Melemah

Dow Jones & S&P 500 Melemah, Tertekan Saham Energi dan Boeing

KONFRONTASI -   Indeks Dow Jones dan S&P 500 berakhir melemah tipis pada perdagangan Selasa (13/11/2018) menyusul pelemahan saham saham energi dan Boeing, mengimbangi kenaikan kecil sektor teknologi dan harapan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 100,69 poin atau 0,4% ke level 25.286,49 dan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 4,04 poin atau 0,15% ke 2.722,18, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat hanya 0,01 poin ke 7.200,88.

Sentimen Italia Jadi Perhatian, Bursa Saham Eropa Melemah Hari Keempat

KONFRONTASI -  Bursa saham Eropa berakhir turun pada perdagangan Senin (22/10/2018), saat fokus pasar beralih pada respons Eropa terhadap rencana anggaran Italia.

Berdasarkan data Reuters, setelah mengalami sesi perdagangan yang fluktuatif, pergerakan indeks saham Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,3%, penurunan hari keempat berturut-turut.

Investor Gagal Move On dari Dolar AS, Rupiah Balik Melemah

KONFRONTASI -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang dibuka menguat ternyata tidak bertahan lama. Setelah pembukaan pasar spot, rupiah malah berbalik melemah. 

Pada Selasa (16/10/2018) pukul 09:02 WIB, US$ 1 di pasar spot dihargai Rp 15.210. Rupiah melemah 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin. 

Saat pembukaan pasar, rupiah menguat 0,13% dan dolar AS mampu didorong ke bawah Rp 15.200. Namun itu tidak bertahan lama, karena dolar AS menguat dan kembali ke kisaran Rp 15.200.
 

Analisis OSO Securities: IHSG Diperkirakan Melemah ke 5.621-5.733

KONFRONTASI - Pada perdagangan kamis (11/10), IHSG ditutup melemah sebesar 2,02% ke level 5.702,82. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, di mana sektor aneka industri dan keuangan memimpin pelemahan masing-masing sebesar 2,92% dan 2,68%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya: BBCA, BBRI, ASII, BMRI, UNVR.

Minyak Mentah Anjlok, Harga Batu Bara Terus Melemah

KONFRONTASI -   Harga batu bara melanjutkan reli pelemahan selama lima hari berturut-turut pada akhir perdagangan hari Kamis (11/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Desember 2018 ditutup melemah 1,24% atau 1,35 poin di level US$107,45 per metrik ton.

Adapun pada perdagangan Rabu (10/10), harga batu bara kontrak Desember 2018 berakhir di zona merah dengan pelemahan 2,20% atau 2,45 poin di level US$108,80 per metrik ton.

Ini Kata Oso Sekuritas: IHSG Bergerak Mixed Cenderung Melemah

KONFRONTASI -  Oso Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dengan pergerakan di kisaran 5.746 - 5.862.

Hal tersebut terindikasi dari IHSG yang ditutup candle
bullish dengan indikator Stochastic golden cross, MACD histogram bergerak ke arah positif dengan volume turun. 

Pada perdagangan kemarin (09/10), IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,62% ke level 5.796,79.

Rupiah Terus Melemah, Hari Ini Aktivis KAMMI Akan Kepung Istana

KONFRONTASI -  Aliansi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) se-Jabodetabek akan mengelar demonstrasi besar-besaran di depan Istana Negara, Jum'at (14/09/2018).

Aksi ini akan diikuti oleh ratusan aktivis dan simparisan KAMMI gabungan dari berbagai kampus se-Jabodetabek.

Aksi parlemen jalanan ini dipicu oleh keprihatinan atas beberapa persoalan perekonomian yang mencuat pada beberapa minggu terakhir, terutama terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhhadap dolar. 

Dinamika Harga Emas 10 September 2018: Pukul 09.56 WIB Spot Comex Melemah 0,5 Poin

KONFRONTASI   -    Harga emas Comex dibuka naik pada perdagangan pagi ini, Senin (10/9/2018).

Harga emas Comex kontrak Desember 2018 dibuka dengan kenaikan 0,02% atau 0,3 poin di level US$1.200,70 per troy ounce.

Pergerakannya lanjut menguat 0,70 poin atau 0,06% ke level US$1.201,10 per troy ounce pada pukul 06.50 WIB. Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.200,30-US$1.202,10 per troy ounce.

Pergerakan Bursa Saham 10 September 2018: IHSG Dibuka Melemah 0,27%

KONFRONTASI -  Pergerakan IHSG di awal pekan ini diestimasi akan kembali menghijau pascamenguat di akhir pekan kemarin.

Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG akan lanjutkan penguatan, pascaditutup menguat signifikan dalam perdagangan akhir pekan kemarin.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan indeks saham. Dengan demikian, indeks masih berpeluang menuju ke area resisten.

Waspada, Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Xiaomi Bakal Naik?

KONFRONTASI -  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah berdampak pada berbagai industri, tak terkecuali industri teknologi, namun produsen smartphone asal China, Xiaomi, berusaha untuk tidak membuat konsumen terbebani.

"Kami berusaha menyerap sebanyak-banyaknya yang kami bisa," ujar Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, dalam sesi tanya jawab seusai peluncuran Redmi 6A dan Redmi 6 di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Pages