23 August 2019

Hanura

Akademisi UI: Wiranto Dianggap Tak Layak Lagi Masuk Kabinet

KONFRONTASI-Presiden Jokowi kemungkinan besar tidak akan merekrut kader Partai Hanura menjadi menteri di kabinet mendatang.

Pasalnya, perolehan suara Hanura pada Pemilihan Legislatif 2019 sangat jeblok, bahkan tak mampu melewati ambang batas parlemen.

"Turbulensi suara Hanura yang anjlok drastis sehingga tersingkir dari Senayan, harus mendapat reward dengan tidak diajak masuk dalam starting line up kabinet mendatang," ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi, Rabu (10/7).

Hanura tak Lolos Parlemen, Wiranto: Jangan Saling Menyalahkan

KONFRONTASI - Kader Partai Hanura jangan saling menyalahkan terkait tidak lolosnya Partai Hanura ke Parlemen dalam Pemilu serentak 2019 ini. "Tidak perlu salah menyalahkan. Dua kali partai Hanura lolos Pemilu ya disyukuri. Kalau sekarang tidak lolos kita introspeksi tidak perlu salah menyalahkan apalagi menyalahkan saya," kata Ketua Dewan Pembina Hanura Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto usai menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Triwulan Tentang Kebangsaan dan Persatuan Indonesia, di Kantor Pusat PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Jakarta Selatan, Jumat.

Surat Terbuka Muhammadiyah untuk Hanura: Stop Intimidasi Kampus!

Kepada Yth:

Oesman Sapta Odang (Ketua Umum Partai Hanura),

DPP Partai Hanura dan Seluruh Fungsionaris Partai Hanura Seluruh Indonesia

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Muhammadiyah berdiri di Indonesia sejak 1912 dari awal KH. Ahmad Dahlan mencontohkan bagaimana perjuangan beliau untuk agama dan bangsanya hingga kini kemudian diteruskan oleh kader – kader Muhammadiyah

Hanura 'Pede' Jokowi -Maruf Bakal Raup 79 Persen Suara

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang meyakini pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan menang mutlak di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dengan perolehan suara 79 persen.

"Dalam berbagai survei menunjukkan Hanura memperoleh suara yang kecil, siapa yang bayar? Namun kami yakin pasangan Jokowi-Ma'ruf menang dengan 79 persen suara, itu Oso yang lakukan survei," kata Oesman dalam acara pembukaan pembekalan calon anggota legislatif DPR RI Partai Hanura, di Jakarta, Rabu.

Ketimbang Urusi Prabowo, Inas Disarankan Urus Partainya yang 'Nol Koma'

KONFRONTASI-Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir diminta tak terlalu ikut campur terkait polemik pidato Prabowo di Boyolali. 

Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, meminta Inas sebaiknya fokus mengurus partainya yang terancam tak lolos ke DPR Senayan pada Pemilu 2019.

"Daripada grusa-grusu mengurusi Pak Prabowo, udah urus saja partainya yang nol koma. Nanti sibuk mengurus Pak Prabowo, malah Mas Inas enggak lolos ke parlemen sama partainya," kata Andre saat dihubungi, Rabu (7/11/2018).

Andre menilai, permintaan maaf mantan Danjen Kopassus itu sebagai sikap kesatria, walapun Prabowo sudah mengklarifikasi bahwa tidak ada maksud dirinya menghina masyarakat Boyolali.

"Karena ada yang merasa tersinggung, secara kesatria, gentlement, Pak Prabowo meminta maaf kepada masyarakat Boyolali. Meskipun, beliau mengetahui bahwa memang video beliau itu dipotong dan beliau tahu bahwa ada mobilisasi (demo) dari kader PDI-P," katanya.

Politisi Gerindra ini kemudian memandang, bahwa apa yang terjadi saat ini berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Andre menyebut ada upaya permainan politik rasial dan kebencian.

"Bagi kami, ada upaya dari pihak lawan atau sekelompok orang untuk terus menyeret politik rasial dan kebencian dengan melakukan tafsir terhadap pernyataan Pak Prabowo. Gorengan ini jelas merupakan perilaku politik yang kotor dan berbahaya untuk persatuan dan keberagaman kita," ucapnya.

Soal OSO, Hanura Minta KPU Jalankan Putusan MA

KONFRONTASI-Ketua DPP Partai Hanura Benny Ramdhani menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib melaksanakan Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan uji materil yang diajukan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Uji materil yang diajukan Oso tersebut terkait PKPU nomor 26 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

SBY Dihimbau/Dimohon Jangan Jadi ''Kangguru'' dalam Politik Pilpres Masa Kini

KONFRONTASI- Kalangan civil society dan para purnawirawan TNI yang enggan disebut namanya  memohon/menghimbau kepada Pak SBY seraya menyarankan Mantan Presiden SBY/Cikeas/Demokrat itu  agar tidak jadi Kangguru dalam pilpres kali ini, dalam arti Pak SBY tidak mendorong, menggendong dan memaksakan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai cawapres Prabowo sebab itu jenis politik Kangguru. Selain terlalu prematur, AHY juga tidak pantas jadi cawapres karena kalah di Pilgub DKI lalu.

Dokumen Perbaikan Bacaleg Hanura Ditolak KPU

KONFRONTASI-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak dokumen perbaikan bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Hanura karena dinilai tidak memenuhi syarat (TMS).

Hanura: SBY Jual AHY ke Jokowi/ PDIP Tidak Laku, lalu Diobral ke Prabowo

KONFRONTASI- Politik kubu Banteng Megawati vs kubu SBY makin panas.  Kubu Gerindra Prabowo tak  perlu terlibat, cukup cermati dan antisipasi saja.   Pasalnya, Ketua DPP Hanura (Kubu Banteng) Inas Nasrullah Zubir, menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sedang panik lantaran tak bisa bergabung dengan partai politik koalisi pendukung Joko Widodo.

Soal Cawapres Jokowi, Hanura: Dari Langit pun Terserah!

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, menegaskan, partai politik yang dia pimpin menyerahkan seluruh keputusan calon wakil presiden kepada Presiden Joko Widodo, sekalipun sosok itu diturunkan dari langit. 

Pages