15 November 2019

nilai

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 5 November 2019

KONFRONTASI -   Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (5/11/2019), dibuka terdepresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.025 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau bergerak di zona hijau dengan naik 0,05 persen atau 0,045 poin ke posisi 97,550.

Pada akhir perdagangan kemarin, Senin (5/11), menguat 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp14.014 per dolar AS. Kurs rupiah vs dolar bergerak pada kisaran Rp13.998-Rp14.016 per dolar AS sepanjang perdagangan.

Sebuah Nilai yang Mempersatukan Perantau. Minang & Purworejo?

“Walau kaie nan dibantuak, ikan dilauik nan diadang”

 

KONFRONTASI -  Artinya, bagaimanapun bentuk kailnya, bakal bertemu ikan di laut. Prinsip yang sangat familiar dari tanah Minang ini menyampaikan pesan untuk mempunyai visi dan misi yang besar dari sesuatu hal. Dan penggambaran dalam pelaksanaan sekaligus untuk mengukur tingkat keberhasilannya.

Simak dan Perhatiikan Dinamika Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 11 September 2019

KONFRONTASI -   Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (11/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka di level Rp14.058 per dolar AS dengan pelemahan tipis 5 poin atau 0,04 persen dari level penutupan sebelumnya.

Spot Terpantau: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 30 Agustus 2019

KONFRONTASI -  Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak menguat 10 poin atau 0,07 persen ke elvel Rp14.228 per dolar AS pada awal perdagangan hari ini.

Sebelumnya, rupiah dibuka di zona hijau dengan penguatan 15 poin atau 0,11 persen ke level RP14.223 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Kamis (29/8) ditutup reboundi 21 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.238 per dolar AS.

Prof Maidar dari Universitas Marburg soal Islam dan Barat: Refleksi dari Eropa

KONFRONTASI- Prof Mai Dar (baca: Maidar) dari Universitas Marburg, Jerman menyampaikan pandangan bahwa suara-suara alternatif dan  dissonant voices dari para intelektual Dunia Ketiga (negara berkembang) dewasa ini diperhatikan dan didengarkan oleh Barat (Eropa dan AS). Menurutnya, Islam dan Barat akan terus bekerjasama meski sering diwarnai ketegangan dan konflik  karena perbedaan dan perubahan yang ada. Hubungan  Islam dan Barat, atau Timur dan Barat itu penuh warna dan dinamika yang acap tidak terduga.