14 December 2018

Islam

Pendataan Orang Gila Boleh Nyoblos dan isu 31 Juta DPT Bermasalah, Kesankan Sinyal ''Jokowi Takut Kalah'', kata analis

KONFRONTASI- Pendataaan orang gila atau kena gangguan jiwa (ODGJ) oleh KPU untuk dimasukkan ke daftar pemilih tetap Pemilu 2019, mengesankan bahwa kubu Jokowi takut kalah pada pemilu/pilpres 2019. Belum lagi adanya isu 31 Juta tambahan DPT yang bermasalah dan jadi kontroversi era Jokowi kini.

Demikian pandangan analis F Reinhard MSc dari the New Indonesia Foundation, sementara Ketua Komisi III DPR RI, Kahar Muzakir, mempertanyakan objektifitas pilihan politik ODGJ. Pasalnya, mereka tidak bisa berpikir selaiknya pemilih pada umumnya.

Prabowo: Reuni Akbar 212 Tunjukkan Islam Indonesia yang Damai kepada Dunia

KONFRONTASI- Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyatakan pandangannya setelah menghadiri aksi reuni akbar alumni 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018). "Hari ini saya salah satu pribadi yang menjadi saksi betapa rukun, damai, dan tertibnya umat Islam serta para umat agama lain yang hadir dalam Reuni 212,’’ujar Prabowo.

Ketika Islam Merambah Tanah Bayan

KONFRONTASI-Bagi masyarakat adat Bayan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memercayai agama Islam sudah ada sejak lama yang dibuktikan dengan adanya "Datu Slam" yang dalam bahasa Indonesianya adalah Raja Islam.

Kemudian keislamannya itu semakin disempurnakan melalui kedatangan Syekh Abdul Razak di bumi Bayan pada abad ke-17. Makam Syekh Abdul Razak dimakamkan di kompleks Masjid Kuno Bayan Beleq.

Selain itu, terdapat juga makam tokoh-tokoh yang menyebarkan Islam, seperti Titi Mas Puluh, Sesait, Karem Saleh dan Pawelangan di dalam bangunan yang berdindingkan anyaman bambu serta beratapkan bilahan bambu yang disusun rapi.

Mereka juga memercayai bahwa turunnya Islam di Tanah Bayan itu berdasarkan wahyu sehingga wali yang ada berasal dari sana kemudian menyebarkan ke seantero Tanah Air.

Kepercayaannya bahwa wali berasal dari Tanah Bayan yang tentunya kembali lagi ke Tanah Bayan. "Itu cerita dari leluhur kami," kata tokoh pemuda adat masyarakat adat Bayan di Batu Grantung, Raden Kertamaji.

Raden Kertamaji menambahkan Syekh Abdul Razak mejabat sebagai penghulu masyarakat Adat Bayan. "Sejarah orang Bayan itu ada di dalam lontar yang disimpan di Kampung Adat Bayan Timur yang menjadi tempat akhirat," kata sesepuh Desa Batu Grantung, Raden Nyakrawasih.

Sedikit bercerita, Raden Kertamaji menyebutkan konsepsi Wetu Telu yang selalu dikaitkan terhadap masyarakat Adat Bayan itu, adalah tidak benar.

Islam di Bayan sempurna, yakni Wetu Lima seperti penganut Islam lainnya menjalankan salat lima waktu, bukannya tiga waktu. "Wetu telu yang benar adalah tumbuh, bertelur dan lahir, itu makna manusia selama ini bersama tumbuh-tumbuhan di sekitar kita dan binatang," katanya.

Mungkin bisa dikatakan wetu telu itu sebagai filosofi atau tuntunan hidup masyarakat Adat Bayan, sedangkan dalam beribadah agama Islam tetap menjalankan shalat lima waktu.

Babad Lombok dibukukan dalam "Lombok, Penaklukan, Penjajahan dan Keterbelakangan 1870-1940" karangan Alfons van Der Kraan, dosen jurusan Sejarah Ekonomi Universitas Murdoch di Perth, Australia.

Di buku itu disebutkan bahwa Susuhunan Ratu Giri (Sunan Giri) di Gresik, Jawa Timur, memerintahkan supaya keyakinan yang baru itu (Islam) dibawa ke pulau-pulau itu. Dilembu Mangku Rat dikirim dengan sebuah pasukan bersenjata ke Banjarmasin, Datu Bandan dikirim ke Makassar, Tidore, Seram, dan Galea.

