Hari Guru Nasional

Pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Pada Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 Shalom,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Rahayu,

 

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

FSGI: Pidato Mendikbud Nadiem Seperti 'Pengakuan Dosa' karena Bebani Guru

Konfrontasi - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai ada semacam 'pengakuan dosa' terhadap guru dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelang Hari Guru Nasional. 'Pengakuan dosa' yang dimaksud terkait dengan banyaknya beban yang selama ini diberikan kepada guru. 

"Kami tidak bisa melihat pidato Pak Menteri itu 'wah sudah bagus, luar biasa, ini begini'," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo saat dihubungi, Minggu (24/11/2019). 

Akibat Pidato Nadiem Makarim Disebar Sama Ganjar Pranowo

Konfrontasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi perhatian khusus ke pidato Nadiem Makarim yang kadung viral, Sabtu (23/11/2019).

Pidato tersebut sejatinya merupakan isi pikiran Mendikbud Nadiem dalam bentuk kata-kata, pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019, 25 November nanti.

"Pidato pak Mendikbud ini 2 lembar... isinya langsung pada persoalan. Kalau dibacakan dalam upacara pasti cepat selesai. Simak baik2 isinya! Apa komentarmu?," twit Ganjar di @ganjarpranowo.

Bahas Dilema Para Guru, Teks Pidato Pak Nadiem Dipuji Warganet

Konfrontasi - Menyambut hari Guru Nasional yang akan jatuh pada Senin 25 November 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sudah menyiapkan pidato khusus. Isinya tidak berisi kata-kata inspiratif dan retorik.

Mantan bos Gojek itu justru menulis kalimat, yang ia sebut berasal dari dalam hati dan apa adanya. Dalam pidatonya yang sudah lebih dulu diunggah oleh Kemendikbud, Nadiem membahas soal dilema para guru.

Anang Hermansyah: Pemerintah harus Angkat Harkat dan Martabat Guru Indonesia

Konfrontasi - Peringatan Hari Guru yang jatuh setiap 25 November harus dijadikan momentum untuk memperbaiki nasib pahlawan tanpa tanda jasa.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan, pemerintah harus mengangkat harkat dan martabat guru Indonesia. 

"Perbaikan nasib guru memiliki dua aspek yakni aspek peningkatan kesejahteraan dan peningkatan kapasitas," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/11/2018). 

Hari Guru Nasional: Honorer vs Jokowi

Konfrontasi - Koordinator Wilayah Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Maluku Utara (Malut) Said Amir menilai Hari Guru menjadi tidak bermakna di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Guru honorer hanya dianggap sebelah mata.

Dia mengatakan, Jokowi seenaknya melanggar Piagam Perjuangan Ki Hajar Dewantara yang diteken pada 2014.

"Seharusnya pemerintah Jokowi melek melihat perjuangan guru honorer dalam mencerdaskan anak bangsa. Pak Jokowi jadi presiden karena guru, tapi kenapa kami dipinggirkan," tanya Said dilansir JPNN, Minggu (25/11/2018).

Sesungguhnya, seluruh honorer K2 berharap ada perhatian pemerintahan Jokowi sesuai dengan janji politiknya. Juga berharap ada keberpihakan dan proses keadilan bagi seluruh honorer K2.

"Lewat momentum hari guru nasional, harapan kami menjadi PNS bisa terwujud sesuai dengan janji presiden," ucapnya.

Kepada Mendikbud RI, lanjutnya, jika tidak bisa tahun ini menuntaskan persoalan guru K2 tua maka lebih baik mundur dari jabatannya. "Jangan lagi beralibi bahwa K2 tidak punya kompetensi," pungkas Said.

Walikota Bekasi Akan Naikkan Honor Guru Kontrak Tahun Depan

Konfrontasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjanjikan kenaikan honor sampai 50 persen lebih bagi 2.469 guru tenaga kerja kontrak di wilayahnya mulai Januari 2017.

"Kebijakan ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan keprofesionalan guru. Jika guru sejahtera, tentunya akan lebih profesional dalam mendidik siswa," katanya pada acara peringatan Hari Guru Nasional di alun-alun Kota Bekasi, Jumat (25/11/2016).