25 May 2017

Muallaf

10 Muallaf Paling Berpengaruh di Dunia

KONFRONTASI -Banyak warga dunia berbondong-bondong memeluk Islam dengan berbagai macam perantara hidayah yang diterimanya. Bahkan, di antara mereka ikut berkecimpung di dunia dakwah guna menyebarluaskan ajaran Islam.

Berikut ini adalah 10 Muallaf yang paling berpengaruh di dunia:

 
1. Malcolm X (el-Hajj Malik el-Shabazz)
 
Malcolm X atau nama Muslim nya el-Hajj Malik el-Shabazz adalah seorang keturunan Afrika-Amerika dan aktivis hak asasi manusia. Malcolm X lahir pada tanggal 19 Mei 1925 di Omaha, Nebraska. Ibunya, Louise Norton Little, seorang ibu rumah tangga sibuk dengan delapan anaknya. Ayahnya, Earl Little, adalah seorang pendeta baptis dan anggota UNIA (Universal Negro Improvement Association) yakni sebuah organisasi yang dirintis oleh Marcos Aurelius Garvey untuk mewadahi perbaikan hidup bagi orang kulit hitam.
 
Malcolm adalah seorang siswa yang cerdas dan fokus. Namun, ketika seorang guru favorit Malcolm mengatakan impiannya menjadi pengacara adalah sesuatu yang mustahil bagi ras kulit hitam, ia kehilangan ketertarikannya pada sekolah. Ia berhenti sekolah di usia 15 tahun dan menghabiskan beberapa waktu di Boston, Massachusetts bekerja serabutan dan kemudian pergi ke Harlem, New York.
 
Pada usia 20 tahun ia ditangkap dan dihukum atas tuduhan pencurian, dan Malcolm dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Namun, dari balik tembok penjara ini, dia justru menemukan apa yang dinamakan pencerahan diri, mulai dari membaca dan menulis di dalam penjara Chalestown State. Ketika di penjara, Ia sering mendapat kunjungan dari saudaranya, Hilda yang akhirnya memperkenalkan Malcolm pada ajaran Islam Sunni. Kemudian ia memutuskan untuk masuk Islam dan belajar pada pimpinan Islam sunni pada saat itu, Elijah Muhammad. Berkat Elijah-lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah. Sejak itulah Malcolm X menjadi seorang napi yang kutu buku mulai dari menekuni sastra, agama, bahasa, dan filsafat. 
 
Pada tahun 1964, setelah menunaikan ibadah haji, Malcolm X mendapatkan gambaran yang berbeda atas pandangannya selama ini. Apalagi, setelah berjumpa dengan kaum Muslimin dari seluruh dunia, dari berbagai ras, bangsa, dan warna kulit yang semua memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan. Malcolm berkata, ''Pengalaman haji yang saya alami dan lihat sendiri, benar-benar memaksa saya mengubah banyak pola pikir saya sebelumnya dan membuang sebagian pemikiran saya. Hal itu tidaklah sulit bagi saya.'' 
 
Kata-kata ini sebagai bukti bahwa dirinya mengubah pandangan hidup, dari memperjuangkan hak sipil orang negro ke gagasan internasionalisme dan humanisme Islam. Malcolm X pun mulai meninggalkan ideologi separatisme kulit hitamnya dan beralih ke ajaran Islam yang sesungguhnya. Ia juga mengganti namanya menjadi el-Hajj Malik el-Shabazz. Kendati berganti nama, Malcolm X jauh lebih populer ketimbang nama barunya. Malcolm menegaskan bahwa kaum Muslim kulit hitam berasal dari leluhur kaum Muslim yang sama. Perjalanan haji, ungkap dia, telah membuka cakrawala berpikirnya dengan menganugerahkan cara pandang baru selama dua pekan di Tanah Suci. 
 
Pada 28 Juni 1964 mendirikan Organization of Afro-American Unity di New York. Melalui organisasi ini, ia menerbitkan Muhammad Speaks yang kini diganti menjadi Bilalian News [Muslim Kulit Hitam]. 
 
Namun, ia tak sempat lama menikmati usahanya dalam memperjuangkan Islam yang lebih baik lagi. Pada 21 Februari 1965, saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas ditembak oleh tiga orang Afro-Amerika. Sebuah kelompok yang dia perjuangkan tentang nilai-nilai dan hak-hak warga kulit hitam. Tak ada yang tahu, apa motif di balik penembakan itu. Tapi, impian Malcolm X untuk menyebarkan visi anti-rasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis hingga kini terbilang sangat berhasil. 
 

