25 November 2017

Muallaf

Sunita Williams Astronot Wanita India Ini, Nyatakan Masuk Islam Setelah Melihat Mekah dari Luarr Angkasa

KONFRONTASI -  'Sunita Williams' Masuk Islam Setelah Melihat Mekah & Madinah Dari Bulan ? Benarkah ? - Beberapa hari terakhir beredar berita heboh bahwa 'Sunita Williams' Masuk Islam Setelah Melihat Mekah & Madinah Dari Bulan ? Benarkah ? Terlepas dari benar tidaknya berita tersebut , Blog liputan 86 ingin menelusuri lebih jauh perihal Kabar yang heboh di dunia maya ini yang beredar melalui emai dan dilengkapi oleh foto Mekah dan Madinah dari luar angkasa.

Masya Allah! Pendeta Yang Benci Islam Ini Muallaf Bersama Istri & 3 Anaknya., Seru...!

KONFRONTASI -  Mantan pendeta Muhammad Yahya Waloni, mengisi tausyiah pada peringatan tahun baru Islam 1939 H di Masjid Agung SMB II Palembang, Rabu (20/9/2017).

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sumatera Selatan.

Ribuan jemaah hadir pada peringatan tersebut. Mayoritas peserta yang hadir merupakan kaum hawa.

–– ADVERTISEMENT ––

Ibu ibu nampak antusias menyaksikan sekaligus mendengarkan apa yang disampaikan oleh mantan pendeta tersebut.

Anggap Islam Agama yang Masuk Akal, Perempuan Ini Putuskan Jadi Muallaf

KONFRONTASI-Wanita bernama Carolyn Erazo ini menghadapi banyak inkonsistensi dalam hidupnya. Tapi, tidak sedikitpun keinginan terlintas di hati Erazo untuk mencari tahu. Ia hanya berpikir, bagaimana kita bisa memercayai apa yang tidak kita ketahui?

Apakah semua peristiwa benar-benar terjadi seperti yang dikisahkan Alkitab, atau jangan-jangan Alkitab itu hanya sebuah 'buku cerita' yang terselip di antara deretan rak buku.

Beberapa tahun kemudian, Erazo menghadiri sebuah retret gereja. Dari sanalah, awalnya perempuan yang besar di keluarga Kristen ini memiliki keinginan untuk melakukan perjalanan spiritual. Ia melakukan refleksi atas kejadian-kejadian yang telah lampau.

Pada hari terakhir retret, Erazo berjalan menyusuri bukit besar hingga ke pantai dan terduduk memandangi lautan. Perempuan itu sendirian. Ia begitu berharap Tuhan mengulurkan tangan dan menyentuhnya dengan penuh kasih. Sore itu, ia merasa telah datang kepada-Nya dengan segenap keyakinan bahwa Dia-lah satu-satunya penolong.

Peristiwa itu terjadi pada akhir Oktober, saat suhu air sedikit lebih dingin dibanding bulan-bulan lain. Di tepi pantai, Erazo terus sibuk dengan gemuruh pikirannya. Ia berteriak-teriak memanggil Tuhan di dalam benak. Tapi, Tuhan tak datang hari itu. Kejadian itu membekas di benaknya. Ia putus asa. 

Saat itulah, air mata hangat mendadak mengalir di wajah Erazo. Ia menyerah pada Tuhan. "Baik, kalau Dia melupakanku, aku juga akan melupakannya," kata Erazo saat itu, membeberkan kisah perjalanan spiritualnya seperti dikutip dari Muslim Village.

Selama tahun-tahun berikutnya, ia hidup tanpa iman. Ia belum menemukan jawaban apa pun atas kegelisahannya. Setiap pertanyaan yang muncul malahan membuat Erazo semakin marah lantaran tidak pernah ada jawaban.

Sampai kira-kira empat tahun lalu, hatinya terbuka kembali. Akhir Februari, ia tengah menghadiri sebuah upacara pemakaman. Erazo takjub melihat sikap si ibu dari mendiang. Perempuan yang tengah berdukacita itu sanggup berbicara pada Tuhan dengan lapang dada, tanpa jerit tangis kesedihan.

Erazo heran. Perempuan itu memahami kenyataan bahwa anaknya kini tenang bersama Tuhan. Sesuatu yang tidak dapat ia pahami. Ia menatap perempuan itu dengan iri. Si ibu itu pasti memiliki keimanan yang kuat pada Tuhan. Kesan itu tidak pernah pudar hingga beberapa hari kemudian.

