Jaya Suprana

Menertawakan Diri Sendiri

 OLEH: JAYA SUPRANA*

GEGARA pageblug Corona, saya memperoleh cukup banyak kesempatan mengenang masa lalu. Antara lain pada masa studi di Jerman, sebagai pengagum kaum Jesuit non tersohor cendekia itu kebetulan saya beruntung kos di asrama mahasiswa kaum Jesuit.

Mengusir Bencirona dan Corona

OPINI-Jauh sebelum pageblug Corona, umat manusia sudah dilanda pageblug yang jauh lebih bengis membinasakan jutaan manusia. Yaitu pageblug Bencirona yang menjangkiti umat manusia sehingga tak segan untuk saling menghujat, saling memfitnah, saling melakukan kekerasan ragawi bahkan saling membinasakan.

Wabah virus Bencirona menyebar penyakit angkara murka sehingga jutaan umat manusia saling membunuh dengan penuh kebencian.

Kebencian

Jaya Suprana: Rizal Ramli Cocoknya Jadi Presiden atau Wapres Biar Ekonomi Indonesia Cepat Meroket

KONFRONTASI-Budayawan Jaya Suprana menilai ekonom senior DR. Rizal Ramli memiliki posisi yang unik dalam landskap politik nasional terkini. Rizal Ramli memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam pemerintahan, dan terbukti mempunyai kecakapan dalam membenahi persoalan ekonomi yang tengah dihadapi bangsa ini.

Selain itu, Rizal Ramli juga memiliki pergaulan yang baik di kalangan elite politik, dan berpotensi menjadi tokoh pemersatu bangsa karena tidak memiliki kepentingan sempit untuk diri sendiri dan kelompok.

Umat Islam Bukan Hanya Afghanistan, Uzbekistan Tapi Juga di Londonistan

Oleh: Jaya Suprana .  

 

SAYA memang tahu ada nama Pakistan, Afghanistan, Turkistan, Kazhakstan, Kirgistan, Uzbekistan dan lain-lain nama berakhiran “stan”. Namun saya tidak tahu bahwa ternyata ada pula nama Londonistan.

Ternyata Londonistan adalah julukan terbaru bagi sebuah kota yang bernama London . Yang menciptakan julukan Londonistan adalah jurnalis terkemuka, Melanie Phillips, demi melukiskan betapa besar pengaruh Islam terhadap ibukota Inggris di masa kini.  

Jangan Fitnah Bangsaku!

Oleh: Jaya Suprana*

Akibat Basuki Tjahaja Purnama dinyatakan bersalah melakukan penistaan agama maka dijatuhi hukuman 2 tahun kemudian diwajibkan masuk rumah tahanan, maka bangsa, negara dan rakyat Indonesia dihujat sebagai rasis, intoleran, anti pluralis, diskriminatif serta aneka ragam keburukan lain-lainnya.

Pages