Dan seorang putra Susuhunan sendiri, Pangeran Prapen ke Bali, Lombok dan Sumbawa. Prapen berlayar pertama-tama ke Lombok, dimana dengan kekerasan ia mengubah keyakinan rakyat untuk memeluk agama Islam. Setelah melaksanakan tugas itu, ia melanjutkan pelayaran ke Sumbawa dan Bima.

Akan tetapi, selama kepergian Prapen, terutama karena para wanita masih terus menganut keyakinan penyembah berhala, sebagian besar rakyat Lombok kembali ke penyembahan berhala itu. Setelah kemenangan-kemenangan di Sumbawa dan Bima, Prapen kembali dan dibantu oleh Raden dari Sumuliya dan Raden dari Salut (Sasak).

Ia (Sunan Prapen) menyusun gerakan baru yang pada waktu ini berhasil. Sebagian penduduk lari ke pegunungan, sebagian lagi tunduk dan beralih keyakinan dan masuk Islam dan sebagian lainnya hanya ditaklukan.

Kemudian Prapen meninggalkan Raden dari Sumuliya dan Raden Salut untuk bertanggung jawab mempertahankan Islam di daerah itu dan berpindah ke Bali, dimana ia mulai perundingan-perundingan (yang tidak berhasil) dengan Dewa Agung dari Klungkung.

Maka sesuai babad Lombok, bisa dikatakan penyebar agama Islam di Bayan, yakni Sunan Prapen yang merupakan putra dari Sunan Giri pada abad ke-16 atau setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit pada tahun 1478.

 

Melacak Jejak Permukiman Muslim Pertama di Kepulauan Aru

Struktur Bangunan yang disebut penduduk setempat sebagai bekas bangunan masjid (Sumber: Tim Penelitian, 2014)

ARU- Arkeolog Wuri Handoko dari Balai Arkeologi Ambon mengatakan lapisan budaya di permukiman kuno Uifana, Pulau Ujir, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, sangat tipis karena tak banyak yang bisa ditemukan saat proses ekskavasi pada pertengahan Mei 2015.

Even 9 – 11 November: Hijra Fest 2018, Islam sebagai Life Style Cool dan Gagalnya Paham Liberal

KONFRONTASI  -   Sebuah even pengajian anak muda digelar di Jakarta selama tiga hari, 9 – 11 November. Dimotori para artis yang kenal telah “hijrah”, even ini memberi pesan bagi kawula muda: Islam adalah life style yang paling cool dan asik.

Satu sore di akhir 1997 dihelat satu acara musik bergenre underground di ibu kota. Satu radio anak muda Jakarta, hampir seharian, berulang-ulang mengumumkan acara yang digelar di Poster Cafe, Jakarta Pusat itu.

Jurus Sakti “Pecah Belah” Sesama Kelompok Islam ala Rand Corporation

Oleh: Hendrajit (Direktur Eksekutif Global Future Institute) 

Entah bocor, atau sengaja dibocorkan guna membentuk opini, atau cuma sekedardeception, atau lainnya — entahlah! Yang jelas, dekade 2003-an muncul dokumen RAND Corporation  berjudul: “CIVIL DEMOCRATIC ISLAM: Partners, Resources and Strategies“.

Ketika Umat Muslim Menjejakkan Kaki di Selatan Italia

KONFRONTASI-Sekitar 850 ribu Muslim pernah menjejakkan kaki dan bermukim di Italia. Ya, Islam memang memiliki sejarah yang panjang dengan Italia.

Betapa tidak. Pada abad ke- 9 hingga 11 M, peradaban Islam pernah menguasai bagian selatan negara yang kini memiliki penduduk terbesar keenam di Eropa dan terpadat ke-23 di dunia itu.

Musuh PKI Itu Bernama Islam dan TNI

OLEH: DR. MASRI SITANGGANG
 

Islam, Politik dan Kebangkitan

Oleh: Chusnatul Jannah
Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Sandi Uno itu dari Keluarga NU,Sempat Bingung dengan Julukan Santri di Era Post-Islamisme

KONFRONTASI- Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengaku sempat kebingungan dengan julukan dirinya adalah santri di era post Islamisme yang diberikan oleh Presiden PKS Sohibul Iman pada saat diumumkan sebagai cawapres. Sohibul pada waktu itu menyebutkan koalisi ingin kepemimpinan nasionalis dan Islam dalam konsep dwi tunggal.

Pages