Pajak

Dampak Covid-19, Anies Laporkan Pendapatan Pemprov DKI Anjlok Rp40 Triliun

Konfrontasi - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan merasa akibat dampak wabah virus corona atau COVID-19 yang melanda Ibu Kota terasa sekali dampaknya terhadap pendapatan pajak daerah. 

"Dan kita, di Pemprov DKI Jakarta, juga terkena dampak langsung. Pendapatan pajak turun dari Rp50,17 triliun menjadi Rp22,5 triliun, tinggal 45 persen. Anggaran kita turun dari Rp87,9 triliun menjadi Rp47,2 triliun, tinggal 53 persen," kata Anies Rasyid Baswedan di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2020. 

Penerimaan Pajak Tergerus 0,9% Akibat Hantaman Corona

KONFRONTASI-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan perpajakan selama awal tahun hingga akhir April 2020 mengalami penurunan sebesar 0,9% secara tahunan (yoy). Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, hal itu merupakan dampak dari pembatasan yang dilakukan akibat pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, realisasi penerimaan pajak selama empat bulan pertama pada tahun 2019 tercatat senilai Rp388,7 triliun atau 24,6% terhadap target yang sebesar Rp1.577,6 triliun. Sementara penerimaan pajak hingga April 2020 baru mencapai Rp376,7 triliun.

Kemenkeu Bebaskan Bea Masuk dan Pajak Impor Barang Penanganan Covid-19

Konfrontasi - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membebaskan bea masuk impor barang untuk keperluan penanganan pandemi virus corona atau (Covid-19).

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 34/PMK.04/2020 tanggal 17 April 2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai Serta Perpajakan Atas Impor Barang Untuk Keperluan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kendaraan yang Tunggak Pajak 2 Tahun Bakal Dilarang Beroperasi

KONFRONTASI-Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mewacanakan hapus registrasi dan identifikasi (regident), serta larangan menggunakan kendaraan di jalan bagi kendaraan menunggak pajak selama dua tahun setelah habis masa berlaku surat tanda nomor kendaraan (STNK) lima tahunan.

"Itu masih tahap sosialisasi," kata Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani, Kamu Kesetanan?

SRI  MULYANI, KAMU KESETANAN ?

Oleh : Nasrudin Joha

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila.” (QS. Al Baqarah: 275)

Menkeu Sri  Mulyani, kowe serius ? Mau malak rakyat lagi ? Karena utang riba yang kamu tumpuk ? Ingat Menkeu Sri  Mulyani! Bagaimanapun Kowe itu Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Islam.

Penerimaan Pajak Jeblok, Ekonom: Pemerintah Harus Perhatikan Data yang Disampaikan Rizal Ramli

KONFRONTASI-Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengungkap data realisasi penerimaan pajak jelang pergantian tahun. Data yang diungkap sangat mencengangkan.

Hingga Selasa (31/12) sekitar pukul 10.30 WIB, pencapaian realisasi penerimaan pajak baru 83,04 perse, kurang Rp 267 triliun dari target Rp 1.557,5 Triliun. 

Merespons informasi defisit penerimaan pajak itu, Ekonom Universitas Indonesia, Athor Subroto menyatakan data angka yang disampaikan oleh Rizal Ramli harus diperhatikan pemerintah. 

Rizal Ramli:Tahum 2020 Perekonomian bakal Lebih Anjlok lagi jika Tidak Ada Perubahan Strategi Ekonomi

KONFRONTASI-  Kekurangan penerimaan pajak ditangan Menkeu Sri Mulyani pada tahun ini  berada di atas proyeksi kementrian keuangan, terbukti  shortfall pajak 2019 mencapai Rp267 trilyun. Kemenkeu bobol lagi dalam soal penerimaan pajak. Ekonomi terus merosot menjadi sinyal gelap. Tokoh nasional Rizal Ramli memprediksi,Tahum 2020 perekonomian akan lebih anjlok lagi jika tidak ada perubahan strategi ekonomi,.

Lagi, Menkeu Sri Mulyani Gagal Penuhi Target Keuangan Jokowi. Layak Diganti

KONFRONTASI-  Menteri Keuangan Sri Mulyani gagal penuhi target keuangan yang diminta Presiden Joko Widodo. Ini terbukti dari penerimaan pajak hingga 10 Desember 2019, baru mencapai Rp 1.136 triliun dari target Rp 1.577 triliun pada APBN 2019.Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menyampaikan penerimaan pajak hingga 10 Desember 2019, baru mencapai Rp 1.136 triliun dari target Rp 1.577 triliun pada APBN 2019.

Demikian disampaikan pakar ekonomi Dradjad H. Wibowo di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Gagal Penuhi Target Penerimaan Pajak, Ekonom PAN: Kenapa Sri Mulyani Masih Dipertahankan?

KONFRONTASI -   Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menyampaikan penerimaan pajak hingga 10 Desember 2019, baru mencapai Rp 1.136 triliun dari target Rp 1.577 triliun pada APBN 2019.

Pernyataan tersebut terlontar dari Suryo Utomo sambil terbata-bata tidak lantang mengatakan secara langsung di hadapan anggota Komisi XI DPR RI saat rapat dengar pendapat pada 11 Desember 2019.

DPR Soroti Penerimaan Pajak yang Tak Capai Target

KONFRONTASI-Anggota Komisi IX DPR, Ecky Awal Mucharam, menyoroti realisasi penerimaan pajak pada Januari-Oktober yang baru mencapai Rp1.173 triliun atau 65 persen dari target yang telah ditetapkan yaitu Rp1.743 triliun.

"Periode Januari-Oktober 2018, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp1.160 triliun sedangkan Januari-Oktober 2019 hanya Rp1.173 triliun. Artinya, penerimaan perpajakan hanya naik 1,12 persen (yoy)," kata Mucharam dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pages