12 November 2019

fahri hamzah

Fahri Hamzah Pede Banyak Tokoh Bakal Gabung dengan Gelora

Konfrontasi - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah memastikan bergabungnya mantan politikus Partai Demokrat Deddy Mizwar ke Gelora Indonesia. Selain Deddy, sejumlah tokoh nasional juga akan bergabung ke Gelora Indonesia.

"Ada Pak Deddy Mizwar. Pokoknya nanti banyak pengurus ada tokoh-tokoh lain akan masuk," ucap Fahri ditemui setelah menghadiri acara syukuran Partai Gelora Indonesia di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Soal Partai Gelora, Fahri Hamzah: Pak Anis Matta Jadi Ketum, Saya Jadi Wakil

Konfrontasi - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta dikabarkan menjadi ketua umum (ketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Fahri Hamzah bakal didapuk menjadi wakil ketua umum (waketum) Partai Gelora.

"Pak Anis jadi ketua umum, saya jadi wakil," kata Fahri Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Fahri Hamzah: Hentikan Industri Radikalisme

Sejujurnya, saya agak optimis karena Menteri Polhukam yang sekarang Prof. Moh. Mahfud MD adalah otak besar. Soal Polhukam di negeri ini tidak bisa diurai dengan otot atau otak kecil. Hanya otak besar yang bisa mengurai. Pendekatan demokrasi itu rumit dan karena itu mahal.

Sebutkan isu Radikalisme yang mencuat kembali... isu ini telah terjebak menjadi industri. Cara pejabat menakut-nakuti bangsa ini dengan isu radikal yang dituduhkan kepada kelompok Islam ini sudah merusak banyak sekali modal sosial kita. Tidak mudah dikembalikan.

Fahri Hamzah ungkap pernah ditawari Jokowi jadi Dutabesar Untuk Vatikan, Fahri Usulkan Ini

KONFRONTASI - Ketua DPR Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang kerap melontarkan kritik tajam kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di balik itu semua Fahri Hamzah justru memiliki kedekatan tersendiri dengan Jokowi, tatkala keduanya berkesempatan bertemu.

Fahri Hamzah Pilih Jadi Marbot Masjid Ketimbang Jadi KSP Jokowi

KONFRONTASI-Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan nama Fahri Hamzah dipinang Presiden Jokowi untuk menjadi kepala staf kepresidenan (KSP).

Usulan itu dilontarkan Dahnil melalui akun Twitter pribadinya. Tanpa butuh waktu lama, Fahri menjawab usulan Dahnil juga melalui Twitter.

Fahri Hamzah yang merupakan mantan wakil ketua DPR periode 2014 – 2019 malah melemparkan jawaban yang menggelitik.

"Kalau ada jabatan marbot saya mau," kata Fahri dari akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah pada Selasa (8/10/2019).

Pimpinan DPR Tanpa Fadli Zon dan Fahri Hamzah Terancam Memble

KONFRONTASI -  Fadli Zon dan Fahri Hamzah hengkang dari kepemimpinan DPR. Fahri tak maju dalam Pemilihan Legislatif 2019. Sementara itu, Ketua Umum Prabowo Subianto tak lagi menunjuk Fadli Zon sebagai pimpinan DPR.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai DPR akan menjadi kurang garang tanpa duo tersebut. "Pimpinan DPR yang baru cenderung jinak," kata Adi, Selasa, 1 Oktober 2019.

Fahri Hamzah Pamit dari DPR

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pamit. Masa jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 telah habis.

Fahri tak lagi menjadi anggota DPR RI lantaran tidak mencalonkan diri pada Pileg 2019.

“Ijin pamit kawan, saya pernah demonstrasi di jalan. Lalu diminta presiden #Habibie menjadi anggota MPR terrmuda. Lalu 15 tahun menjadi anggota @DPR_RI dan 5 tahun terakhir menjadi pimpinan. Malam ini Sy pamit berhenti menjadi pejabat pemerintahan,” kata Fahri di akun Twitternya @Fahrihamzah, Selasa (1/10/2019).

Sangat Menyedihkan, Fahri Hamzah: Cara Berpikir Pejabat Negara Soal Demokrasi Makin Sempit

KONFRONTASI -   Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah merasa gelisah dan prihatin dengan demokrasi yang diterapkan di Indonesia saat ini.

Sebab dia melihat kebebasan berpendapat belakangan ini justru seakan dipagari oleh pemangku kebijakan.

“Prihatin melihat cara berpikir pejabat negara dan para pendukungnya, termasuk yang katanya pengamat. Semakin sempit dan rendah,” tulis Fahri di akun Twitternya, Minggu (5/5/2019).

DPR Bersama Pemerintah Sengaja Percepat Revisi UU KPK

KONFRONTASI - Revisi Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja dipercepat karena berpacu dengan waktu masa tugas DPR periode 2014-2019 yang akan habis pada akhir September ini. "Memang [mendesak karena waktu]. Ya karena ini udah di ujung. Semua undang-undang begitu, memang semua [RUU] lagi ngantri," kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9).

Fahri Hamzah Pastikan RUU KPK Sudah Selesai Dibahas DPR

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan Badan Legislasi DPR RI bersama Pemerintah telah selesai membahas dan menyepakati soal revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kini, revisi UU KPK itu akan dibawa ke rapat paripurna untuk mendapat pengesahan.

Fahri Hamzah menyebutkan sudah ada surat dari Baleg yang meminta penjadwalan Paripurna untuk mengesahkan hasil revisi tersebut.

Pages