12 December 2019

Pilkada

Hariman Siregar: Masyarakat Makin Cerdas, Hasil Pilkada 2018 ini Sudah Diprediksi dan Tak Mengejutkan

KONFRONTASI- Tokoh Malari dan mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI Hariman Siregar menyatakan, masyarakat makin cerdas, dan hasil pilkada serentak 2018  sudah diprediksi dan tidak mengejutkan. Beberapa kemenangan kandidat sudah terprediksi  dengan tepat sebelumnya.

"Tidak ada kejutan sama sekali dalam pilkada," ujar Hariman dalam diskusi di Kampus Pergerakan Aktivis, di Jalan Lautze, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2018).

Wiranto: Alhamdulillah, Pilkada Lancar

KONFRONTASI-Menkopolhukam Wiranto mengatakan bahwa pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak di 171 daerah di Indonesia yang digelar Rabu, secara umum berjalan lancar dan aman.

Hal itu disampaikan Wiranto saat memimpin rapat dan konferensi video di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Puji KPU, OSO Harap Kualitas Pilkada Serentak Lebih Baik

KONFRONTASI - Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang mengemukakan, kualitas Pemilihan Kepala Derah 2018 harus lebih baik karena penyelenggaraan pilkada yang berkualitas dan lancar tanpa gangguan menjadi modal utama untuk mendorong iklim demokrasi yang lebih baik di daerah.

Pernyataan disampaikan Oesman Sapta Odang (OSO) saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa, seperti disampaikan dalam pernyataan persnya yang diterima di Jakarta.

Ketum MUI: Pilkada Ikhtiar Memilih Pemimpin Daerah Untuk Menjaga Nilai-nilai Agama

KONFRONTASI - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma`ruf Amin mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk tetap saling menghargai perbedaan pilihan dalam ajang Pilkada 2018 yang dilakukan secara serentak di 171 daerah di Indonesia.

"Menghormati dan menghargai perbedaan pilihan dengan sikap rendah hati, toleransi dan saling memuliakan," kata Ma`ruf di Jakarta, Selasa.

Pertemuan 13 Dubes Uni Eropa di Jakarta Cermati Pilkada-Pemilu Pekan ini

JAKARTA-Presiden PKS, Sohibul Iman mengatakan kedatangan 13 Duta Besar dan Diplomat Negara-negara Uni Eropa untuk membahas pilkada, pilpres dan radikalisme.

"Pembicaraan tadi hanya membahas proses demokrasi di Indonesia soal pilkada dan pilpres serta pemilu 2019 ," kata Sohibul di Kantor DPP PKS, Jalan TB. Simatupang , Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018).

Dia mengungkap dalam pertemuan tersebut PKS menjamin pilkada berjalan lancar.

"Saya bilang kepada mereka pilkada berjalan aman dan lancar," jelasnya.

Milih Kepala Daerah, Nasib Berubah?

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Polda Jateng Gelar Patroli Cegah Serangan Fajar

KONFRONTASI - Untuk mengantisipasi aksi politik uang atau juga dikenal dengan serangan fajar, Polda Jawa Tengah bakal menerjunkan personil dalam operasi skala besar yang nantinya berpatroli guna mencegah terjadinya serangan fajar.

"Kita sudah mengantisipasi, kita melakukan patroli dengan skala besar," kata Kabiro Operasional Polda Jateng Kombes Hariyanto di Mapolda Jateng, Selasa (26/6).

Dia mengatakan, tim satuan tugas anti money politic juga telah disiapkan yang akan bersinergi dengan Bawaslu dan diteruskan ke Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Refly Harun Tak Yakin Pilkada Besok Berlangsung Jujur

KONFRONTASI - Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun mengaku tidak yakin Pilkada Serentak 27 Juli 2018 besok berlangsung jujur dan adil.

Menurutnya Pilkada di sejumlah daerah masih akan diwarnai kecurangan dan politik uang.

Sayangnya pengawasan untuk hal ini masih sangat lemah.

“Saya termasuk yang tidak yakin Pilkada besok berlangsung jurdil. Politik uang masih akan mewarnai. Kelemahannya sejak awal, pelaku politik uang tidak bisa langsung Didiskualifikasi,” ujarnya melalui akun Twitternya, Selasa (26/6/2018).

