Kim Jong Un

Pejabat Intelijen AS Sebut Kim Jong Un Tak Gila

KONFRONTASI - Meskipun berulang kali melancarkan provokasi dan terlibat dalam retorika yang sengit, pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak gila.

"Kim Jong-un adalah aktor yang sangat rasional," kata Deputi Asisten Direktur Pusat Intelijen AS (CIA) untuk Pusat Misi Korea, Yong Suk Lee, Rabu (4/10/2017).

"Terlepas dari gertakan dan retorika, Kim Jong Un tidak berkeinginan untuk berhadapan langsung dengan komando pasukan gabungan (AS dan Korea Selatan)."

Kim Jong Un Klaim Kekuatan Militer Korea Utara Hampir Setara Dengan AS

Konfrontasi - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengatakan kekuatan militer negaranya tak lama lagi mencapai "ekuilibrium" dengan Amerika Serikat.

Pernyataan Kim Jong Un keluar hari ini setelah Korea Utara melepaskan lagi sebuah rudal balistik ke arah Jepang kemarin pagi (Jumat, 15/9/2017). 

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa dengan tegas mengecam peluncuran rudal balistik itu dengan menyebutnya "sangat provokatif".

Jepang Dukung AS Beri Sanksi Batasi Pasokan Minyak Korut

Konfrontasi - Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera menyatakan dukungannya terhadap AS untuk memberikan sanksi pembatasan pasokan minyak ke Korea Utara. Dia memperingatkan, kemajuan rezim Korut dalam teknologi rudal telah menyulitkan Jepang.

"Situasi keamanan Jepang semakin parah. Mungkin ini adalah keadaan paling serius dalam periode pasca perang," kata Onodera, dikutip Bloomberg, Minggu (10/9/2017).

Sri Mulyani Sebut Donald Trump dan Kim Jong Un Ancaman Geopolitik Dunia

Konfrontasi - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut ancaman geopolitik dunia saat ini adalah ketegangan hubungan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Kondisi ini dapat memengaruhi perekonomian global.

Masyarakat Korsel Yakin Korut Tak Berani Memulai Perang, Ini Buktinya

Konfrontasi - Kekhawatiran Korea Utara (Korut) akan memulai perang nuklir tampaknya hanya dirasakan elite pemimpin dunia. Masyarakat biasa justru tak percaya negara pimpinan Kim Jong Un itu berani macam-macam.

Menurut survei Gallup Korea, sebanyak 58 persen warga Korea Selatan menilai Korut tak mungkin memulai perang. Hanya 37 persen yang menjawab sebaliknya.

Padahal, negara mereka adalah musuh bebuyutan dan tetangga terdekat Korut. Jika perang benar-benar terjadi, Korsel bisa dipastikan menderita kerusakan yang tak kecil.

Ironisnya lagi, Seoul baru saja meningkatkan kesiagaan karena mendapat informasi Korut akan meluncurkan Intercontinental Ballistic MIssile (ICBM) besok, Sabtu (9/9/2017).

Empat sistem antirudal Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) baru dipasang di Seongju County untuk mengantisipasi serangan tersebut.

Bagaimana Nasib Para Wanita yang Membunuh kakak Tiri Kim Jong Un?

KONFRONTASI -  Para pembunuh Kim Kong-nam, kakak tiri Pimpinan Korea Utara, sepertinya akan menjadi tokoh yang dicatat dalam sejarah. Atas aksinya tersebut, dua wanita itu saat ini tengah menghadapi persidangan di Malaysia.

Rekam jejak CCTV dari terminal keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia tidak bisa dilupakan. Seorang pria paruh baya didekati oleh dua orang wanita dari belakang. Keduanya melakukan aksi manuver yang aneh, yakni mengusap wajah sang pria dengan cukup keras.

Busyet, Kim Jong Un Rogoh Rp45,3 Miliar untuk Beli Pakaian Dalam Wanita, Buat Siapa?

KONFRONTASI-Selain masalah nuklir, Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un baru-baru ini menjadi sorotan dunia internasional lantarkan mengeluarkan dana hingga 2,7 juta pound sterling atau setara Rp 45,3 miliar untuk membeli pakaian dalam para wanita penghibur.

Melansir Thesun.co.uk, Sabtu (6/5/2017), besar anggaran yang dikeluarkan Kim Jong Un untuk wanita penghibur ini lebih besar dua kali lipat dari 2015.

Data yang dikeluarkan International Trade Centre menyebutkan, uang itu juga digunakan untuk membeli peralatan khusus yang bisa digunakan gadis penghibur saat bekerja.

Kim Jong Un dan tangan kanannya memang memiliki kelompok wanita penghibur khusus yang bertugas untuk memanjakan nafsu kalangan elit pemerintahan Korut. Disebut Gippeumjo atau 'Pleasure Squad', kelompok itu terdiri dari 2.000 gadis muda.

Dalam proses perekrutannya, mereka dipilih secara acak oleh tentara-tentara Korut yang terkadang diambil dari sekolahnya. Ada di antara mereka bahkan yang masih berusia 13 tahun.

Para gadis yang tergabung dalam kelompok ini menjalani pelatihan selama beberapa bulan untuk mengasah kemampuan memijat, menyanyi, dan menari secara profesional.

Semenanjung Korea Memanas: Korsel-AS Latihan Militer, Korut Latihan Peluncuran Rudal

KONFRONTASI  -  Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), secara langsung telah mengawasi pelatihan peluncuran rudal balistik oleh Tentara Rakyat Korea (KPA), kata Korean Central News Agency (KCNA), Selasa (6/3).

Yang terlibat dalam pelatihan tersebut adalah Satuan Artileri Hwasong di Pasukan Strategis KPA, "yang bertugas menyerang pangkalan pasukan agresor imperialis AS di Jepang ...", kata laporan itu.

Awal Mula Siti Aisyah Jadi Terduga Pembunuh Saudara Tiri Kim Jong Un

Konfrontasi - Nama Siti Aisyah menarik perhatian dunia setelah ia diduga menjadi salah satu tersangka pembunuhan Kim Jong-nam di Malaysia. Sebelum insiden mengerikan tersebut terjadi, Siti diketahui hidup di sebuah rumah petak kecil di pertigaan gang kecil dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Parasnya yang cantik memikat hati putra sang majikan, Gunawan Hasyim. Keduanya menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki.

Pembunuhan Kim Jong-Nam, Korut Sering Gunakan Racun untuk Habisi Musuh

Konfrontasi - Semprotan beracun diduga digunakan dalam pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. Rezim Korut yang dicurigai berada di balik pembunuhan ini diketahui kerap menggunakan racun dalam aksi rahasia menghabisi musuh-musuh di luar negeri.

Pages