27 February 2020

Laut Mediterania

Italia Angkat Ratusan Jenazah dari Kapal Karam di Laut Mediterania

KONFRONTASI-Para petugas penanganan darurat Italia telah mengangkat 217 jenazah dari lambung sebuah kapal yang karam di lautan Mediterania pada April 2015, kata Angkatan Laut Italia, Kamis.

Dalam tragedi tenggelamnya kapal tersebut, sekitar 500 migran dilaporkan tewas.

Kapal diangkat dari dasar laut dan dibawa ke sebuah markas angkatan laut di Sisilia tenggara pekan lalu.

Tempat tenggelamnya kapal berada sekitar 135 kilometer sebelah utara Libya, yang menjadi tempat pemberangkatan.

Italia Selamatkan 4.500 Migran di Laut Mediterania

KONFRONTASI-Petugas Badan Penjagaan Pantai Italia menyelamatkan sekitar 4.500 migran penumpang perahu-perahu karet dan sebuah kapal kayu di lautan Mediterania. Evakuasi tersebut berlangsung pada Selasa (5/7).

Demikian disampaikan Badan Penjagaan Pantai Italia, Rabu (6/7). Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), pada 2016, lebih dari 67.000 migran tiba di Italia melalui jalur laut. Jumlah tersebut belum termasuk 4.500 migran yang diselamatkan petugas Badan Penjagaan Pantai Italia.

Israel Harus Bayar Ganti Rugi Rp10,5 Triliun Kepada Lebanon

Konfrontasi - Pertempuran Israel melawan Hezbollah pada 2006 lalu membuat armada jet tempur Israel menggempur sebuah pembangkit listrik sehingga 15.000 ton minyak tumpah ke bagian timur Laut Mediterania hingga kini melebar sepanjang 120 kilometer dipesisir laut.

Resolusi yang dikeluarkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang meminta Israel membayar ganti rugi sebesar US$850 juta atau Rp10,5 triliun kepada Libanon atas tumpahan minyak selama perang dengan Hezbollah.

Inggris Tolak Bantu Selamatkan Imigran Laut Mediterania

Konfrontasi - Inggris menolak berpartisipasi dalam operasi Uni Eropa untuk mencari dan menyelamatkan imigran yang menyebrangi Laut Mediterania sebagai usaha untuk mencapai Eropa, kata perwakilan Kementerian Luar Negeri Inggris, Selasa (28/10).

Komentar tersebut dikeluarkan karena operasi laut Italia Mare Nostrum akan berakhir minggu ini.

Menanggapi pertanyaan yang diterbitkan situs House of Lords pada tanggal 15 Oktober, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa Menlu Inggris Joyce Anelay tidak akan membantu operasi pencarian tersebut.