1 April 2020

Mohammad Javad Zarif

Perang dan Blokade Yaman Sia-sia

KONFRONTASI - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif Kamis (05/12) di cuitannya berbahasa Arab seraya menyatakan dukungannya terhadap mekanisme damai untuk menyelesaikan krisis Yaman menekankan, perang dan blokade Yaman tidak ada keuntungannya.

IRIB melaporkan, Mohammad Javad Zarif di akun twitternya menulis, Iran menilai berlanjutnya perang dan blokade Yaman sia-sia dan menyambut solusi damai. Iran menurut Zarif juga mendorong semua pihak untuk mengambil langkah-langkah di solusi damai.

Zarif to US: Economic terrorism, talks don’t go together

KONFRONTASI - Iran’s Foreign Minister Mohammad Javad Zarif says the United States needs to stop “economic terrorism” against the Iranian nation if it really seeks talks with the Islamic Republic.

 “We do not hold negotiations with those who have waged economic terrorism against our people. This should stop," Zarif said on Thursday.

Iran Minta Eropa Gunakan Pengaruhnya untuk Promosikan Dialog Teluk Persia

KONFRONTASI-Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, Senin, meminta Eropa menggunakan pengaruhnya untuk mempromosikan dialog di Teluk Persia setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar awal bulan ini.

Menyalahkan Iran atau Qatar karena "terorisme" adalah usaha yang dilakukan oleh negara-negara itu untuk menghindari tanggung-jawab atas kegagalan mereka dalam menangani tuntutan rakyat mereka sendiri, katanya dalam sebuah pidato di ibu kota Jerman di mana ia mengusulkan mekanisme baru keamanan regional untuk negara-negara Teluk.

"Suatu hari Iran, kemudian Qatar," katanya. "Itu adalah upaya untuk menghindari tanggung jawab, lepas dari pertanggungjawaban atas hal yang sangat mendasar ... kegagalan sistem negara untuk mengatasi, untuk menanggapi tuntutan penduduknya. "

Presiden Iran Hassan Rouhani telah menyuarakan dukungan untuk Qatar dalam konfrontasinya dengan pesaingnya, Arab Saudi, dan negara sekutunya yang menuduh Qatar mendukung militan Islam, sebuah tuduhan yang dibantah Qatar.

Pekan lalu empat negara Arab, yaitu Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain, telah mengirimkan 13 tuntutan kepada Qatar, termasuk penutupan televisi Al Jazeera dan mengurangi kedekatan hubungan dengan Iran, sebagai syarat untuk mengakhiri krisis di kawasan tersebut.

Tuntutan tersebut disampaikan sebagai upaya untuk mengakhiri krisis di Teluk Arab setelah empat negara tersebut memutuskan hubungan dengan Qatar dengan tuduhan mendukung kelompok teroris.

Qatar, negara yang mempunyai kebijakan politik lebih terbuka, termasuk menjalin hubungan dekat dengan Iran, serta mendukung gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, telah menimbulkan kekhawatiran bagi negara Arab lainnya, terutama Saudi Arabia yang masih konservatif.

Iran says extension of sanctions act shows U.S. unreliable

KONFRONTASI-A U.S. Senate vote to extend the Iran Sanctions Act (ISA) for 10 years shows the world that Washington cannot be relied upon to act on its commitments, Iranian Foreign Minister Mohammad Javad Zarif said on Saturday.

Iran has vowed to retaliate against the ISA extension, passed unanimously on Thursday, saying it violated last year's agreement with six major powers to curb its nuclear program in return for lifting of international financial sanctions.

Iran Kecam Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Saudi

KONFRONTASI-Aksi bom bunuh diri yang menghantam Arab Saudi, kemarin, ikut menuai kecaman keras dari Pemerintah Iran. Iran percaya serangan itu bukan hanya menargetkan situs suci Islam, tapi juga kaum Muslim Syiah.
 
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam kicauan di akun twitternya mengatakan, aksi terorisme ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersatu. Sebab, lanjut Zarif, saat ini teroris tidak lagi mengincar Sunni atau Syiah, tapi seluruh umat Muslim.
 

Nasib Presiden Assad Harus Ditentukan Rakyat Suriah

KONFRONTASI -  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan rakyat Suriah yang harus memutuskan masa depan Presiden Bashar al-Assad. Hal itu dikemukakan Zarif pada Sabtu (13/2) ketika berbicara kepada wartawan di kota Munich, Jerman, dalam menanggapi komentar sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir tentang masa depan Assad dan situasi politik di Suriah.

Iran: All sanctions to be annulled today

KONFRONTASI - Iran’s Foreign Minister Mohammad Javad Zarif says “all oppressive sanctions imposed against the Islamic Republic will be annulled today.”

“Today, with the submission of the report by the director general of the International Atomic Energy Agency (IAEA), the JCPOA will in fact become implemented, and after that, a joint statement… will be read out to announce the implementation,” Zarif told reporters on arrival in Vienna in reference to the Joint Comprehensive Plan of Action reached between Iran and the P5+1 group of countries last year.

Iran Minta Saudi Hentikan Segala Tindakan yang Bisa Picu Ketegangan

KONFRONTASI-Arab Saudi harus menghentikan upaya berkepanjangannya dalam membuat frustasi usaha Iran dalam mengurangi ketegangan di Timur Tengah, kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif seperti dikutip AFP. "Selama dua setengah tahun terakhir, Arab Saudi menentang diplomasi Iran," kata Zarif. "Arab Saudi telah melangkah melawan upaya-upaya kami dan mereka menentang kesepakatan nuklir, (sebuah sikap yang) sejalan dengan rezim Zionis," kata dia merujuk Israel.

Menlu Iran Terbang ke Wina untuk Perundingan Nuklir

Konfrontasi - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif akan terbang menuju Wina pada Jumat sore guna mengikuti perundingan bersama enam negara besar untuk menyelesaikan kesepakatan program nuklir Iran, kata kantor berita Iran, Kamis (25/6).

Menlu Amerika Serikat John Kerry juga akan menuju Wina pada Jumat, kata Kementerian Luar Negeri.

"Kepala delegasi nuklir Iran akan bertolak ke Wina pada Jumat petang untuk bergabung dalam tim perunding," tulis IRNA.

Menlu Iran Nyatakan Surat Senator Republiken Rusak Kesepakatan Nuklir

Konfrontasi - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan kepada ulama terkemuka pada Selasa (10/3) bahwa surat senator Republiken merusak kesepakatan nuklir dan mengikis kepercayaan Teheran dalam berhubungan dengan Amerika Serikat.

Pages