Jokowi

Miris, di Tengah Derita Rakyat, Jokowi Masih Pentingkan Pencitraan

KONFRONTASI-Jutaan bantuan sembako tengah disiapkan pemerintah untuk keluarga miskin dan rentan miskin yang terimbas pandemik Covid-19. Namun distribusi bantuan itu tersendat saat pengepakan.

Alasannya, karena tas merah putih bertulis “Bantuan Presiden” belum rampung dibuat.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menilai, fenomena itu semakin menunjukkan bahwa Presiden Jokowi masih mementingkan pencitraan dibandingkan mengatasi penderitaan rakyat.

Pengamat: Menyedihkan Punya Presiden yang Tak Mau Dikoreksi

KONFRONTASI-Pembagian sembako yang dilakukan Presiden Joko Widodo di jalan raya di tengah kondisi pandemik Covid-19 telah merusak citra dan wibawa sebagai bangsa yang beradab.

Demikian disampaikan pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, saat menanggapi aksi Jokowi yang kembali viral itu.

"Niat baik oke, tapi caranya tidak elok. Sudah banyak diingatkan orang bahwa itu salah, cara lempar-lempar (sembako) ke rakyat. Tetapi tetap, tingkah laku yang tak elok ini dipertahankan," ujarnya dilansir RMOL.id, Selasa (28/4).

Pengamat: Bupati Saja Bisa Melawan, Bukan Mustahil Rakyat Juga Akan Melawan

KONFRONTASI-Jiwa leadership pimpinan lembaga negara yang kacau bukan hanya membuat Bupati melakukan perlawanan, bukan tidak mungkin rakyat juga akan ikut melawan.

Pernyataan itu disampaikan oleh pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, usai melihat kritikan sekaligus kekecewaan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar, terkait kebijakan para menteri Presiden Joko Widodo yang saling berbenturan serta lambatnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) turun ke masyarakat.

Jokowi Bagi-bagi Sembako Lagi, Rizal Ramli Menulis Kalimat Sentilan Mengingatkan

KONFRONTASI -   Aksi Presiden Jokowi yang kembali membagi-bagikan sembako kepada masyarakat pada Minggu (26/4), mendapat sindiran keras dari ekonom senior Rizal Ramli.

Diketahui, kali ini Presiden ketujuh RI itu membagikan sembako di tengah pandemik virus Corona (Covid-19), ketika melewati Jalan Raya Kedung Halang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/4).

Banyak Lockdown yang berhasil Sukses, Presiden Jokowi terlalu gengsi untuk mengakui

Oleh : Syafril Sjofyan

 

 

Rakyat di kota Wuhan, Propinsi  Hubei  China kini bergembira ria setelah mereka secara ketat dan disiplin selama 3 bulan “dikunci” dirumahnya.  Semua kegiatan  termasuk industri angkutan jenis apapun tanpa kecuali di lockdown. Hasilnya kini tidak satupun yang positip Covid-19. Di Vietnam yang dekat perbatasan China malah lebih awal bisa menepuk dada. Tidak satupun warganya yang meninggal akibat Covid-19. Mereka  menerapkan Lockdown. 

Telepon Jokowi, Presiden Iran Tegaskan Siap Kerja Sama Perangi Corona

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani pada Senin (27/4) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Selain mengucapkan selamat Ramdhan, Rouhani juga berharap Ramadhan tahun ini bisa membawa berkah terbaik bagi seluruh umat Islam di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19).

Prabowo Tak Perlu Puja-puji Jokowi, Cukup Kerja Saja yang Baik Sebagai Menhan

KONFRONTASI-Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam curiga atas pernyataan Prabowo Subianto yang memberikan pujian kepada Presiden Joko Widodo.

Padahal kata Saiful, pujian tersebut tidak perlu keluar dari sosok Prabowo Subianto, melainkan untuk membuktikan kerjanya sebagai Menteri Pertahanan.

"Prabowo mengatakan demikian hanya ingin diakui bahwa ia juga bekerja dan mendukung pemerintahan Jokowi, menurut saya tidak perlu, buktikan saja dengan kerja," ucap Saiful Anam dilansir RMOL.id, Senin (27/4).

Susi Bela Rizal Ramli yang Dianggap Sampah Sebut Jokowi Minta Bantuan

KONFRONTASI -   Belakangan, nama Rizal Ramli ramai di media sosial. Hal ini berkaitan dengan kritikan-kritikan tajam ke pemerintah soal penanangan Virus Corona COVID-19.

Ekonom senior itu mendesak pemerintah agar menghentikan dulu proyek pembangunan infrastruktur di tengah wabah COVID-19. Kemudian, anggarannya dialihkan untuk penanganan percepatan virus tersebut.

Rizal Ramli Bicara Geopolitik Kebangkitan India, Vietnam dan Meksiko, ‘Buzzer’ Tidak Nyambung, malah Tersesat Bahas SARA

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli dituding rasis ketika dalam acara ILC TVONe, 21 April lalu. Padahal ia meminta rezim Jokowi berhenti menjadi antek Cina. RR, ekonom senior itu, menekankan pentingnya politik luar negeri bebas aktif.

Smith Alhadar, Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education (IDE) menilai tidak ada yang salah dari pernyataan Rizal Ramli. Sebab, pernyataannya merujuk Cina sebagai negara, bukan ras.

Skandal Ruangguru dan Kontroversinya: Masak Sih Pak Jokowi Tidak Tahu?

KONFRONTASI- Media menyingkapkan bahwa Ruangguru dikabarkan ternyata perusahaan Asing dari Singapura. Nyatanya, meski dimiliki anak bangsa, tapi ruang guru adalah perusahaan asing. Selain itu, ruang guru baru saja diakuisisi oleh sebuah konsorsium, yang membuat rakyat kecewa atau marah, menyumpahi dan geram sekali atas skandal kebusukan KKN ini.

Pages