18 February 2020

Moeldoko

Kabinet Retak, Moeldoko dan Mahfud MD Sudah Berseberangan, “Ada Komunikasi Tak Baik di Istana

KONFRONTASI -    Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko berbeda pandangan dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenai langkah pemerintah Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Salah satunya terkait konflik etnis mayoritas muslim Uighur di Xinjiang, China.

Dalam keterangannya, Moeldoko menegaskan pemerintah Indonesia tidak akan mengintervensi atau ikut campur dalam permasalahan negara lain, termasuk masalah perdamaian Uighur.

Kasus Dugaan Minta Uang Rp1 Miliar di Polres Jaksel, IPW: Kapolda Harus Perintahkan Propam Periksa ‘Markus’ A

KONFRONTASI -    Kasus Budianto menunjukkan bahwa di lingkungan Polda Metro Jaya, khususnya di Polres Jakarta Selatan masih bebas berkeliaran para makelar kasus (Markus). Untuk itu Kapolda Metro Jaya harus memerintahkan Propam segera menuntaskan kasus Budianto ini secara Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya), dengan cara menangkap dan memeriksa markus A yang sempat diungkapkan Budianto saat diperiksa Propam.

Mentan Syahrul Sambut Baik Usulan Moeldoko Soal Keluarga Pelihara Ayam Konsumsi

Konfrontasi - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo setuju dengan saran yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko soal keluarga yang harus memelihara ayam untuk konsumsi. Menurut dia, dengan diterapkannya program itu bisa mencegah stunting.

“Saya kira ini bagus, nantinya anak-anak bisa terpenuhi kebutuhan pangan dan gizi melalui daging dan telur ayam,” ujar Syahrul kepada wartawan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019).

Seknas Jokowi: Lebih Baik Moeldoko Bantu Presiden

KONFRONTASI-Seknas Jokowi menyayangkan pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang menyebut partai pendukung dan relawan yang tidak tertampung di kabinet akan dimasukkan jadi staf KSP.

Anjing Penggonggong Istana dan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan buzzer alias para penggonggong. 

Saya lebih suka menyebut mereka dengan penggonggong. Bukankah perilaku orang-orang ini bak anjing yang menggonggong untuk melindungi tuannnya? 

Pada bagian lain, pensiunan jenderal bintang empat ini mengaku sudah menemui sejumlah penggonggong berpengaruh. Disebut berpengaruh karena para binatang, eh manusia ini punya banyak follower di akun medsos masing-masing. 

 

Tugas Selesai, Moeldoko Bubarkan `Buzzer Jokowi`

KONFRONTASI -  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan saat ini keberadaan buzzer atau pendengung sudah tidak diperlukan lagi. Kata dia, Buzzer muncul karena perjuangan menjaga marwah pemimpin yang didukung.

“Dalam situasi ini, relatif sudah enggak perlu lagi buzzer-buzzeran," kata Moeldoko seperti melansir tempo.co.

Menurut Moeldoko, yang diperlukan saat ini adalah dukungan politik yang membangun, bukan yang bersifat destruktif. Para pendengung, kata Moeldoko, selalu melemparkan kata-kata yang tidak enak didengar dan tidak enak di hati.

Kastaf Kepresidenan, Moeldoko Sebut Benny Wenda Dalangi Demo Rusuh di Papua

KONFRONTASI -  Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda merupakan dalang dari demonstrasi rusuh yang terjadi di Papua.

Selain itu, Moeldoko juga menyebut Benny Wenda turut melakukan mobilisasi diplomatik ke sejumlah negara.

"Jelas Benny Wenda itu. Dia mobilisasi diplomatik, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris," cetus Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/9).

Amnesti Jokowi untuk Baiq Nuril Segera Terbit

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengeluarkan keputusan terkait pemberian amnesti kepada terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Baiq Nuril Maknun. 

Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko  merespons keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyetujui pemberian amnesti untuk Baiq Nuril.

"Kami akan mengambil langkah berikutnya bagaimana menerbitkan amnesti (kepada Baiq Nuril)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/7). 

Bubarkan TKN, Erick Thohir Kumpulkan Para Sekjen Partai Koalisi Jokowi - Ma'ruf

KONFRONTASI - Para sekretaris jenderal partai koalisi pendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin akan mengadakan pertemuan atas undangan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, Kamis (25/7).

Menurut Wakil Ketua TKN Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko, dalam pertemuan itu kemungkinan akan dibahas acara pembubaran tim yang telah berhasil mengantarkan Jokowi ke periode kedua sebagai presiden RI.

Moeldoko Nilai Indonesia Diancam Narkoba dan Illegal Logging

Konfrontasi - - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berbicara tentang ancaman yang menghantui Indonesia saat ini. Menurutnya, beberapa hal yang mengancam Tanah Air saat ini adalah pembalakan liar atau illegal logging dan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk 'Siapa Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya'. Dia awalnya menyebut ada dua kategori ancaman, yakni tradisional dan nontradisional.

Pages