Masa Tenang Pilkada, Ramai di Sosial Media

Oleh: Hanif Kristianto
Analis Politik dan Media

Demi sebuah pemenangan paslon kepala daerah, apapun dilakukan. Meski memasuki masa tenang menuju pencoblosan, kampanye beralih ramai di dunia digital. Silahkan saja di dunia nyata semua alat peraga kampanye dibersihkan, tapi ini tidak berlaku di dunia maya. Desas-desus injury time kian memanas. Saling pamer hasil survey dan bongkar dosa-dosa politik. Manuver menarik mencermati kampanye di dunia maya, khususnya di sosial media.

Jokowi Effect Buruk, PDIP Diprediksi Bakal Terpuruk

KONFRONTASI-Pertarungan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara pada Pilkada 2018 diperkirakan akan memberikan pil pahit bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai banteng tersebut diprediksi kalah karena imbas dari The Jokowi Effect yang buruk. Selain itu juga karena strategi komunikasi yang dilakukan Jokowi dan PDIP buruk.
 
“Pilkada Jabar, Jateng dam Sumut diperkirakan PDIP tumbang karena imbas dari The Jokowi Effect. Selain itu juga karena strategi komunikasi yang dilakukan Jokowi dan PDIP buruk. Oleh karena itu dalam Pilkada serentak dan Pilpres mendatang akan membuat trend perubahan tidak bisa dibendung lagi. Apalagi saat ini ada hastag #2019gantipresiden,” kata pengamat kebijakan publik dari Institute For Strategic and Development Studies (ISDS), M.Aminudin.
 
Menurutnya, ketidaksukaan rakyat pemilih kepada kelompok statusquo atau kelompok penguasa makin meluas. “Saat ini di mata publik, Jokowi dan PDIP adalah pihak yang dianggap paling bertanggungjawab terhadap masuknya arus besar - besaran orang Tiongkok berkedok pekerja ke Indonesia," kata Aminudin kepada Harian Terbit, Minggu (24/6/2018).
 
Selain itu, lanjut Aminudin, PDIP dan Jokowi dianggap paling bertangjawab terhadap kenaikan tarif listrik, kelangkaan BBM jenis premium, elpiji, mahalnya sembako, biaya hidup, kenaikan pajak, hutang luar negeri dan sejenisnya 
 
"Tapi disatu sisi gaji pejabat dan birokrat justru semakin meningkat drastis. Jadi itu sudah cukup membuat kekecewaan publik meluas pada kelompok rezim sekarang," paparnya.
 
Sementara itu pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan,  PDIP perlu kerja keras untuk Pilkada di Sumut dan Jawa Barat.
 
Di Sumatera Utara, sambung Silvanus,  Djarot yang menjadi cagub diprediksi kalah.  Kekalahan tersebut tidak lepas dari rekam jejak Djarot yang baru selesai ikut perhelatan sebagai cawagub DKI, langsung mencoba lagi di Sumut. Sementara di Pilkada Jawa Barat, TB Hasanuddin harus bertarung sengit dengan para pesaingnya. Oleh karenanya di dua daerah tersebut cagub yang diusung PDIP harus bekerja lebih keras lagi.
 
"Kalau di Jawa Tengah, saya masih percaya PDIP tetap keluar sebagai pemenang. Tapi di Sumut dan Jawa Barat akan sengit," tegasnya. 
 
Silvanus menuturkan, di Sumut dan Jabar,  para cagub yang diusung PDIP harus bekerja keras karena terkait popularitas dan elektabilitasnya. Di Jabar ada cagub Ridwan Kamil yang terbukti sudah sukses menjadi walikota Bandung. Ridwan Kamil juga akrab dengan kaum muda karena gaya komunikasinya di media sosial. Ketokohan Ridwan Kamil tampaknya sulit ditandigi oleh TB Hasanuddin.
 
Meski demikian, kata Silvanus,  di Pilkada serentak 2018, PDIP justru akan tetap kokoh di posisinya khususnya di Jawa Tengah. Oleh karena itu partai lain akan sulit untuk menggeser atau menumbangkan PDIP sebagai partai yang sudah lama keluar sebagai pemenang di daerah pemilihan tertentu. Sehingga Ganjar Pranowo sebagai calon petahana akan keluar sebagai pemenang.
 

Pages