17 September 2019

London

Ibu Hamil 8 Bulan di London jadi Korban Penusukan, Begini Kondisi Bayi

Konfrontasi - Tindakan keji dilakukan seorang pria berusia 37 tahun yang menusuk seorang ibu yang sedang hamil 8 bulan. Kasus penusukan yang menggemparkan itu terjadi di London, Inggris, Sabtu (29/6/2019) waktu setempat.

Pihak Kepolisian Inggris menyebutkan bayi yang dikandung ibu yang nahas itu kini dalam kondisi kritis.

Polisi menerima panggilan ke salah satu alamat di London selatan pada pukul 3:30 pagi, tempat mereka menemukan korban luka berusia 26 tahun. Bayinya dilahirkan dan dibawa ke rumah sakit.

Rendang Jadi Menu Favorit Buka Puasa di London

Konfrontasi - Ada yang tidak biasa di acara buka puasa Open Iftar yang diadakan Ramadan Tent Project dimana peserta buka puasa yang berjumlah tak kurang dari 400 orang tersebut mendapat suguhan menu masakan Indonesia yaitu berupa nasi putih berlauk rendang, mi goreng, capcay, dan tahu bumbu rujak yang diadakan di Tavistock Square, London.

Dari London ke Paris: Acara Esensial Musim Semi Layak Dikunjungi

London adalah yang terbaik di musim semi. Tetapi karena hari-hari bertambah panjang dan cuaca menghangat, bukan hanya pohon dan bunga yang mulai mekar. Adegan acara ibu kota kembali hidup dari bulan Maret, dan Paris sama bersemangatnya, penuh dengan festival, acara olahraga dan pembukaan pameran yang menarik.

Prabowo Sapa Relawan Paduka di London: We Must Work Hard Together

KONFRONTASI -   

Calon Presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto mengisi waktu diakhir pekan dengan menyapa para relawan Paduka (Pendukung Prabowo-Sandi UK) di London, Inggris dengan menggunakan aplikasi FaceTime. 

Kota London Jadi Lautan Manusia, Rakyat Inggris: Usir Trump dari Inggris

KONFRONTASI -     Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan di London pada hari Jumat yang membuat kawasan Ibu Kota Inggris itu seperti lautan manusia. Mereka menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Massa yang melambai-lambaikan spanduk dan memukul panci di jalan-jalan menyerukan agar pemimpin Amerika itu diusir dari Inggris.

Debut HIJUP UK di Perayaan Idul Fitri London

KONFRONTASI - HIJUP UK baru saja melakukan debutnya di pagelaran mode modest wear pada acara London Eid Festival atau Perayaan Hari Raya London. Merek mode yang sedang naik daun ini benar-benar mengguncang panggung dengan koleksi terbarunya dari beberapa desainer terkenal Indonesia seperti Dian Pelangi, Vivi Zubedi, Jenahara dan Ria Miranda. Kehadiran mereka memberikan pengalaman langsung bagi para fashionista untuk melihat langsung koleksi baju dan syal yang ada di situs toko online.

London Tutup 500 Gereja, Buka 423 Masjid Baru

KONFRONTASI-Islamisasi merayap di London hampir selesai, dengan ratusan pengadilan syariah resmi beroperasi di ibu kota Inggris ini, dan masjid-masjid dibuka di mana gereja-gereja Kristen yang terkenal telah berdiri selama ratusan tahun mengalami kemunduruan.

"London lebih Islami daripada banyak negara Muslim yang disatukan," menurut Maulana Syed Raza Rizvi, salah satu pengkhotbah Islam yang sekarang memimpin "Londonistan", sebagaimana dilaporkan wartawan Melanie Phillips

London Closes 500 Churches; Opens 423 New Mosques

KONFRONTASI-The creeping Islamization of London is almost complete, with hundreds of official sharia courts operating in the capital, and mosques opening where famous Christian churches have stood for many hundreds of years.

