18 March 2019

Islam

Geliat Islam di Rusia

KONFRONTASI-Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menggelar kuliah umum dengan mendatangkan narasumber Dubes Republik Rusia di Jakarta, Lyudmila Georgievna Vorobieva. Dalam diskusi bertema "Rusia di Pusaran Dunia" ini juga sempat membahas tentang kehidupan umat Islam di Rusia.

Menurut Lyudmila, tidak ada masalah umat Islam menjalankan agamanya di Rusia dan antara umat Islam dan kristen bisa hidup harmonis. "Muslim dan Kristiani hidup Harmoni dan saling berinteraksi antar perbedaan agama," ujat Lyudmila saat menjadi pembicara dalam diksusi yang digelar di Kantor CDCC, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina CDCC, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa Islam di Rusia itu merupakan elemen dari kehidupan rakyat Rusia secara keseluruhan. Karena, menurut dia, dilihat dari jumlahnya, umat Islam di Rusia ada sekitar 25 juta dan meningkat dari tahun ke tahun. 

"Jumlahnya banyak sekitar 20 bahkan sampai 25 juta,  nyaris seperempat dari jumlah penduduk Federasi Rusia," ujar Din saat diwawancara Republika.co.id usai diskus

Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) menggelar kuliah umum dengan mendatangkan narasumber Dubes Republik Rusia di Jakarta, Lyudmila Georgievna Vorobieva. Dalam diskusi bertema "Rusia di Pusaran Dunia" ini juga sempat membahas tentang kehidupan umat Islam di Rusia.

Menurut Lyudmila, tidak ada masalah umat Islam menjalankan agamanya di Rusia dan antara umat Islam dan kristen bisa hidup harmonis.

"Muslim dan Kristiani hidup Harmoni dan saling berinteraksi antar perbedaan agama," ujat Lyudmila saat menjadi pembicara dalam diksusi yang digelar di Kantor CDCC, Jakarta Selatan, Selasa (3/7).

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina CDCC, Din Syamsuddin menjelaskan bahwa Islam di Rusia itu merupakan elemen dari kehidupan rakyat Rusia secara keseluruhan. Karena, menurut dia, dilihat dari jumlahnya, umat Islam di Rusia ada sekitar 25 juta dan meningkat dari tahun ke tahun. 

"Jumlahnya banyak sekitar 20 bahkan sampai 25 juta,  nyaris seperempat dari jumlah penduduk Federasi Rusia," ujar Din saat dilansir Republika.co.id

Karena itu, Islam diprediksi akan menjadi agama utama di Rusia pada tahun 2050 mendatang. Menurut Din, prediksi ini juga senada dengan hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Centre yang menyebutkan bahwa populasi umat muslim di Eropa akan mencapai 75 juta jiwa pada 2050. 

"Secara umum survey itu menyatakan bahwa baik pada 2050 pemeluk Islam di dunia ini tetap akan menjadi agama kedua terbesar di dunia, mendekati sedikit saja Kristen," ucapnya. 

Di Rusia sendiri, menurut Din, sudah mempunyai modal untuk menjadikan Islam semakin berkembang. Pasalnya, umat Islam di Rusia bukan lah pendatang seperti halnya di negara Eropa lainnya. "Karena itu tidak mustahil (2050 Islam akan menjadi agama utama di Rusia). Tapi bagi saya tidak begitu penting besar atau tidak secara kuantitatif, yang penting dari kualitatif," kata Din.

Lebih jauh, Din mengatakan bahwa umat Islam di Rusia banyak yang berada di beberapa Republik atau negara-negara bagian Rusia, sehingga sangat potensi untuk terus meningkat. "Kalau tidak salah enam atau tujuh negara bagian yang umat Islamnya mayoritas. Bahkan salah satunya merupakan republik terbesar di federasi Rusia yaitu Tatarstan yang mayoritas penduduknya beragam islam dan bahkan presidennya pun muslim (Rustam Minnikhanov)," jelas Din.

Din sendiri mengaku sudah dua kali berkunjung ke Ibu Kota Tatarstan, Kazan. Selain di Tatarstan, menurut dia, masih banyak negara bagian di Rusia yang mempunyai otonomi khusus Islam karena penduduknya mayoritas Islam. 

"Maka di semua negara bagian itu yang mayoritas muslim itu, termasuk federasi Rusia itu ada muftinya, baik federal maupun masing-masing negara bagian. Kebetulan saya sering ketemu dengan mufti Rusia maupun mufti dari negara bagian tadi itu," kata Din.

Dengan banyaknya umat Islam di Rusia, tambah Din, tak herak jika masjid juga banyak berdiri di negeri beruang putih tersebut. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin telah meresmikan Masjid Agung Moskow pada 2015 silam. Masjid yang terletak di dekat stadion Olympic ini mampu menampung 10 ribu jamaah dan menjadi masjid terbesar di daratan Eropa.

"Karena menjadi elemen dari kebudayaan Rusia, Islam juga banyak mempengaruhi, baik dari sisi busana ataupun makanan," ucapnya.

Karena itu, Islam diprediksi akan menjadi agama utama di Rusia pada tahun 2050 mendatang. Menurut Din, prediksi ini juga senada dengan hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Centre yang menyebutkan bahwa populasi umat muslim di Eropa akan mencapai 75 juta jiwa pada 2050. 

