kriminal

Delapan Oknum Brimob Penganiaya Dua Anggota TNI AD Sudah Ditangkap

KONFRONTASI - Sebanyak delapan oknum anggota Brimob yang diduga terlibat penusukan dua anggota TNI AD di tempat Billiard Al Diablo, Cimanggis, Depok, Kamis (7/6/2018) dinihari lalu, ditangkap polisi, Jumat (8/6/2018) malam.

Dua anggota TNI yang ditusuk dalam keributan di tempat biliar di Depok itu, adalah Serda Nikolas Kegomoi, anggota Yonkav 7/Sersus Kodam JayA, dan Serda Darma Aji, anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya.

Kok Tega-teganya Ibu Kandung Jual Anak Gadisnya Pada Hidung Belang

KONFRONTASI-Seorang ibu rumah tangga berinisial HPL (41) warga Kelurahan Sawentar, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar menjadi germo untuk anak kandungnya sendiri. DP yang masih berusia 15 tahun dijual untuk melayani nafsu pria hidung belang.

HPL ditangkap aparat Polres Blitar saat bertransaksi di kawasan Pasar Banggle, Kecamatan Kanigoro. "Yang bersangkutan (HPL) langsung kita amankan. Saat ini masih terus kita lakukan pemeriksaan," ujar Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy Hangga Putra kepada wartawan.

Pecat Oknum Guru Pelaku Pelacehan Seksual di Depok!

KONFRONTASI-Dinas Pendidikan (Disdik) Depok meminta agar oknum guru SDN Tugu 01 yang diduga melakukan pelecahan seksual terhadap anak didiknya dipecat. Tak itu saja, oknum guru tersebut juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.   

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohamad Thamrin mengatakan, sudah memanggil Kepala SDN 10 Tugu terkait laporan pelecehan seksual tersebut."Oknum guru yang menjadi pelaku tersebut bukan guru dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia berstatus honorer," kata Thamrin kepada wartawan Rabu (6/6/2018).

Pembuat KTP Palsu Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resort Seram Bagian Barat meringkus PS alias Pieter, seorang oknum pelaku yang diduga sebagai pembuat kartu tanda penduduk (KTP) asli tapi palsu (Aspal).

"Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku membuat KTP palsu dengan cara KTP miliknya discan lalu diganti dengan identitas orang lain, kemudian mengambil gambar atau foto calon korban dilakukan di rumah tersangka," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Rabu.

Tersangka pembuat KTP aspal ini juga memiliki sebuah rental di Kairatu, Kabupaten SBB yang dimanfaatkan untuk menjalankan operasinya.

"Yang bersangkutan selalu melakukan aktivitas edit foto serta identitas para korban di KTP yang sudah discan selanjutnya dicetak atau diprint menggunakan kertas foto lalu dipress menggunakan plastik pada rental tersebut," kata Ohoirat.

Terungkapnya kasus pembuatan KTP aspal oleh tersangka PS bermula dari pengaduan seorang ibu rumah tangga selaku saksi korban atas nama Aisa alias Ica (35).

Awalnya Ica mengetahui pembuatan KTP aspal tersebut dari ibu kandungnya sehingga dia pergi ke rumah tersangka dengan membawa satu lembar Kartu Keluarga.

Menurut Ohoirat, KK ini diserahkan kepada tersangka dan saksi kemudian difoto dan dijanjikan kembali keesikan harinya untuk mengambi KTP aspal yang sudah jadi.

Saksi juga disuruh membayar Rp120.000 untuk dua lembar KTP aspal yang dibuat terdakwa yaitu untuk saksi Ica dan suaminya Gustam Mangitu, dan pengurusan KTP ini dilakukan karena Ica dan suaminya belum pernah membuat KTP Elektronik.

Tetapi KTP aspal yang dibuat tersangka ternyata tidak bisa digunakan untuk pengurusan segala sesuatu karena dinyatakan palsu dan selalu ditolak.

Pages