“London is more Islamic than many Muslim countries put together“,according to Maulana Syed Raza Rizvi, one of the Islamic preachers who now lead “Londonistan“, as the journalist Melanie Phillips has called the English capital. No, Rizvi is not a right-wing extremist.

Nobel Laureate for Literature,Wole Soyinka,  was less generous. Hecalled the UK “a cesspit for Islamists“.

“Terrorists can not stand London multiculturalism“, London’s mayor Sadiq Khan said after the deadly terror attack at Westminster last year. The opposite is true: British multiculturalists are feeding Islamic fundamentalism.

These 25 Selfies Taken Moments Before Tragedy Will Leave You Speechless

Above all, Londonistan, with its 423 new mosques, is being built on the sad ruins of English Christianity. Many iconic Christian churches in London have been converted into mosques.

Gatestone Institute reports: TheHyatt United Church was bought by the Egyptian community to be converted to a mosque. St Peter’s Church has been converted into the Madina Mosque. The Brick Lane Mosque was built on a former Methodist church. Not only buildings are converted, but also people. The number of converts to Islam has doubled; often they embrace radical Islam, as withKhalid Masood, the terrorist who struck Westminster.

The Daily Mail published photographs of a church and a mosque a few meters from each other in the heart of London. At the Church of San Giorgio, designed to accommodate 1,230 worshipers, only 12 people gathered to celebrate Mass. At the Church of Santa Maria, there were 20.

The nearby Brune Street Estate mosque has a different problem: overcrowding. Its small room and can contain only 100. On Friday, the faithful must pour into the street to pray. Given the current trends, Christianity in England is becoming a relic, while Islam will be the religion of the future.

In Birmingham, the second-largest British city, where many jihadists live and orchestrate their attacks, an Islamic minaret dominates the sky. There are petitions to allow British mosques to call the Islamic faithful to prayer on loudspeakers three times a day.

By 2020, estimates are that the number of Muslims attending prayers will reach at least 683,000, while the number of Christians attending weekly Mass will drop to 679,000. “The new cultural landscape of English cities has arrived; the homogenised, Christian landscape of state religion is in retreat”, said Ceri Peachof Oxford University. While nearly half of British Muslims are under the age of 25, a quarter of Christians are over 65. “In another 20 years there are going to be more active Muslims than there are churchgoers,” said Keith Porteous Wood, director of the National Secular Society.

Since 2001, 500 London churchesof all denominations have been turned into private homes. During the same period, British mosques have been proliferating. Between 2012 and 2014, the proportion of Britons who identify themselves as Anglicans fell from 21% to 17%, a decrease of 1.7 million people, while, according to a surveyconducted by the respected NatCen Social Research Institute, the number of Muslims has grown by almost a million. Churchgoers are declining at a rate that within a generation, their number will be three times lower than that of Muslims who go regularly to mosque on Friday.

Demographically, Britain has been acquiring an increasingly an Islamic face, in places such as Birmingham, Bradford, Derby, Dewsbury, Leeds, Leicester, Liverpool, Luton, Manchester, Sheffield, Waltham Forest and Tower Hamlets. In 2015, an analysis of the most common name in England showed it wasMohammed, including spelling variations such as Muhammad and Mohammad.

Most important cities have huge Muslim populations: Manchester (15.8%), Birmingham (21.8%) and Bradford (24.7%). In Birmingham, the police just dismantled a terrorist cell; there is also a greater probability that a child will be born into a Muslim family than into a Christian one. In Bradford and Leicester, half the children are Muslim. Muslims do not need to become the majority in the UK; they just need gradually to Islamize the most important cities. The change is already taking place. “Londonistan” is not a Muslim majority nightmare; it is a cultural, demographic and religious hybrid in which Christianity declines and Islam advances.

According to Innes Bowen, writingin The Spectator, only two of the 1,700 mosques in Britain today follow the modernist interpretation of Islam, compared with 56% in the United States. The Wahhabis control six percent of mosques in the UK, while the fundamentalist Deobandi control up to 45%. According to a survey from the Knowledge Center, a third of UK Muslims do not feel “part of British culture.”

