Imam Shamsi Ali

Independence Day of America: a Muslim reflection

By. Imam Shamsi Ali* 

 

Today, July 4th, is a very important and memorable day for all Americans. It is the day of Independence. I wish all Americans at the outset a very happy and blessed Independence Day! 

Since its Independence from England, the United States has been struggling to grow, mature, and become ever better. 

New Normal Itu Bukan Old Normal

Oleh: Shamsi Ali*

Sabtu Lalu,  27 Juni pagi WIB, saya menyampaikan hikmah Halal Bihalal pada acara pembukaan Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar se-Dunia melalui media online. Acara yang dihadiri oleh lebih seribuan peserta itu juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional Sul-Sel, seperti JK, Yasin Limpo, dan lain-lain.

Racism has no place in a civilized society

By. Shamsi Ali* 

OPINION-The killing of George Floyd and some others before him by the use of excessive force by the police officers uncovered the very sickness of our society, which I call an original sin of this nation. 

Racism is in fact the very first crime committed in the history of mankind. It reminds us of the rejection of Iblis (devil) who is considered the master of all evils to prostrate to Adam to respect when he was commanded to do so by the Almighty. 

Islam dan Perang Terhadap Rasisme

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Akhir-akhir ini Amerika bergejolak. Kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota di tangan orang-orang yang seharusnya memberikan keamanan dan keselamatan memicu apa yang saya istilahkan “bara api dalam sekam”. Hampir di semua kota-kota besar Amerika terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran. 

Rasisme itu Dosa Asal Amerika

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Akhir-akhir ini Amerika sedang memanas. Di sekitar 30 kota di 50 negara bagian terjadi kekisruhan-kekisruhan, bahkan kerusuhan, kekerasan dan penjarahan. Bahkan di sekitar Gedung Putih sendiri, memaksa Presiden dan keluarganya sempat disembunyikan di sebuah bunker, di bawah gedung kediaman Presiden US itu.

Ramadhan Itu Bulan Maghfirah!

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Salah satu bentuk misrepresentasi ajaran Islam di dunia Barat umumnya adalah bahwa Islam itu agama kebencian dan kekerasan. Konsep ketuhanan kerap kali ditampilkan sebagai Tuhan yang kasar, bengis, tiada belas kasih.

Kebodohan atau terkadang juga kebohongan ini sengaja dipromosikan untuk menumbuhkan rasa takut, bahkan kebencian kepada Islam. Didukung oleh prilaku segelintir orang yang mengaku Muslim yang memang demikian, semakin meyakinkan mereka jika Islam itu demikian adanya.

Puasa Itu Menyuburkan Ruhiyah

Oleh: Imam Shamsi Ali*

“Mankind is a spiritual being in a physical body”.

Kalau seandainya saya ditanya tentang defenisi manusia maka jawaban saya kira-kira seperti di atas. Bahwa manusia itu adalah wujud spiritualitas dalam sebuah bentuk fisikal.

Intinya adalah bahwa nilai (value) sejati manusia itu ada pada posisi ruhiyahnya. Kemuliaan, kehormatannya ditentukan oleh  nilai spiritualitasnya.

Puasa Ramadhan Itu Mengenalkan Batas-batas Hidup

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

 “Maka barangsiapa yang takut kepada Tuhannya dan menahan nafsu, maka sungguh syurgalah tempat kembalinya” (An-Naazi’aat). 

Segala sesuatu dalam hidup ini punya batas. Bahkan hidup itu sendiri ada batasnya. “Semua yang ada di atas bumi itu berakhir” (Al-Quran). Demikian penegasan Al-Quran. 

Being optimistic in the midst of Calamity

By. Imam Shamsi Ali* 

Islam is the religion of optimism and hope. Having faith as a Muslim gives us hope but being in despair is a sign of being ungrateful to Allah's blessings. 

Islam teaches us to be grateful all the time, and an important essence of that gratefulness is hope and optimism. That no matter how bitter the life is, how challenging and difficult the circumstance we live in, we are always being blessed abundantly by the Almighty Allah. 

Pages