20 February 2020

Imam Shamsi Ali

Peace Tour to Europe 2020 Menyiarkan Islam Sebagai 'Rahmatan Lil 'Alamin'

KONFRONTASI-Salah satu komitmen saya ke depan adalah membawa Islam lebih jauh ke berbagai belahan dunia. Islam sebagai “rahmah” yang membawa keberkahan, kasih sayang, kedamaian dan kebahagiaan untuk semua umat manusia di seluruh penjuru dunia. 

Islam yang dalam Al-Quran dikenal dengan “rahmatan lil-alamin” memang ini dirindukan dan ditunggu oleh dunia. Islam yang tidak saja memang berkarakter mulia dan damai. Tapi juga disampaikan dan ditampilkan dengan karakter mulia dan damai pula.

Intoleransi agama dan ras

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan paradoks. Kecanggihan teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi, ternyata tidak mengurangi miskomunikasi yang terjadi di antara manusia. Kemajuan dunia informasi dan media, khususnya media sosial, ternyata juga semakin menambah misinformasi di antara manusia. 

Awan yang menghadang itu

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pada tulisan lalu saya menyimpulkan bahwa pada akhirnya kemenangan akan selalu berpihak kepada kebenaran. Bahwa pada akhirnya seperti janji Al-Quran: “maka Kami (Allah) memberikan penguatan kepada orang-orang beriman dan mereka akan berjaya” (As-Shaff). 

Karenanya dengan mata iman dan pandangan spiritualitas, harapan dan optimisme harus terus terbangun. “It is a matter of time”. Ada masanya Umat yang saat ini berada di posisi titik nadir terendah akan menemukan kemuliaan dan kejayaannya. 

Di Balik Awan Tebal Itu Ada Matahari

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Saya menuliskan ini di udara dalam perjalanan dari Doha menuju New York. Saya biasa menyebutnya kampung New York. Di kota inilah saya dan keluarga bermukim sejak tahun 1996 lalu. Kini sudah lebih 23 tahun saya tinggal di kota dunia ini. Wajar jika terasa kampung sendiri. 

Dua tahun terakhir ini saya seringkali pulang ke tanah air tercinta Indonesia. Salah satu tujuan terpenting dari kepulangan itu adalah untuk mensosialisasikan pendirian Pondok pesantren pertama di bumi Amerika. 

SDM unggul Menuju masyarakat madani dalam perspektif Al-Quran (4)

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Pada bagian lalu disampaikan bahwa ummatan wasathan atau masyarakat madani itu berakter “islah”. Yaitu sebuah masyarakat yang selalu hadir dengan komitmen perubahan ke arah yang lebih baik. 


Baca juga: SDM Unggul menuju masyarakat madani dalam perspektif Al-Quran (3)

SDM Unggulan Menuju Masyarakat Madani Dalam Perspektif Al-Quran (2)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pada bagian lalu disampaikan beberapa kriteria manusia atau SDM unggul dalam pandangan Al-Quran. Salah satunya adalah bahwa SDM unggul itu harus berwawasan kesalehan dengan 5 tingkatannya. 


Baca juga: SDM Unggulan Menuju Masyarakat Madani Dalam Perspektif Al-Quran (1)

SDM Unggulan Menuju Masyarakat Madani Dalam Perspektif Al-Quran (1)

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Manusia itu makhluk ajaib. Makhluk yang sulit ditebak dan dipastikan. Makhluk yang kerap membingunkan. Sehingga seorang penulis terkenal menuliskan manusia sebagai “the unknown” (makhluk tak dikenal). 

Di satu sisi manusia adalah makhluk penuh potensi. Peciptaanya tersempurna (ahsanu taqwiim). Potensi terbesarnya adalah fitrah (fitratallah) yang disempurnakan oleh kemampuan berpikir (allama Aadam). 

Lima Pesan Tahun Baru untuk Umat Islam

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Pergantian tahun itu adalah bagian dari sunnah Allah dalam ciptaanNya (sunnatullah fil-kaun). Asal-usulnya karena semua yang ada di alam semesta mengalami pergerakan. Dan karenanya juga mengalami perubahan. 

Dari detik ke menit, hari ke minggu, bulan ke tahun. Semua itu perubahan yang disunnahkan oleh Sang Pencipta alam semesta. 

Bangun Optimisme Itu!

Oleh: Shamsi Ali* 

Ada satu realita hidup yang kerap terabaikan oleh banyak manusia. Bahwa hidup manusia itu ada di bawah kendali Penguasa yang menguasai segalanya. Hidup itu berada di bawah pengaturan Dia yang mengatur segalanya. Tak ada apapun dalam hidup, besar atau kecil dalam kalkulasi manusia, kecuali ada dalam genggamanNya. Ada dalam radar dan ruang lingkup kuasaNya. 

Sang Mutiara Itu - 7 (Habis)

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Ada satu prilaku diskriminatif umat dalam menyikapi sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Satu yang paling sering diabaikan adalah sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan publik dan sosialnya. Seolah sunnah hanya bersifat personal, bahkan itupun dibatasi dalam hal-hal ritual ubudiyah semata. 

Pages