24 April 2019

Golkar

Kata Natalius Pigai: PKB Dan Golkar Berpotensi Merapat Ke Prabowo-Sandi

KONFRONTASI  -      Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar merupakan dua partai yang berpotensi akan merapat kepada pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo-Sandi jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden 2019.

Hal itu diungkapkan Eks Komnas HAM Natalius Pigai kepada wartawan di Kawasan Tendean Jakarta Selatan, Sabtu (23/3).

Bowo Sidik Akui Diperintah Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop

KONFRONTASI- Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso mengakui bahwa dirinya diminta koleganya, Nusron Wahid untuk menyiapkan sekitar 400 ribu amplop. Permintaan ratusan ribu amplop ini soal serangan fajar di Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Bowo usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), Selasa, 9 April 2019.

Kalah dari Gerindra, PDIP Minta Golkar Naikkan Elektabilitas

KONFRONTASI -   Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta Partai Golkar menaikan elektabilitas pada Pemilu 2019 lantaran dari hasil survei Litbang Kompas posisi Golkar dibawah Gerindra.

"PDIP sangat berkepentingan pemerintahan Jokowi-KH Ma"ruf Amin kuat, efektif dan solid. Karena itulah dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi no 2, mengalahkan Gerindra, dan PKB no 3," kata Hasto dalam pesan singkatnya, Kamis (21/3/2019).

Gerindra Minta KPK Buka Amplop Serangan Fajar Milik Bowo

Konfrontasi - Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita Rp8 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) dari Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso. 

Uang tersebut ditemukan dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. ‎Amplop tersebut sudah tersusun rapi dalam 84 kardus.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyouno mendesak KPK terbuka kepada publik mengenai uang-uang yang sudah berada di dalam amplop itu.

ARB: Pemilu Bukan Perang, Kita Semua Bersaudara

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) mengingatkan para kader partainya untuk mencontohkan semangat persatuan. Itu penting karena ada gejala perpecahan antarmasyarakat gara-gara berbeda pilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Erwin Dukung Prabowo, Ini Respon Fadel Muhammad

KONFRONTASI-Sekretaris Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar (PG) Fadel Muhammad mengatakan dukungan yang diberikan kader partainya, Erwin Aksa kepada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno merupakan kasus unik.

Penjelasakan Politisi Golkar Erwin Aksa Dukung Prabowo-Sandi, Bukan Jokowi-Ma’ruf

KONFRONTASI -  Politisi Golkar yang juga keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Erwin Aksa, menjelaskan kehadirannya mendukung capres/cawapres Prabowo-Sandiaga Uno dalam debat capres yang berlangsung Minggu (17/3/2019).

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/3/2019), Erwin Aksa membenarkan bahwa dirinya mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

“Pilihan saya ini saya sadari tidak sejalan dengan pilihan Partai Golkar di mana saya bernaung saat ini,” ujarnya.

Golkar Berpotensi Gabung Kubu "Indonesia Menang"

KONFRONTASI - Politisi Senior Partai Golkar Fadel Muhammad menilai tak semua kader partainya solid mendukung pasangan bakal capres dan cawapres, Jokowi dan KH Ma'aruf Amin. Ini membuka peluang Golkar beralih mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.Ketua DPP Partai Gerindra Andy Rahmat Wijaya tak ingin banyak berkomentar banyak soal kasak kusuk pecahnya internal Golkar. Sebab, itu rahasia dapur Golkar. Gerindra hanya bisa menyambut baik jika kader-kader partai pimpinan Airlangga Hartarto itu mendukung Prabowo - Sandiaga.

Dave Laksono:Petahana Harus Kuat Mental, Golkar Bisa Saja Membelot dari Jokowi

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto melakukan manuver dengan bertemu ketua umum partai yang belum menyatakan sikap koalisi. Menteri Perindustrian itu bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.Terbaru, dia juga menyambangi kediaman Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Manuver ini memunculkan spekulasi Golkar bakal keluar dari koalisi Joko Widodo.

Soal Impor Pangan, Golkar Minta Nasdem Tak Lepas Tangan di Injury Time

KONFRONTASI-Partai Nasdem sebagai pendukung pemerintah tidak boleh lepas tangan dan lempar tanggung jawab soal impor pangan kepada Presiden Joko Widodo.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo mengatakan, aksi lempar tanggung jawab Nasdem terkesan lari dari kesalahan.

"(Nasdem) di injury time malah lepas tangan seolah Presiden yang salah, kan enggak bisa begitu," ujar Firman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/2).

Pages