"Secara umum survey itu menyatakan bahwa baik pada 2050 pemeluk Islam di dunia ini tetap akan menjadi agama kedua terbesar di dunia, mendekati sedikit saja Kristen," ucapnya. 

Di Rusia sendiri, menurut Din, sudah mempunyai modal untuk menjadikan Islam semakin berkembang. Pasalnya, umat Islam di Rusia bukan lah pendatang seperti halnya di negara Eropa lainnya. "Karena itu tidak mustahil (2050 Islam akan menjadi agama utama di Rusia). Tapi bagi saya tidak begitu penting besar atau tidak secara kuantitatif, yang penting dari kualitatif," kata Din.

Lebih jauh, Din mengatakan bahwa umat Islam di Rusia banyak yang berada di beberapa Republik atau negara-negara bagian Rusia, sehingga sangat potensi untuk terus meningkat. "Kalau tidak salah enam atau tujuh negara bagian yang umat Islamnya mayoritas. Bahkan salah satunya merupakan republik terbesar di federasi Rusia yaitu Tatarstan yang mayoritas penduduknya beragam islam dan bahkan presidennya pun muslim (Rustam Minnikhanov)," jelas Din.

Pandangan Presiden Rusia Vladimir Putin Terhadap Islam

KONFRONTASI -    Oliver Stone ( OS ) bertanya pada Vladimir Putin Presiden Rusia

OS: " Di Rusia banyak muslim, bgmn Pemerintah mengawasi muslim di Rusia?"

Putin:"Mengapa muslim harus diawasi? Rakyat Rusia banyak yg Muslim. Di Moskow ada 15% muslim. Tidak pernah ada masalah"

Kami tdk pernah menganggap muslim sebagai masalah. Itu hanya politik Amerika dan sekutunya. Terorisme misalnya, kapan Islam mulai diidentiknya dengan terorisme? Setelah perang dingin berakhir. Amerika butuh musuh baru agar industrinya berputar", kata Putin

Antropolog: Islam dan Budaya Arab Harus Dilihat Secara Terpisah

KONFRONTASI- Antropolog dari King Fahd University for Petroleum and Minerals Arab Saudi, Sumanto Al Qurtuby, mengatakan intoleransi tumbuh subur dui Indonesia karena beberapa hal. Pertama umat Islam cenderung tidak bisa membedakan antara Islam sebagai sebuah ajaran normatif dengan Islam sebagai manifestasi kebudayaan dan produk politik kekuasaan.

Antara Bunda Maria dan Maryam: Studi Komparatif

Oleh: Ika Yunia Fauzia*

Pandangan Islam mengenai Bunda Maria (Maryam)

KONFRONTASI- Selama bulan Ramadhan, Al Arabiya English menerbitkan serangkaian profil tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah Islam.

Maryam – semoga damai menyertainya – adalah satu-satunya wanita yang menjadi nama surat di dalam Alquran. Dalam kepercayaan Islam, umat Islam percaya bahwa Tuhan telah menyucikan Maryam, dan memilihnya di atas semua wanita di dunia, untuk memberikan kabar baik tentang seorang anak yang suci, Nabi Isa.

Akhirnya Islam Runtuh

Oleh: Ari Chandra Kurniawan

Hanya dengan kekuatan 200.000 tentara dan berlangsung hanya dalam waktu 40 hari Kekhalifahan Abbasiyah yang bertahta selama 500 tahun dengan segala kebesarannya lenyap dari muka bumi.

Baghdad luluh lantak dihancurkan. 1,8 juta kaum muslimin di Baghdad disembelih dan kepalanya disusun menjadi gunung tengkorak. Tua, muda bahkan kanak-kanak. Laki-laki maupun perempuan, hingga janin di dalam kandungan semua dipenggal.

Harumnya Ajaran Islam dan Busuknya Sistem Demokrasi

"Siapa yang menanam dialah yang akan memanennya" itulah ungkapan yang sering kita dengarkan dari pepatah alam, menanam kebaikan akan memanen kebaikan, begitu juga menanam keburukan pun akan memanen keburukan.

Kalaulah kebaikan yang kita tanam belum berbuah hasil kebaikan, coba kita koreksi kembali siapa tau ada hasil kebaikan yang luput dari hitungan kita, atau malahan kita lupa cara menanam kebaikan dengan standar dari Dzat pembuat kebaikan?.

Radikalisme: Antagonisme "Islam vs Indonesia"?

Oleh: Dwi P. Sugiarti
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Islam, Radikalisme dan Masa Depan Bangsa

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan
Sabang Merauke Circle

Islam, jihad, kekerasan, ekstrimisme, radikalisme, militanisme dan bahkan terorisme telah menjadi bahan pembicaraan banyak kalangan elit dan juga sebagain masyarakat umumnya belakangan ini, khususnya paska "bom surabaya" beberapa waktu lalu.

Ciri-Ciri Pemimpin Diktator Menurut Islam


Banyak nash-nash hadits Nabi SAW yang menjelaskan ciri-ciri atau sifat-sifat dari pemimpin diktator ini. Di antaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, tidak mempunyai kapabilitas untuk memimpin masyarakat banyak.

Pages