19 December 2018

Pilpres

Bisakah Jokowi Menang di Pilpres 2019?

KONFRONTASI- Bisakah Jokowi menang di Pilpres 2019?  Kelas menengan ke bawah makin merosot dan dikejar pajak, dunia usaha lesu dan anjlok. Para pengusaha Tionghoa level menengah sudah terpuruk, banyak pabrik mandeg. Jokowi  masih ngungun, dan Prabowo bagaimanapun terus naik daun.

Bennie Akbar Fatah: Meluapnya Dukungan Rakyat bagi Prabowo adalah Isyarat untuk Perubahan dan Kemenangan

KONFRONTASI- Aktivis senior Bennie Akbar Fatah menilai antusiasme ribuan pengendara ojek online (Ojol) untuk bertemu dengan calon presiden, Prabowo Subianto sungguh sangat tinggi dan itu isyarat bahwa Prabowo bakal menang dalam Pilpres 2019 kalau berlangsung jurdil atau bersih..

Bennie Akbar Fatah menuturkan, coba saksikan, bagaimana tidak, ribuan pengendara ojol yang tergabung dalam Forgab (Forum Gabungan) Roda 02 mengundang Prabowo untuk hadir di acara Kopdar Ojol Menuju Perubahan 2019 di sirkuit sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/12/2018).

Senjakala Jokowi sudah Tiba: Perubahan 2019 Tidak Terelakkan

KONFRONTASI-  Di media sosial, dibeberkan bahwa peta politik global bergeser, semula menguntungkan Jokowi, sekarang untungkan Prabowo. Setidaknya, kekuatan Global pendukung Jokowi tidak lagi signifikan seperti 2011-2014. Bahkan  dengan kekalahan Hillary Clinton, tampilnya Trump sebagai POTUS jadi penyebabnya dan tinggal China-Komintern di balik Jokowi. Demikian analisis tokoh Persatuan Alumni GMNI Nehemia Lawalata.

Rizal Ramli: Tahun Politik, Pers Jangan Memihak Capres atau Caleg Tertentu

Sebagai pilar keempat demokrasi, pers harus tetap konsisten dalam komitmennya untuk menjaga demokrasi. Terlebih, memasuki tahun politik di mana pers harus tetap independen, tidak berpihak pada kubu capres dan caleg mana pun. 

Hal itu dikatakan ekonom senior Rizal Ramli dalam diskusi bertajuk "Membangun Asa Negeri dari Perspektif Jurnalis" di sela acara Kongres Poros Wartawan Jakarta (PWJ) di Cilember, Bogor, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (8-9/12).

Luar Biasa Kalau Jokowi Bisa Menang di Pilpres 2019 ! Ada 11 Persoalan yang Menggerus Elektabilitasnya

SBY: Capres Tentukan Pilpres, Harus Jelas

KONFRONTASI -   Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal sindiran partai Gerindra yang menyebut dirinya janji untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga. SBY mengatakan Calon Presiden adalah aktor utama dalam gelaran Pilpres 2019.

"Dlm pilpres yang paling menentukan "Capres-nya". Capres adalah "super star". Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat *SBY*," tulis SBY melalui akun Twitter-nya @SBYudhoyono dilihat INILAHCOM, Jumat (16/11/2018).

Kebakaran Jenggot, Trump Ancam Pecat Semua yang Menyelidikinya

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berusaha terlihat santai menanggapi kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela. Namun, keputusannya memecat Jeff Session dari jabatan jaksa agung mengatakan sebaliknya. Dia tahu, Demokrat bakal mendukung penyelidikan skandal pemilu 2016.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk bekerja sama dengan Demokrat. Tapi, jika House of Representatives yang dikuasai Demokrat menyelidiki pemerintahannya, prospek kerja sama itu bisa terhalang.

Ketum PSV Sebut Swing Voters Dorong Pilpres Lebih Dinamis

KONFRONTASI - Kehadiran Perkumpulan Swing Voters (PSV) dalam khasanah politik elektoral diharapkan bisa meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia dan mengurangi polarisasi di masyarakat yang tidak sehat sejak muncul saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, dan kian menajam pada Pilpres 2019 ini.

Si Bungsu Wahid: Gusdurian Netral di Pilpres 2019

KONFRONTASI -   Meski Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid memutuskan mendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019, namun Gusdurian tetap netral. 

 

Banyak yang menyebut, dukungan putri pertama mendiang Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu akan diikuti oleh Gusdurian, pengikut setia Gus Dur.

Serius, Ulama dan Agamawan Terlibat Pilpres 2019?

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Karakter politik demokrasi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari agama. Sekuat apapun upaya pemisahan politik dengan agama, akhirnya sia-sia belaka. Sentimen keagamaan, baik ide maupun agamawan, dalam kajian komunikasi politik begitu menarik. Ide dan kalangan agamawan menjadi daya dukung dan penarik suara dari bawah.

Pages