16 July 2018

MUI

Soal Ketimpangan Ekonomi, MUI Sepakat dengan Rizal Ramli

KONFRONTASI-Paparan ekonom senior Rizal Ramli tentang ketimpangan ekonomi ikut diamini  Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Saat ini terjadi ketimpangan ekonomi. Sejumlah kebijakan yang dilakukan pemerintah, banyak berpihak kepada pengusaha besar.

Ketum MUI: Pilkada Ikhtiar Memilih Pemimpin Daerah Untuk Menjaga Nilai-nilai Agama

KONFRONTASI - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma`ruf Amin mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk tetap saling menghargai perbedaan pilihan dalam ajang Pilkada 2018 yang dilakukan secara serentak di 171 daerah di Indonesia.

"Menghormati dan menghargai perbedaan pilihan dengan sikap rendah hati, toleransi dan saling memuliakan," kata Ma`ruf di Jakarta, Selasa.

MUI Minta Khatib Idul Fitri Hindari Khutbah Berbau Politik Praktis

KONFRONTASI-Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau dalam pelaksanaan ibadah salat Iedul Fitri untuk menjauhi tema khutbah yang bernuansa politik praktis. 

Kunjungan Wantimpres ke Israel Dianggap Merusak Citra Indonesia

KONFRONTASI - Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyidin Junaidi menanggapi isu kunjungan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ke Israel yang saat ini ramai diperbincangkan. Menurut dia, kunjungan tersebut tidak perlu dilakukan karena hal itu secara etika diplomasi, politik dan agama sangat bertentangan.

"Apalagi kunjungan yang dibalut dengan ornamen budaya dilakukan saat ratusan warga Palestina dibunuh secara biadab oleh tentara Israel," ujar Muhyidin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6).

9 Tausiah MUI Dalam Rangka Menyambut Ramadhan

KONFRONTASI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan tausiah atau sembilan poin imbauan kepada seluruh umat Islam yang akan menyambut bulan suci Ramadan 1439 Hijriah.

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi menyampaikan kepada kaum muslimin untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum kebangkitan spiritual berdasarkan iman, ilmu, dan amal soleh.

Boleh Bicara Politik di Mesjid, Tq Berat MUI

Oleh: Djoko Edhie Abdurahman*

MUI: Simbol Agama Jangan Digunakan untuk Memanipulasi Umat Demi Meraih Kekuasaan Semata

KONFRONTASI- Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia VI menyatakan penggunaan simbol-simbol agama untuk alat propaganda atau memengaruhi massa demi kekuasaan dilarang.

"Agama dan simbol keagamaan tidak boleh hanya dijadikan kedok untuk menarik simpati dan pengaruh dari umat beragama serta untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan semata," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan simbol-simbol agama atau simbol-simbol budaya yang identik dengan simbol agama tertentu tidak boleh digunakan untuk menipu dan memanipulasi umat beragama agar bersimpati guna mencapai tujuan politik tertentu.

"Tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran agama dan termasuk penodaan agama," kata Niam, Ketua Sidang Pleno Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI yang berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 7-9 Mei.

Namun, lanjut Niam, bukan berarti agama harus dipisahkan dengan politik. Islam menolak pandangan dan upaya yang memisahkan antara agama dan politik.

Ketua MUI, Ma'ruf Amin Didesak Mundur dari Jabatannya

KONFRONTASI -  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin diminta mengundurkan diri dari jabatannya demi menjaga independensi lembaga yang dipimpinnya itu.

Pasalnya, sejak Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila (BPIP) dibentuk Presiden Jokowi dan Ma'ruf didapuk menjadi anggota Dewan Pengarah badan tersebut, Ma'ruf diduga telah berubah menjadi corong pemerintah. Termasuk dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

Di Balik Demo Massa Alumni (PA) 212 soal Sukmawati Soekarnoputri

JAKARTA-  Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar demonstrasi soal puisi Sukmawati Soekarnoputri di depan kantor Bareskrim Polri.  Aksi ribuan ummat Islam menuntut Sukamawati diproses hukum Jumat ini bergulir.

Soal Puisi Sukmawati, Ini Sikap MUI

KONFRONTASI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan kasus dugaan penistaan agama lewat puisi yang dibaca Sukmawati Soekarnoputri kepada polisi.

"Kami serahkan ke penegak hukum secara sungguh-sungguh karena penistaan agama derajat keresahannya sangat tinggi di masyarakat, pasalnya sangat berat," kata Wakil Ketua Komisi Hukum MUI, Anton Tabah Digdoyo saat ditemui di kantornya Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan tanpa MUI melaporkan kasus Sukma, unsur masyarakat telah membawa kasus putri dari Presiden Soekarno tersebut ke kepolisian.

Pages