Penistaan Agama

Pandangan Ishomuddin Dalam Sorotan MUI

KONFRONTASI-Kesaksian Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Ishomuddin dalam sidang Ahok mendapat sorotan karena bertolak belakang dengan sikap keagamaan MUI. Keterangan Ishomuddin di persidangan akan dibahas dalam rapat khusus dewan pimpinan MUI.

"MUI punya sikap dan pandangan keagamaan tentang kasus Ahok, kemudian ada anggota MUI, wakil ketua komisi fatwa yang sikap dan pandangan keagamaannya berbeda dan perbedaannya sudah disampaikan di peradilan dan di media-media," ujar Sekjen MUI Anwar Abbas saat dihubungi, Jumat (24/3/2017).

Bantah Ishomuddin, Komisi Hukum MUI: Al Maidah 51 Tidak Ada Expired-nya

KONFRONTASI-Komisi Hukum MUI, Anton Tabah Digdoyo mengatakan, pemecatan terhadap KH Ahmad Ishomuddin dilakukan setelah dirinya mengirim pesan Whatsapp kepada Ketua Umum dan Waketum MUI Pusat setelah sidang kasus penistaan agama, Selasa (21/3), malam. Dalam pesannya, Anton menyatakan, dirinya akan keluar dari MUI jika Ishomuddin tidak dipecat.

"Jika tidak dipecat dalam waktu satu bulan ke depan, saya resign dari MUI," ujar Anton seperti dilansir Republika.co.id, Kamis (23/3).

Massa FPI Geruduk Tempat Pengajian Djarot

KONFRONTASI-Rumah tempat penyelenggaraan pengajian bulanan Majelis Taklim An Nisa di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/3), sempat didatangi ‎massa FPI.

Menurut pemilik rumah, Saefuddin, mereka meminta acara pengajian tidak diselenggarakan.

"Kami baru mau tidur. Jam 00.00 WIB malam, sebanyak 50 orang datang, FPI‎ minta acara tidak diteruskan," kata Saefuddin di lokasi.

Menurut Saefuddin, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Namun, dia memutuskan untuk tetap meneruskan acara pengajian.

Dianggap Ragu-ragu Oleh Saksi Kubu Ahok, Begini Respon Ketua JPU

KONFRONTASI-Ali Mukartono, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama membantah JPU ragu-ragu terkait penggunaan pasal alternatif untuk mendakwa pria yang biasa dipanggil Ahok itu.

"Itu bagian dari sistem pembuatan dakwaan, ada teorinya. Jadi bukan keraguan tindak pidana atau bukan tetapi pilihan tindak pidana yang mana," kata Ali seusai lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

Berlebihan, Saksi Ahli Kubu Ahok Sempat Ditegur Hakim

KONFRONTASI-Saksi ahli pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiariej sempat ditegur Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto karena dianggap berlebihan kepada tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), soal kewenangan memilih ahli pidana.

Menurut Dwiarso, sebagai saksi ahli sudah sepatutnya Edward tidak mengomentari soal etika persidangan. Ini mengingat, kehadiran Edward hanya sebatas menjawab pertanyaan dalam materi persidangan.

Kasus Ahok: Saksi Ahli Sebut Jaksa Ragu-ragu Terapkan Pasal

KONFRONTASI-Ahli hukum pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiariej, yang dihadirkan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai saksi, menyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan ragu-ragu terkait sangkaan pasal terhadap Ahok dalam kasus penodaan agama.

"Hal itu disebabkan adanya pasal alternatif yang disertakan dalam dakwaan sehingga ada keraguan dari penuntut umum," kata Edward saat memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa.

JPU: Saksi dari Pihak Ahok Menguntungkan Kami

KONFRONTASI-Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono mengungkapkan di sidang lanjutan ke-13 kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terdapat plus minus dari keterangan tiga saksi yang dihadirkan oleh tim penasihat hukum Ahok. Bahkan, Ia menilai keterangan dari dua saksi tersebut memberikan keuntungan untuk JPU.

Jaksa: Ucapan Ahok Soal Al-Maidah 51 Tidak Berdiri Sendiri

KONFRONTASI-Ketua jaksa penuntut umum, Ali Mukartono, mengatakan ucapan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyitir kitab suci Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu tidak berdiri sendiri dan saling berkaitan.

Hal tersebut kembali ditanyakan jaksa kepada saksi fakta yang dihadirkan pada sidang lanjutan dugaan penistaan agama yang digelar Selasa, 7 Maret 2017.

Pages