18 January 2020

Pengangguran

SBY Ingatkan Jokowi Soal Pengangguran Picu Arab Spring

KONFRONTASI -   -- Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan Jokowi soal pengalaman Arab Spring atau gelombang revolusi dan unjuk rasa yang terjadi di dunia Arab pada 2011 lalu. Ia juga mengingatkan Jokowi soal gerakan protes sosial di 30 negara tahun ini.

Peringatan ia berikan saat Pidato Refleksi Akhir Tahun pada Rabu (11/12). Ia mengatakan gerakan tersebut muncul akibat kesulitan ekonomi dan banyaknya pengangguran. Peringatan ia berikan karena saat ini angka pengangguran masih banyak.

Industri Padat Karya Lemah, Tak Heran Jumlah Pengangguran Bertambah

KONFRONTASI- Jumlah pengangguran, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), mengalami kenaikan sebanyak 50 ribu orang sampai Agustus 2019 menjadi 7,05 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 7 juta orang.

Meski secara jumlah naik, namun jika ditelisik lebih jauh, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebetulnya turun 0,06 persen menjadi 5,28 persen dibandingkan Agustus 2018 lalu, yakni sebesar 5,34 persen.

Menurut data BPS, penurunan TPT dikarenakan jumlah angkatan kerja yang meningkat, yakni dari 131,01 juta orang menjadi 133,56 juta orang. Walhasil, jumlah orang yang bekerja pun bertambah dari 124,01 juta menjadi 126,51 juta orang.

Pun demikian, Ekonom Indef Enny Sri Hartati tetap menilai pemerintah gagal menekan angka pengangguran. Ia menyebut kegagalan itu dikarenakan payahnya sektor-sektor industri yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Ambil contoh sektor manufaktur. Sektor ini kerap tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional dalam tiga tahun terakhir. Pada kuartal kedua 2019 saja, pertumbuhannya cuma 3,54 persen. Angka ini jauh dari target sebesar 5 persen.

Di sisi lain, sektor jasa berkembang pesat. Terlepas dari angka investasi yang aduhai, menurut Enny, sektor jasa kedap terhadap penyerapan tenaga kerja. Maklum, banyak sektor jasa bergerak secara informal.

"Itu yang menyebabkan elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja rendah. Mungkin, sekarang sekitar 250 ribu orang per 1 persen. Jadi, kalau 5 persen, hanya 1 juta orang. Sementara, angkatan kerja kan sudah 2 juta orang. Ya wajar kalau tidak mampu menanggulangi pengangguran," ujarnya dilansir CNNIndonesia.com, kemarin.

Karenanya, ia mengatakan pemerintah tidak dapat bergantung kepada sektor informal. Sebut saja, transportasi online yang saat ini menyerap tenaga kerja cukup besar. Di sisi lain, sektor formal dibiarkan layu.

"Ini yang mesti menjadi bahan evaluasi. Kalau memang kebutuhan ekonomi kita untuk penyerapan tenaga kerja yang besar, maka pilihannya tidak lain adalah bagaimana mengembangkan sektor-sektor, seperti manufaktur (sektor formal)," ungkapnya.

Nah, permasalahannya, sektor manufaktur yang padat karya kini dilanda masalah karena kebijakan yang dilahirkan pemerintah itu sendiri. Yakni, terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Kemudian, regulasi tenaga kerja di Indonesia yang masih kompleks.

Miris, Pengangguran Indonesia Tertinggi Ke-2 di Asia Tenggara

KONFRONTASI -   Belakangan angka pengangguran di Indonesia dikabarkan menurun, namun nyatanya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tengah tahun ini, tercatat ada 5,01 persen penduduk produktif yang menganggur.

Indonesia tertinggal dari Laos dan Kamboja, yang secara berurutan mencatatkan 0,60 persen dan 0,10 persen pengangguran dalam data BPS. Artinya, ini memang menjadi angka terendah dalam sejarah Indonesia, tetapi tetap menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Dibuka! Lowongan (Tidak) Kerja

Oleh Chusnatul Jannah
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Pemerintah Anggarkan Rp10 Triliun untuk Tunjangan Pengangguran

KONFRONTASI-Pemerintah berencana menganggarkan tunjangan pengangguran sebesar Rp10 triliun yang direalisasikan berupa Kartu Prakerja. Penerbitan kartu ini sesuai dengan janji Presiden Jokowi dalam kampanye Pilpres 2019. 

Lulusan SMK Dominasi Pengangguran di Jawa Timur

KONFRONTASI-Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) mencatat, jumlah angkatan kerja di Jawa Timur pada Februari 2019 mencapai 21,59 juta orang, atau meningkat 584.000 orang dibanding Februari 2018. Pada Februari 2019, sebanyak 20,76 juta orang penduduk di Jawa Timur bekerja, sedangkan sebanyak 830.000 orang menganggur.

"Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 567 ribu orang dan penganggur bertambah sekitar 17 ribu orang," ujar Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono di Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Kontra Kartu Gaji Pengangguran Jokowi, Sandi: Pengangguran Jangan Digaji, Berilah Pelatihan dan OK OCE

KONFRONTASI -  Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan,  OK OCE adalah solusi dalam menekan jumlah pengangguran. Menurut Sandi, jika pengangguran digaji, kasihan harga dirinya.

Rocky Gerung: Pengangguran Dibiayai Negara, Uangnya Nyuri dari Mana?

KONFRONTASI -  Rocky Gerung kembali melontarkan kritik pedas atas rencana program Jokowi Widodo menambah 'koleksi kartu'. Kali ini Rocky mempertanyakan sumber dana yang akan dipakai untuk mewujudkan janji kartu pra-kerja.
 
Hal itu diungkapkan Rocky saat mengisi acara forum 'Pikiran, Akal, dan Nalar' di Hotel Grand Arkenso, Semarang. Dia menyebut sudah banyak kartu yang dikeluarkan Jokowi dan kartu terakhir adalah rencana meluncurkan kartu pra-kerja.
 

Pengangguran Terbuka di Banten Tertinggi di Indonesia

KONFRONTASI-Tingkat pengangguran terbuka di Banten, tertinggi di Indonesia. Pemprov diminta untuk serius menanggulangi pengangguran dan tidak memberikan peluang pegawai kasar asing bekerja di provinsi itu.

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Yandri Susanto mengatakan, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten mencapai 8,52 persen. Angka itu tertinggi di Indonesia.

Bahaya.! Jika Jokowi Berkuasa Kembali, Pengangguran Melonjak Dua Kali Lipat dan Indonesia Kolaps

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti.

 


Ketua Pusat Komite Persatuan Nasional-Ganti Presiden (KPN-GP) 2019.

Alasan kenapa kaum pengangguran tidak ingin Jokowi berkuasa kembali, karena tidak ingin pengangguran bertambah dua kali lipat.

Saat ini kaum pengangguran yang berjumlah 10 juta lebih saja, tidak bisa diatasi, apalagi jika Jokowi berkuasa kembali. Jika pengangguran bertambah, akan semakin suram kehidupan di Indonesia.

Pages