10 December 2018

Jamal Khashoggi

Senator AS Sebut Putra Mahkota Saudi Terlibat Dalam Pembunuhan Khashoggi

KONFRONTASI-Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman "terlibat" dalam pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi, kata seorang senator AS pada Selasa (4/12).

Senator Lindsey Graham mengatakan penguasa de fakto Kerajaan Arab Saudi tersebut tentu bertanggung jawab atas kematian Jamal Khashoggi.

"Putra Mahkota itu adalah bola penghancur. Saya kira ia terlibat dalam pembunuhan Khashoggi sampai tingkat paling tinggi," kata Graham kepada wartawan setelah penjelasan intelijen oleh Direktur CIA Gina Haspel.

Bertemu Putra Mahkota Saudi, PM Inggris akan Bahas Pembunuhan Khashoggi

KONFRONTASI-Perdana Menteri Inggris Theresa May berencana mengangkat pembunuhan Jamal Khashoggi serta situasi di Yaman sebagai topik pembicaraan dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada KTT G20 di Argentina, katanya, Kamis (29/11).

Kedatangan Pangeran Mohammed, yang merupakan penguasa sebenarnya di Kerajaan Saudi, pada pertemuan puncak negara-negara industri itu penuh dengan perdebatan soal Khashoggi. Wartawan Arab Saudi itu dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober.

Trump Salahkan Dunia Soal Pembunuhan Khashoggi

Konfrontasi - Pemerintah Turki terang-terangan mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuding suami Melania itu sengaja tutup mata terhadap kasus pembunuhan Jamal Khashoggi hanya demi materi.

Pernyataan tersebut dilontarkan Cavusoglu setelah Trump menegaskan bahwa Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) tidak memerintahkan pembunuhan.

Menlu Turki Sebut Donald Trump Tutup Mata soal Pembunuhan Jamal Khashoggi

Konfrontasi - Turki, pada Jumat 23 November 2018, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump bermaksud untuk "menutup mata" soal pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Komentar itu mengemuka setelah Trump mengatakan bahwa kasus tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan Washington dengan Riyadh.

Usut Kematian Khashoggi, Turki Kemungkinan Libatkan PBB

KONFRONTASI-Turki kemungkinan akan meminta Perserikatan Bangsa-bangsa untuk secara resmi melakukan penyelidikan soal pembunuhan Jamal Khashoggi jika kerja sama dengan Arab Saudi menghadapi jalan buntu, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Selasa (20/11).

Menlu mengungkapkan bahwa Turki tidak sepenuhnya puas dengan tingkat kerja sama yang diberikan Riyadh soal kematian wartawan tersebut.

Donald Trump Sebut Pembunuhan Jamal Khashoggi ‘Isi Rekaman Suara Bengis, Keji dan Mengerikan’

KONFRONTASI -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah mendapat briefing penuh sehubungan dengan rekaman suara pembunuhan wartawan kondang Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada tanggal 2 Oktober lalu.

Tetapi dikatakannya ia tidak mendengarkannya sendiri rekaman itu.

CIA Tuding Putra Mahkota Saudi Dalang Pembunuhan Khashoggi

Konfrontasi - Badan intelijen Amerika Serikat, CIA, yakin bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman, memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, sebut media AS.

Sumber yang dekat dengan badan intelijen itu menyebut CIA sudah menganalisa bukti-bukti yang ada secara mendetail.

Kendati tidak terdapat bukti yang mengarahkan pembunuhan itu secara langsung terhadap sang pangeran, namun pejabat AS mengatakan operasi tersebut membutuhkan persetujuan putra mahkota.

Kerajaan Arab Saudi membantah tudingan tersebut dan mengatakan Pangeran Mohammad bin Salman tidak mengetahui mengenai upaya pembunuhan tersebut.

Saudi bersikukuh Khashoggi terbunuh dalam aksi ‘operasi liar’.

Di sisi lain, pada Sabtu (17/11/2018) Wakil Presidan AS Mike Pence bersumpah akan membuat pembunuh Khashoggi bertanggung jawab.

Berbicara di sela-sela konferensi tingkat tinggi di Papua Nugini, Pence mengatakan AS akan “berusaha dengan sekuat tenaga mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.”

Khashoggi tewas di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober silam. Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

Turki menyebut perintah pembunuhan itu datang dari tingkat tertinggi pemerintahan Saudi.

Koran The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja, menyebut pemeriksaan CIA sebagian berdasarkan pada panggilan telepon dari kakak putra mahkota, Pangeran Khaled bin Salman, yang merupakan duta besar Saudi untuk AS.

Pangeran Khaled diduga menghubungi Khashoggi atas perintah putra mahkota dan meyakinkan sang jurnalis bahwa aman baginya untuk mendatangi konsulat.

Namun, Pangeran Khaled mengatakan dia sudah tidak berkomunikasi dengan Khashoggi nyaris selama satu tahun. Dia juga membantah ‘menganjurkan’ Khashoggi – yang tengah berada di London untuk mengikuti konferensi sebelum menghilang – untuk pergi ke Turki demi alasan apapun.

Gedung Putih maupun Kementerian Luar Negeri AS belum berkomentar apapun terkait perkembangan yang dilaporkan CIA, namun sumber menyebut kedua lembaga pemerintahan itu sudah mendapat informasi mengenai kesimpulan CIA.

Selain itu, CIA juga memeriksa panggilan telepon kepada asisten senior Pangeran Mohammad bin Salman, dari tim yang melakukan pembunuhan.

Sumber dari media AS menekankan bahwa tidak ada satu pun bukti yang mengarah langsung pada putra mahkota, namun CIA yakin pelaksanaan operasi tersebut membutuhkan persetujuannya.

“Pemahaman yang bisa diterima adalah tidak mungkin hal ini terlaksana tanpa sepengetahuan ataupun persetujuan putra mahkota,” tulis The Washington Post, mengutip sumber tersebut.

Apa kata Saudi tentang pembunuhan Khashoggi?

Trudeau: Canada has heard Turkish recordings on Khashoggi's killing

KONFRONTASI-Canadian intelligence has listened to Turkish recordings of what happened to Jamal Khashoggi, the Saudi journalist killed in Istanbul, said Canada Prime Minister Justin Trudeau, although Trudeau added that he himself had not listened to them.

Khashoggi, a critic of Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman, was killed at the kingdom’s Istanbul consulate by a team sent from Riyadh. Saudi authorities have acknowledged that the killing was premeditated, but his body has not been found.

My Fiancé Jamal Khashoggi Was a Lonely Patriot

His ideas will reverberate from Turkey to Saudi Arabia and beyond. Oppression never lasts forever. Tyrants eventually pay for their sins

 

 

By Hatice Cengiz Ms. Cengiz

Diincar Sejak 2015, Berikut Fakta Menarik di Balik Pembunuhan Jamal Khashoggi

KONFRONTASI -  Putra mahkota Arab Saudi, Mohammad bin Salman (MBS), rupanya telah mengincar Jamal Khahsoggi sejak 2015.

Jamal Khashoggi menjadi target MBS selama tiga tahun lalu ketika ia terjebak dalam perselisihan antara dua kubu dalam keluarga kerajaan Saudi, menurut seorang pengusaha dekat dengan kerajaan-kerajaan Arab, seperti dilansir dari Dailymail.co.uk, Kamis (1/11/2018).

Pages