18 March 2019

MUI

MUI Dukung Pemerintah Ubah Kontrak Karya Freeport Jadi IUPK

KONFRONTASI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung upaya pemerintah dalam mengubah kontrak karya PT Freeport Indonesia menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan, ormas-ormas Islam di Indonesia sudah lama mengingatkan pemerintah mengenai ancaman kedaulatan negara oleh kepentingan pihak luar. Apalagi, Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) mendukung kepentingan pihak luar dalam sumber daya alam Indonesia.

Rapat Pleno MUI Bahas Kebangkitan Komunisme dan Kriminalisasi Ulama

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menjelaskan pihaknya akan menggelar Rapat Pleno terkait permasalahan bangsa di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (22/2). Seperti ancaman kebangkitan komunis hingga ketidakadilan ekonomi dan hukum masuk dalam pembicaraan. Salah satu bentuk ketidakadilan hukum yang menjadi sorotan adalah kriminalisasi terhadap ulama.

Din Syamsuddin menilai persoalan ketidakadilan hukum terhadap masyarakat termasuk ulama telah mencederai butir kelima Pancasila.

Ini Benar-benar Kurang Ajar, Alquran Dicorat-coret Kalimat Tak Pantas dan Digambar Telapak Kaki

KONFRONTASI-Jemaah pengajian Masjid Al-Ikhlas Cikiray, Gang Cermai III RW 05 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Jawa Barat heboh. Mereka menemukan alquran bergambar tapak kaki, terbungkus plastik dan tergeletak di tanah.

Penemuan ini terjadi pada Kamis (9/2) kemarin dan baru dilaporkan Sekretaris Umum (Sekum) MUI Kota Sukabumi, KH Muhamad Kusoy ke Polres Sukabumi Kota, Senin (13/2).

Timbulkan Masalah Baru, Sertifikasi Khatib Lebih Baik Ditiadakan

KONFRONTASI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menegaskan bahwa para khatib selalu mengajak persatuan dan kesatuan bangsa juga cinta Tanah Air. Sehingga tidak diperlukan sertifikasi khtaib seperti yang direncanakan Kementerian Agama.

“Cinta Tanah Air merupakan ibadah dan wajib umat muslim mencintai NKRI,” kata Ketua Fatwa MUI Kabupaten Lebak, KH Baijuri di Lebak, Selasa (7/2).

Apabila ditemukan khatib mengompori jamaah, kata KH Baijuri, tentu akan dilakukan peneguran oleh pengurus DKM masjid setempat.

GNPF MUI: Aksi Islam 11 Feb. Ingatkan Kasus Ahok Menista Agama. Isu Korupsi Ahok Disorot

JAKARTA-Sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam kembali akan menggelar aksi pada 11 Februari 2017 atau ‘Aksi 112’. Gerakan ini merupakan lanjutan dari pengawalan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin menyatakan belum menerima informasi terkait Aksi 112 yang dimotori GNPF MUI ini.

“Kita belum menerima informasi konkret ya (soal Aksi 112),” kata KH Ma’ruf Amin di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/2).

Hadapi Situasi Penuh Fitnah, Kebohongan, MUI Keluarkan Fatwa Anti-Hoax

KONFRONTASI -  Maraknya fitnah dan kabar palsu di media sosial yang lebih dikenal dengan sebutan hoax membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) perlu menyikapinya. Lembaga yang menjadi wadah musyawarah pada ulama, zuama dan cendekiawan muslim itu pun sedang menyiapkan fatwa untuk mengharankan hoax.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan, pihaknya merasa perlu membuat fatwa tentang hoax yang sering kali membuat gaduh suasana di masyarakat. "Kita akan adanya fatwa tentang media sosial," ujar Anwar saat dikonfirmasi, Jumat (3/2).

Ahok Minta Maaf, Tapi Tim Buzzer Medsosnya Tabuh 'Genderang Perang'

KONFRONTASI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa permintaan maaf dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya setengah-setengah.

"Sebenarnya permohonan maaf Bapak Ahok dengan tim kuasanya itu split (terpisah). Di satu pihak Pak Ahok minta maaf, tapi tim buzzer medsos bilang 'melecehkan'," kata Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI, Masduki Baidlowi di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Menurut dia, sebaiknya pihak Ahok menyampaikan permohonan maaf yang sebenarnya agar tidak ada persoalan lanjutan.

Tuduhan Kesaksian Bohong Merendahkan Kiai Ma'ruf Amin

KONFRONTASI - Dalam tulisan "Klarifikasi dari Santri tenntang Sang Kiai," Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Dr. Asrorun Niam Sholeh, MA, turut mendampingi KH Ma'ruf Amin saat menjadi saksi dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki T. Purnama pada Selasa lalu.

Niam menyampaikan kesaksiannya soal jalannya persidangan tersebut.

Gema Keadilan: Ahok Telah Merendahkan Marwah Ulama

KONFRONTASI-Dewan Pengurus Pusat Gerakan Persaudaraan Pemuda Keadilan (DPP Gema Keadilan) menyatakan kemarahannya terkait pelecehan terhadap Ketua MUI, Ma’ruf Amin yang dilakukan oleh Terdakwa Penodaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat sidang kemarin.

Sekretaris Jendral DPP Gema Keadilan, Revli Ibrahim menyampaikan, tak seharusnya Ahok mengancam dan menuduh Ma’ruf Amin berbohong atas kesaksiannya di persidangan.

KH. Ma'ruf Amin, Kehadiran Sebagai Saksi, Olahan Isu dan Penghinaan Itu: Klarifikasi dari Santri Tentang Sang Kyai

Pasca persidangan ke-8 yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa 31 Januari 2017 dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta non aktif atas dakwaan penodaan agama Islam yang dilakukan terdakwa di sebuah acara di kepulauan seribu 2016 lalu, banyak pertanyaan kepada saya seiring dengan info dan opini yang berkembang, sehingga perlu diklarifkasi dan ditanggapi, terutama terkait beberapa hal antara lain; (i) kehadiran Kyai Ma'ruf di sidang; (ii) substansi persaksian; (iii) politisasi dan serangan oleh Ahok dan pengacaranya.

Pages