Imam Shamsi Ali

Luar biasa, Indonesia itu kebal!

Oleh: Shamsi Ali* 

Saat ini gonjing ganjing bahkan kepanikan dunia oleh isu virus Corona menjadi dominasi berita di seantaro dunia. Memang dahsyat. Bagaimana tidak, hingga saat ini yang diketahui secara terbuka hanya dalam beberapa hari saja ada sekitar 3000-an orang yang meninggal dunia akibat virus ini. 

Hey Tuan, Moderasi Itu Sehat!

Oleh: Shamsi Ali* 

Pagi ini sebelum melanjutkan aktifitas di kota Hamburg saya tergerak untuk menuliskan secara singkat tentang bahaya berlebih-lebihan. Dalam bahasa agama berlebihan itu biasanya disebut “tathorruf”. 

Tathorruf sesungguhnya lebih dikenal atau populer dalam bahasa modern, bahkan telah menjadi bahasa harian, dengan istilah “extreme” atau “radikal”. 

Peace Tour to Europe 2020 Menyiarkan Islam Sebagai 'Rahmatan Lil 'Alamin'

KONFRONTASI-Salah satu komitmen saya ke depan adalah membawa Islam lebih jauh ke berbagai belahan dunia. Islam sebagai “rahmah” yang membawa keberkahan, kasih sayang, kedamaian dan kebahagiaan untuk semua umat manusia di seluruh penjuru dunia. 

Islam yang dalam Al-Quran dikenal dengan “rahmatan lil-alamin” memang ini dirindukan dan ditunggu oleh dunia. Islam yang tidak saja memang berkarakter mulia dan damai. Tapi juga disampaikan dan ditampilkan dengan karakter mulia dan damai pula.

Intoleransi agama dan ras

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan paradoks. Kecanggihan teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi, ternyata tidak mengurangi miskomunikasi yang terjadi di antara manusia. Kemajuan dunia informasi dan media, khususnya media sosial, ternyata juga semakin menambah misinformasi di antara manusia. 

Awan yang menghadang itu

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pada tulisan lalu saya menyimpulkan bahwa pada akhirnya kemenangan akan selalu berpihak kepada kebenaran. Bahwa pada akhirnya seperti janji Al-Quran: “maka Kami (Allah) memberikan penguatan kepada orang-orang beriman dan mereka akan berjaya” (As-Shaff). 

Karenanya dengan mata iman dan pandangan spiritualitas, harapan dan optimisme harus terus terbangun. “It is a matter of time”. Ada masanya Umat yang saat ini berada di posisi titik nadir terendah akan menemukan kemuliaan dan kejayaannya. 

Di Balik Awan Tebal Itu Ada Matahari

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Saya menuliskan ini di udara dalam perjalanan dari Doha menuju New York. Saya biasa menyebutnya kampung New York. Di kota inilah saya dan keluarga bermukim sejak tahun 1996 lalu. Kini sudah lebih 23 tahun saya tinggal di kota dunia ini. Wajar jika terasa kampung sendiri. 

Dua tahun terakhir ini saya seringkali pulang ke tanah air tercinta Indonesia. Salah satu tujuan terpenting dari kepulangan itu adalah untuk mensosialisasikan pendirian Pondok pesantren pertama di bumi Amerika. 

SDM unggul Menuju masyarakat madani dalam perspektif Al-Quran (4)

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Pada bagian lalu disampaikan bahwa ummatan wasathan atau masyarakat madani itu berakter “islah”. Yaitu sebuah masyarakat yang selalu hadir dengan komitmen perubahan ke arah yang lebih baik. 


Baca juga: SDM Unggul menuju masyarakat madani dalam perspektif Al-Quran (3)

SDM Unggulan Menuju Masyarakat Madani Dalam Perspektif Al-Quran (2)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pada bagian lalu disampaikan beberapa kriteria manusia atau SDM unggul dalam pandangan Al-Quran. Salah satunya adalah bahwa SDM unggul itu harus berwawasan kesalehan dengan 5 tingkatannya. 


Baca juga: SDM Unggulan Menuju Masyarakat Madani Dalam Perspektif Al-Quran (1)

SDM Unggulan Menuju Masyarakat Madani Dalam Perspektif Al-Quran (1)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Manusia itu makhluk ajaib. Makhluk yang sulit ditebak dan dipastikan. Makhluk yang kerap membingunkan. Sehingga seorang penulis terkenal menuliskan manusia sebagai “the unknown” (makhluk tak dikenal). 

Di satu sisi manusia adalah makhluk penuh potensi. Peciptaanya tersempurna (ahsanu taqwiim). Potensi terbesarnya adalah fitrah (fitratallah) yang disempurnakan oleh kemampuan berpikir (allama Aadam). 

Pages