Masjid di London Terima Sedekah Dalam Bentuk Bitcoin

KONFRONTASI-Mencari cara baru untuk menyumbangkan uang sebagai bagian sedekah selama Ramadhan? Sebuah masjid di ibu kota Inggris mau menerima donasi Anda dalam bentuk bitcoin.

Ini Rahasia Belasan Pondok Mungil Bercat Hijau Yang Menjadi 'Rumah' Bagi Sopir Taksi London

KONFRONTASI -  "Kami adalah komunitas peninggalan era Victoria," Henry, sopir taksi hitam ala London, berujar dengan nada bangga, seraya mengangkat topinya yang bermotif kotak-kotak.

Pagi itu langit London berwarna kelabu dan saya terjepit dalam bangunan mungil berwarna hijau di belakang meja berbentuk U yang sempit.

Di sekelilingku ada beberapa sopir taksi yang tengah menyeruput secangkir teh dan mengudap telur orak arik dan sosis.

Bilik kecil mungil di Russell Square ini adalah tempat para penjaga rahasia London bercengkerama - pengemudi taksi hitam yang otaknya dijejali peta setiap inci kota itu.

Ini adalah salah satu dari 13 tempat istirahat para sopir taksi yang tersisa di ibukota Inggris, dan hanya para pengemudi yang berlisensi yang diizinkan masuk.

Kabin hijau

Tiga belas tempat peristirahatan bersejarah para sopir taksi dapat ditemukan di berbagai sudut kota London.

Ide awal tempat untuk istirahat itu muncul pada akhir abad 19 saat George Armstrong, sebelum dia didapuk memimpin surat kabar The Globe, gagal mendapat taksi saat badai salju, sementara para kusir kereta kuda - taksi di zaman itu - menghabiskan waktunya di pub-pub terdekat.

Armstrong lantas menggandeng sejumlah lembaga amal, diantaranya Earl of Shaftesbury, untuk menemukan cara jitu agar para kusir kereta kuda itu menyudahi kebiasaan menenggak bir.

Kemudian digelontorkanlah dana untuk membangun semacam tempat peristirahatan bagi kusir kereta kuda. Akhirnya, pondok kayu pertama didirikan pada 1875 di kawasan St John's Wood. Saat ini bangunan itu masih berdiri dan tetap dimanfaatkan, kendatipun lebih dari 60 gubuk yang dibangun semenjak saat itu telah dirubuhkan.

Ukuran pondoknya kira-kira tak lebih besar dari gabungan seekor kuda dan keretanya, sesuai aturan kepolisian setempat, karena lokasinya di pinggir jalan raya. Di tempat itulah, para sopir yang tengah istirahat disediakan makanan, dan tentu saja diembel-embeli larangan menenggak alkohol, sumpah serapah, dan berjudi.

Lalu Perang Dunia I melanda Eropa. Para pengemudi berikut kendaraannya harus mengikuti wajib militer, dan ujungnya keberadaan taksi menurun dan tempat peristirahatannya terlantar. "Kami banyak kehilangan para kusir, kereta, serta kuda," kata Gary, salah seorang supir taksi yang saya ajak mengobrol di Russell Square.

Tidak digunakan dan ditelantarkan, pondok-pondok yang terbuat dari kayu oak itu membusuk dan akhirnya hancur. Ada sebagian luluh-lantak karena dihujani bom selama Perang Dunia II, sementara yang lainnya dibuldoser demi pelebaran jalan.

Kabin hijauDibangun di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20, pondok-pondok hijau itu menyediakan tempat beristirahat bagi para pengemudi taksi - dulu kusir kereta kuda.

Saat ini hanya tersisa 13 bilik, dan 10 diantaranya masih beroperasi. Bangunan kuno bersejarah ini masuk kategori Grade II, yang artinya perlu diberi perhatian khusus, dan harus dilestarikan.

Pondok-pondok kayu itu dikuasai oleh Worshipful Company of Hackney Carriage Drivers (WCHCD), serikat pekerja yang menaungi para sopir taksi.

Pages