Erazo butuh waktu sepekan, sampai ia memutuskan untuk melakukan perjalanan spiritual. Ia harus menemukan Tuhan dan menjawab pertanyaan yang berkelindan di benaknya. "Tentu saja, saya memulai perjalanan dari Kristen. Agama tempat saya dibesarkan," kata Erazo. Tapi, nyatanya ia hanya mendapat sedikit percikan iman. Setelah beberapa bulan, Erazo pun memperluas skala pencarian.

Kali ini, perempuan Amerika itu ingin menjajaki Islam. Ia mencari masjid, namun terheran mengapa sulit benar menemukan tujuannya itu. Padahal, ia sudah memegang alamat. Erazo begitu marah.

Merasa sia-sia, terpikir olehnya untuk mencari masjid di hari lain. Apalagi, ia sudah terlambat masuk ke kantor. Ia menelepon atasannya dalam kondisi frustrasi dan berurai air mata. Di luar dugaan, jawabannya benar-benar menakjubkan. "Jangan khawatir, Kawan. Saya tahu tempat itu. Saya akan membantumu menemukannya."

Tags: 

Allahu Akbar, Hijrah Memeluk Islam, Nurul Hutabarat Menuai Banyak Ujian Hidup

KONFRONTASI -  Berbahagialah kita yang dilahirkan dalam keluarga Muslim, karena bisa berislam dengan khusyuk dan merdeka tanpa gangguan apapun. Tidak halnya dengan perjuangan iman Indah Hutabarat (Nurul Hidayati) ini. Keputusannya masuk Islam disusul badai ujian yang bertubi-tubi: fitnah, gangguan, pengasingan, intimidasi, penculikan, penodaan kehormatan, dan sebagainya. Setitik pun ia tak pernah menyesali keputusan hijrah memeluk Islam.

Kisah Prajurit Amerika Menemukan Cahaya Islam

KONFRONTASI-Membaca sebuah kitab suci sudah menjadi rutinitas Keith, warga Illinois, Amerika Serikat. Sejak kecil dia melakukan itu setiap akhir pekan. Bahkan, dalam tujuh hari, dia bisa menyempatkan tiga hari hanya untuk membaca kitab suci.

Namun, ritual rutin itu tidak membuatnya merasakan ketenangan beragama. Batinnya selalu mempertanyakan apakah ada hal lain yang membuat seseorang lebih bisa merasakan dekat dengan Sang Pencipta. Adakah ajaran yang lebih mengarahkan insan untuk maju, berkembang, sehingga bisa menghasilkan budaya yang mendukung perkembangan hidup.

Kegelisahan itu semakin dia rasakan ketika dipercaya bertugas di Turki. Sebagai seorang militer, dia harus mampu memetakan potensi ancaman dan kondisi masyarakat sekitar. Itu bukan hal sulit bagi pria yang sudah 24 tahun aktif di sebuah satuan militer Amerika Serikat ini. Ketika itu, dia banyak bertemu dengan tokoh Muslim Turki. Keith sempat bertanya-tanya dalam hati ketika melihat mereka. Selama ini dia hanya mengetahui Is lam identik dengan radikalisme dan terorisme. Islam jauh dari istilah toleransi.

Jika bicara tentang Islam, banyak orang selalu mengaitkan risalah yang dibawa Rasulullah dengan berbagai keburukan. Namun, di Turki Keith tidak menemukan Islam yang seperti itu. Dia melihat peninggalan Turki Usmani seperti Masjid Hagia Sophia yang megah dan kaya dengan nilai seni. Keindahan arsitekturnya membuat siapa pun yang masuk ke dalam bangunan tua itu terpesona.

Tidak hanya itu, dia juga mengamati kehidupan masyarakat Muslim di Turki yang saling peduli. Mereka hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain. Perbedaan keyakinan tidak membuat mere ka saling bermusuhan. Justru mereka hidup rukun dan saling bersinergi untuk samasama menciptakan kehidupan yang penuh dengan rasa saling menghormati.

Dia kemudian memahami bahwa Islam secara keseluruhan tidak dapat dilihat dari tindakan beberapa orang saja. Islam adalah ajarannya bukan sekadar sikap atau perilaku beberapa orang. Karena, beberapa orang Muslim bisa saja bertindak yang tidak mencerminkan ajaran Islam.

Dalam beberapa pertemuan dengan tokoh Muslim di Turki, Keith kerap menanyakan Islam. Seperti apa ajarannya. Bagaimana perkembangan Islam. Apa yang membuat masyarakat di dunia meyakini Islam. Pertanyaan tersebut diajukannya un tuk mengenal lebih dalam tentang risalah yang dibawa oleh Muhammad SAW.