Laura Rodriguez: Islam Lebih Menghargai Hak-hak Perempuan

KONFRONTASI-Islam adalah agama yang universal dan rahmat bagi sekalian alam. Islam sangat menjunjung tinggi ajaran moral dan akhlak. Seluruh inti dari ajarannya memberikan kedamaian, ketenangan, dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Selain itu, Islam tidak membeda-bedakan derajat laki-laki dan perempuan, kecuali atas dasar ketakwaannya kepada Sang Pencipta alam semesta.

Setiap Hari, Paling Sedikit 10 Orang Jepang Jadi Muallaf

KONFRONTASI -  Dr Zakaria Ziyad, kepala Lembaga Kaum Muslimin (LKM), di Jepang mengungkapkan, Islamic Center yang terletak di ibukota Jepang, Tokyo tengah merintis pendirian sekolah Islam pertama di Jepang. Ia menambahkan, sebagian data statistik menunjukkan, dalam sehari, sekitar 10 WN Jepang masuk Islam.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar ‘Khaleej’ yang terbit di Emirat, Ziyad mengatakan, saat ini telah dibeli sebidang tanah di dekat Masjid Terbesar di Tokyo. Rencananya akan didirikan sebuah sekolah di areal tersebut.

Alasan Warga Austria Berbondong-bondong Jadi Muallaf

KONFRONTASI - Siapa pun tak bisa menyangkal bahwa Hidayah itu bisa menghampiri siapa saja. Bila yang Maha Membolak-balikan Hati telah berkehendak, maka siapapun yang ingin mengenal betul dan berkeyakinan kuat tentang Islam, adalah sesuatu kemudahan dan karunia besar yang diterimanya. Itulah yang kini dialami warga Austria.

Sebuah catatan resmi menunjukkan pemeluk Islam meningkat dramatis di Austria, salah satu negara Eropa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Demikian laporan Press TV.

Pertanyaan Dijawab Zakir Naik, Mahasiswi Asal Australia Ini Akhirnya Peluk Islam

KONFRONTASI-Pada Senin, 10 April 2017 kemarin, Zakir Naik menggelar kuliah umum di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar. Ulama asal India menjawab 12 pertanyaan peserta yang semua nonmuslim.

Di antara 12 nonmuslim itu, delapan peserta menjadi mualaf atau memeluk agama Islam. Sebelum mengucap dua kalimat syahadat, mereka umumnya beragama Kristen maupun Katolik.

Berurai Air Mata, Gadis Katolik Asal Poso Ini Nyatakan Keislamannya

KONFRONTASI-Seorang gadis Katolik Asal Poso yang bernama Sintia ini tak dapat menahan tangisnya saat mengucapkan kalimat Syahadat dihadapan Dr Zakir Naik di Yogyakarta, senin(3/4/2017).

Tangis Sintia akhirnya pecah dan dipeluk oleh Muslimah lainya yang sejak awal berdiri mendampingi Sintia saat dialog dengan Dr Zakir Naik.

Mangharukan, Mahasiswi Bandung Ini Menangis Saat Baca Syahadat Dibimbing Dr Zakir Naik

KONFRONTASI -  Tour Dakwah pertama DR Zakir Naik Visit Indonesia 2017 diawali di kota Bandung Jawa Barat hari ini, Ahad, 2 April 2017, di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang dipadati ribuan peserta.

Suasana haru tiba-tiba muncul saat sesi tanya jawab ulama internasional Dr Zakir Naik. Pasalnya, seorang perempuan mahasiswi menyatakan ingin masuk agama Islam.

Ini Kisah Perempuan Polandia Berproses Menjadi Muslimah

KONFRONTASI -  Ayesha Islam merupakan muslimah asli Polandia tapi dibesarkan di Denmark dan Swedia. Perjalanan Ayesha menuju Islam dimulai pada 1995 di Swedia.

Saat itu dia bertemu muslim dari Libanon. Meskipun mereka tidak religius atau mengajari Ayesha tentang Islam, namun sikap mereka memiliki efek pada Ayesha. Dia jadi selalu ingin berada di sekitar muslim.

Thabita : Saya Islam Karena Harus Beribadah Kepada Tuhan Yang Ciptakan Yesus

Tags: 

Bule Ganteng Ini Peluk Islam Setelah Keliling 60 Negara

KONFRONTASI-Kisah seorang bule bernama Michael Ruppert baru-baru ini menjadi perbincangan hangat pengguna media sosial Indonesia.

Ia merupakan pria keturunan Belanda-Belgia yang telah melakukan hobi travelingnya ke 60 negara.

Saat berkunjung ke Malaysia dan Indonesia ia tertarik mengenal dan belajar Islam.

Ia sempat mengungkapkan ceritanya menemukan Islam itu ke dalam akun instagramnya.

Selama perjalanan saya tidak pernah tinggal di hotel atau hostel, tetapi selalu dengan masyarakat lokal.

Pages