14 December 2019

Ferdinand Hutahaean

BPN: Hukum Jadi Alat Penguasa untuk Penjarakan Rakyat

KONFRONTASI-Juru Bicara Bidang Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Salahudin Uno, Ferdinand Hutahaean mengatakan, di era pemerintahan Joko Widodo hukum tak lagi menjadi panglima. Hukum terkesan menjadi alat kekuasaan.

Prabowo Subianto Tidak Terbukti Langgar HAM

KONFRONTASI - Jelang debat capres cawapres 2019 yang akan digelar nanti malam (Kamis, 17/1), kasus-kasus lama pelanggaran HAM mendadak mencuat kembali. 

Teranyar, beredar rekaman video wawancara aktivis KontraS, almarhum Munir Said Thalib bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Dalam cuplikan video berdurasi 3 menit 43 detik itut, Munir mengatakan bahwa KontraS akan menyeret mantan Panglima ABRI, Wiranto ke pengadilan atas tuduhan dalang kerusuhan '98 sebagaimana putusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

Demokrat: Hasto Mendegradasi Pidato Prabowo yang Memang Disukai Masyarakat

KONFRONTASI - Politisi Partai Demokrat yang juga Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menjelaskan pernyataan Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto yang menyebut pidato kebangsaan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebuah ilusi dan retorika belaka, hanya sebagai upaya mendegradasi konteks sebenarnya.

"Apa yang disampaikan Hasto itu hanya bagian dari upaya mendegradasi pidato Prabowo yang memang mendapat tempat di hati masyarakat," ujar Ferdinand.

Permasalahkan Anies, Bawaslu Sudah Sakit Ingatan

KONFRONTASI - Kadiv Advokasi DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean merasa heran jika Bawaslu mempermasalahkan salam 2 jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di acara Konferensi Nasional (Konfrenas) Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Senin (27/12).

"Salam 2 jari itu hal biasa, kalau Bawaslu mau mempermasalahkannya maka bawaslu sudah 'sakit ingatan'," kata Ferdinand, Rabu (19/12).

Soal Jenderal Kardus vs Jenderal Baper, Ferdinand: Hal Biasa dalam Politik Saling Sahut Menyahut

KONFRONTASI - Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, yang mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai 'Jenderal Kardus' dinilai sebagai hal yang lumrah.

Begitu juga dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai 'Jenderal Baper'.

Ferdinand Pastikan Demokrat akan Menangkan Prabowo di Pilpres 2019

KONFRONTASI - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya hingga saat ini masih bergabung dengan koalisi yang dibangun oleh Partai Gerindra.

"Sampai sekarang koalisi masih berjalan terus. Makanya ada pertemuan, kalau bubar tentu tidak ada pertemuan. Artinya pertemuan ini menjadi bukti bahwa koalisi sampai sekarang masih ada, mudah-mudahan semuanya berjalan baik," kata Ferdinand disela-sela pertemuan SBY-Prabowo, di kediaman SBY, Jl. Mega Kuningan VII, Jakarta Selatan (Kamis, 9/8).

Indonesia yang Kehilangan Jiwa

Oleh : Ferdinand Hutahaean

Empat tahun sudah Republik Indonesia di nahkodai pemerintahanya oleh Presiden Ke 7 Joko Widodo. Sesaat lagi dalam 2 bulan ke depan akan memasuki fase akhir tahun pemerintahannya dan akan sagera berganti kepemimpinan nasional bila Pak Jokowi tidak lagi mendapat dukungan dan kepercayaan dari publik nasional.

Demokrat Benarkan Ucapan Fahri Hamzah: Jokowi Banyak Pemodalnya

KONFRONTASI - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan ucapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menjadi capres dengan duit terbanyak karena didukung pemodal. Pasalnya, para pengusaha kemungkinan melihat peluang Jokowi menang lebih besar.

Demokrat Benarkan Ucapan Fahri Hamzah: Jokowi Banyak Pemodalnya

KONFRONTASI - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan ucapan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menjadi capres dengan duit terbanyak karena didukung pemodal. Pasalnya, para pengusaha kemungkinan melihat peluang Jokowi menang lebih besar.

Rizal Ramli Tak Usah Tanggapi Ferdinand Hutahaean Partai Demokrat

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli menyentil Meneg BUMN Rini  Soemarno bekerja sesuka hati dan miskin prestasi.

"Inilah Mentri BUMN yg saenaknya dewe, miskin prestasi dan banyak conflict-of-interest.
Gini kok dipertahankan Pres Jokowi, ada apa ??" tulis Rizal Ramli di twiternya.

Pages