Ketika mengenal Islam, dia mulai menyadari ada beberapa kemiripan dengan agama yang dianut sebelumnya. Pesan dari ke dua agama ini tidak pernah ada yang berubah, selalu sama. Tetapi, ketika bersyahadat, dia memahami Islam adalah agama yang murni. Dalam Islam, dia memahami ketika berdoa tidak ada perantara kepada Tuhan. Berbeda dengan agama yang dianut sebelumnya yang mengajarkan doa harus melalui perantara.

Lalu, apa gunanya perantara dalam berdoa? Dia mempertanyakan masalah ini di agama sebelumnya. Namun, Keith tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Mantan prajurit itu berpendapat, seharusnya antara hamba dan Sang Pencipta tidak perlu ada perantara. Makhluk dapat langsung memohon kepada Tuhan. Inilah yang diajarkan Islam dan tidak diajarkan di agamanya dahulu. Dalam Islam, Tuhan tidak me miliki anak dan tidak diperanakkan.

Sebelum memeluk Islam, Keith mempelajari Islam selama satu tahun. Dia mulai membaca berbagai sumber untuk mengetahui pengetahuan tentang Islam. Dia ingin memastikan dan menyadari sepenuhnya seperti apa Islam itu. Sedikit demi sedikit mantan tentara ini mulai memahami Islam, baik dalam sisi sejarah maupun ajarannya.

Dia melihat Islam memiliki keindahan. Hidup islami dapat dilakukan dengan cara sederhana. Keith mulai benar-benar secara terbuka dan mengakui memeluk Islam pada Desember 1998 di Florida. Dia meminta seseorang me nyaksikan prosesnya menjadi Mus lim. Setelah mengucapkan sya hadat, dia pun resmi memeluk Islam.

Tags: 

Tiga Perempuan Rusia Ini Terkesan dengan Kehidupan Keluarga, Lalu Jadi Muallaf

KONFRONTASI -  Diperkirakan ada lebih dari 20 juta muslim yang bermukim di Rusia. Pada dasarnya, mereka merupakan etnis muslim, seperti Tatar, Chechnya, Dagestan, Bashkiri, dan lain-lain. Namun, ada pula yang merupakan pemeluk Islam baru, yaitu orang-orang yang secara sadar memutuskan untuk memeluk agama Islam. RBTH menyajikan cerita dari tiga perempuan Rusia yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

Valeria (22), masuk Islam lima tahun yang lalu

*Valeria meminta RBTH untuk memburamkan fotonya.

Peneliti Prof Leopold Werner von Ehrenfels asal Austria Masuk Islam Setelah Temukan Hikmah Berwudhu

Konfrontasi - Penelitian Prof Leopold Werner von Ehrenfels menemukan fakta yang sangat mengejutkan, bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di bagian dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. 

Kisah Muallaf yang Baru Pertama Berpuasa, Sahur dan Berbuka di Rumah Pacar

KONFRONTASI-Sejak lima bulan lalu, Yusuf (29) sudah menjadi mualaf. Ramadan kali ini merupakan puasa pertama kali.

Suasana di kediaman rumah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pembina Iman Tauhid Indonesia (PITI) Sumsel di Jl Bambang Utoyo, Palembang, Sumsel, Sabtu (10/6) sedikit berbeda.

Puluhan warga etnis Tionghoa yang sudah mualaf berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Salah satunya Yusuf (28).

Tags: 

Bule Ganteng Ini Putuskan Peluk Islam di Indonesia

Florian Guillet dan istrinya

KONFRONTASI-Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Nuansa religius acapkali ditemui di Tanah Air. Bahkan, memasuki bulan suci Ramadhan 1438 H, suasana pun semakin syahdu karena kalangan Muslim melantunkan ayat-ayat suci Alquran hampir setiap saat di setiap masjid.

Tags: 

Selidiki Isu Islam Radikal Dalam Kasus Ahok, Robert Smith Akhirnya Masuk Islam

KONFRONTASI - Hidayah memang rahasia ilahi. Yang semula benci karena salah persepsi Islam itu Radikal, akhirnya menemukan Fakta yang sebenarnya. Dan akhirnya masuk Islam.

Begitulah kiranya yang dialami Robert Smith, seorang polisi militer yang bertugas di Departemen Pertahanan Amerika yang datang ke Indonesia untuk menyelidiki tentang isu Islam Radikal dalam kasus Penistaan Agama oleh Ahok.

Berikut selengkapnya seperti dituturkan Sekjen Mualaf Center Indonesia, koh Hanny Kristianto, di laman fb-nya (24/5/2017).

Pages