Penambang emas

KLHK Minta Penambang Emas Rakyat Tak Gunakan Merkuri

KONFRONTASI-Bantuan fasilitas pengelolaan emas non merkuri diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada satu kelompok koperasi penambang emas rakyat di Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Banten, Senin (10/12/2018).

"Bantuan ini diberikan merupakan bagian komitemen pemerintah dalam hal ini KLHK, untuk mengurangi merkuri, sesuai konvensi internasional," kata Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (PB3) KLHK, Yun Inisiani.

Tragis, Lima Penambang Emas Tewas di Bogor

Konfontasi - Humas Polres Bogor menyebutkan lima warga Kampung Ciemas, Desa Banyuasih, Kabupaten Bogor, tewas di dalam sumur galian tambang emas diduga karena menghirup gas beracun di dalam lubang sumur itu.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena di Cibinong, Kamis (17/3), mengatakan kelima korban adalah penambang ilegal atau gurandil yang menggali lubang PETI (penampang tanpa izin) emas di Pongkor.

"Evakuasi terhadap lima gurandil berhasil dilakukan sore kemarin, dan langsung dimakamkan malam itu juga," kata Ita.

445 Pemukiman Liar di Kawasan Penambangan Antam Dibumihanguskan

Konfrontasi - Sebanyak 445 bangunan penambang liar di kawasan penambangan emas ilegal PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor dibumihanguskan.

Bangunan para penambang liar untuk mengolah hasil tambang emas yang diambil dari galian ilegal yang berada di kawasan Antam, yang sebagian besar bermaterial kayu, ludes dilalap si jago merah. Selain dibakar, bangunan juga dirobohkan petugas dengan menggunakan alat berat.

Polisi Cokok Enam Penambang Emas Ilegal

KONFRONTASI-Kepolisian Resort Kuantan Singigi, Provinsi Riau, berhasil meringkus enam pelaku penambangan emas ilegal yang beroperasi di Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada Antara di Pekanbaru, mengatakan keenam pelaku ditangkap pada Selasa siang (2/6).

"Keenamnya tertangkap tangan saat melakukan penambangan emas secara ilegal," katanya.

Ia menjelaskan keenam pelaku yang berinisial BI (42), ST (40), KN (36), SO (42), SI (35) tersebut beroperasi di areal perusahaan sawit PT TBS.