuah restoran  di London. Begitu masuk, ia melihat seorang pria Afrika  kulit hitam dengan santai duduk sambil  membaca koran di sudut restoran.

"Pelayan!" teriaknya.
"Saya traktir semua orang di restoran ini,  kecuali orang kulit hitam Afrika di sana!"  ucapnya dengan lantang sambil menunjuk  pria Afrika itu.

Disesalkan Publik, Survei- Survei Makin Manipulatif dan Tidak Kredibel

KONFRONTASI- Masyarakat tidak percaya lagi dengan survei-survei 9 lembaga survei atau lebih, termasuk Kompas, LSI, dan segenap lembaga lain yang selalu unggulkan Jokowi ( ada sekitar 9-15 lembaga survei). Semua itu jelas survei bayaran dan tidak lebih dari propaganda  dan kamuflase untuk menangkan Jokowi pada Pilpres 2019.  Sebab Prabowo sudah mengalahkan dan menyalip elektabilitas Jokowi.

Pages