9 April 2020

MA

Penolakan PKS Buahkan Hasil, Jazuli: Cacat Hukum, MA Batalkan Perpres Jokowi Soal Iuran BPJS Kesehatan

KONFRONTASI -   Salah satu perjuangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk rakyat melalui parlemen membuahkan hasil. Mahkamah Agung (MA) akhirnya membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Putusan lembaga pengadilan tertinggi di tanah air tersebut disambut baik tidak hanya oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI, Dr Jazuli Juwaini beserta jajaran kader dan simpatisan partai yang saat ini dinakhodai H Muhammad Sohibul Iman Ph.D tetapi juga rakyat Indonesia terutama masyarakat ekonomi lemah.

Tok! MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

KONFRONTASI -   Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS per 1 Januari 2020.

Kasus bermula saat Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) keberatan dengan kenaikan iuran itu. Mereka kemudian menggugat ke MA dan meminta kenaikan itu dibatalkan. Gayung bersambut. MA mengabulkan permohonan itu.

Polisi Berhasil Mengamankan Tersangka Penipuan Mengatasnamakan MA

KONFRONTASI -- 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, berawal dari laporan masyarakat Suripto dan Maikel dengan nomor LP /3399dan /4673 pada tgl 29/05 dan 29/07.

Putusan KPK dan MA Kontradiksi, Ini Kata Pengamat

KONFRONTASI - Ketua Bidang Hukum dan HAM Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Robby Anugerah Marpaung meminta KPK menjelaskan soal kontradiksi putusan yang ditetapkan dengan Mahkamah Agung (MA).

 

Dalam hal ini, KPK harus bisa menjelaskan mengapa tetap menetapkan Sjamsul Nursalim (SN) dan istrinya, Itjih Nursalim (IN) sebagai tersangka yang terkait Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT). Sementara, MA sudah membebaskan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu.

Jika ada Elite Gerindra Meradang atas Kasasi ke MA, adalah Wajar karena Rencana Kasasi ke MA sangat Dirahasiakan

KONFRONTASI- Jika ada elite Gerindra meradang atas Kasasi ke MA, adalah wajar karena rencana Kasasi ke MA sangat dirahasiakan utk mencegah manuver para agen ganda (utk tak mengatakan pengkhianat) yang eksis di Ring 1 Prabowo.

Kasasi Prabowo-Sandi Ke MA Bukan Laporan Baru

KONFRONTASI - Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi perkara pelanggaran terstruktur, sistematis dan massif (TSM) dalam penyelenggaraan Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, laporan tersebut bukanlah laporan baru. Tetapi, perbaikan dari laporan sebelumnya.

"Ini proses kasasi sebelum (gugatan ke) MK, yang (waktu itu) belum diterima oleh MA, karena ada syarat formil yang belum terpenuhi," ujar Dasco saat dihubungi wartawan, Rabu (10/7).

Ajukan Judicial Review ke MA Soal PKPU, Rachmawati Melawan Ketua KPU

KONFRONTASI -   Putri Presiden ke-1 RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri mengajukan gugatan uji materi terhadap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pasal 3 Nomor 5 Tahun 2019 ke Mahkamah Agung (MA), Senin (13/5/2019).

Rachmawati bersama Asril Tanjung yang menjabat sebagai anggota Komisi I DPR dibantu oleh kelompok pengacara Tim IX resmi mengajukan judicial review ke MA dengan nomor 44/djmt.5/hum/5/2019. Menurutnya PKPU Pasal 3 Nomor 5 Tahun 2019 itu telah cacat hukum.

Virus Pembiaran

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA

Banyak orang mengeluhkan rusaknya kondisi akhlak masyarakat di zaman ini. Korupsi merebak di segala lini. Perselingkuhan sudah teramat biasa terjadi. Pergaulan bebas di antara remaja yang sulit terkendali. Dan masih banyak lagi potret parahnya kondisi memprihatinkan perilaku para manusia belakangan ini.

Umat Islam Tidak Lagi Pemaaf...?

Oleh: Ust. DR. Urwatul Wusqo.LC,MA

Sebagian kaum muslimin pada saat ini ada yang bertanya, kenapa umat Islam tidak bersikap pemaaf pada saat sekarang ini sebagaimana dahulunya?

Dahulu nabi dihina, dicaci, dilempar dengan batu namun beliau memaafkan orang-orang yang berlaku demikian kepada beliau, namun sekarang kita lihat umat Islam susah memaafkan orang yang salah.

Tri Sukses Semu Ekonomi Presiden Jokowi

Oleh: DR. Fuad Bawazier, MA
Mantan Menteri Keuangan RI

Pertama, bahwa benar Indonesia telah masuk kedalam G-20 karena PDB (GDP) pada urutan ke 16 dengan nilai USD1Triliun (2017).

Dengan jumlah penduduk pada urutan No. 4 setelah China, India, dan USA, idealnya Indonesia pada urutan No.4 PDB. Sedangkan GDP berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP), Indonesia berada pada ranking 8.

Pages