Eni Saragih

Pengakuan Eni Saragih di Pengadilan Tipikor: Johannes Kotjo Setor Rp 2 Miliar untuk Munaslub Golkar

KONFRONTASI - Saat bersaksi untuk terdakwa Idrus Marham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (29/1), Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih mengakui meminta uang kepada Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham PT Blackgold Natural Resource Ltd. untuk membiayai Munaslub Partai Golkar. 

"Kalau pengkondisian itu saya minta, untuk munaslub saya minta langsung Pak Kotjo," katanya.

Eni, Idrus dan Kotjo merupakan tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Pengacara Eni Saragih Sebut Uang Suap Mengalir ke Munaslub Golkar

KONFRONTASI - Pengacara bekas Wakil Ketua Komisi Energi Eni Maulani Saragih atau Eni Saragih, Fadli Nasution, mengatakan bahwa ada dana suap proyek PLTU Riau-I yang digunakan untuk membiayai musyawaran nasional luar biasa atau Munaslub Golkar pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar.

“Dana Rp 2 miliar itu merupakan bantuan dari saudara Kotjo (pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo) kepada Eni,” kata Fadli melalui pesan singkat pada Ahad, 26 Agustus 2018.

Lewat Sepucuk Surat, Eni Saragih Ceritakan Kasus yang Membelitnya

KONFRONTASI-Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih menulis sepucuk surat menceritakan terkait kasus suap yang menjeratnya.

Dalam surat tertanggal 15 Juli 2018 di Jakarta yang tersebar di kalangan awak media, Eni mengaku memang membantu pembangunan PLTU Riau-1 berkapasitas 2X300 MW itu agar berjalan lancar, meskipun bukan dari APBN.

Selain Eni, KPK telah menetapkan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK) sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

"Saya membantu Riau-1, karena saya tahu semangatnya Pak Kotjo dan Pak Sofyan Basyir adalah semangatnya buat negara, semuanya di-`press`, ditekan agar hasil jualnya ke PLN menjadi murah dengan begitu listrik buat rakyat pun menjadi murah," kata Eni dalam suratnya tersebut.

Namun, ia mengaku memang terdapat pemberian dari Kotjo.

"Kesalahan saya, karena saya menganggap Pak Kotjo teman, satu tim, bukan orang lain sehingga kalau ada kebutuhan yang mendesak saya menghubungi beliau untuk membantu sponsor kegiatan organisasi, kegiatan umat maupun kebutuhan pribadi, dan Pak Kotjo pun membantu karena mungkin beliau beranggapan yang sama kepada saya," ucap Eni.

"Kesalahan saya juga adalah merasa kalaupun ada rezeki yang saya dapat dari proyek ini karena saya merasa proyek ini proyek investasi di mana swasta menjadi agen yang legal, proses dari proyek ini benar, kepentingan negara nomor 1 (karena menguasai 51 persen), rakyat akan mendapatkan listrik murah (karena harga jual ke PLN murah) sehingga kalaupun ada rezeki yang saya dapat dari proses ini menjadi halal dan selalu saya niatkan untuk orang-orang yang berhak menerimanya," tutur Eni.

Eni pun menyatakan siap mempertanggungjawabkan kesalahannya itu di depan hukum dan di hadapan Allah SWT.

"Saya mengakui ini salah karena saya sebagai anggota DPR (karena jabatan saya melekat) dan kesalahan ini akan saya pertanggungjawabkan di depan hukum dan di hadapan Allah SWT," kata dia.

Eksklusif Eni Saragih: Saya Pikir Rezeki dari Swasta itu Halal

KONFRONTASI -   Tersangka dugaan suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) I Riau, Eni Maulani Saragih (Eni Saragih), buka-bukaan soal perkara yang menjeratnya. Lewat surat dua halaman yang ia titipkan kepada keluarganya, Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini mengakui menerima "rezeki" terkait proyek PLTU I Riau dari swasta.

Penangkapan Eni Saragih, Istri Cabup Termanggung Terpilih Saat Suaminya Umrah

KONFRONTASI -  Penangkapan anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih oleh KPK di rumah Menteri Sosial Idrus Marham pada Jumat (13/7) membuat heboh kalangan masyarakat, termasuk masyarakat Kabupaten Temanggung. Karena, Eni Maulani Saragih tidak lain merupakan istri dari Bupati Temanggung terpilih hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Temanggung, Muhammad Al Khazdiq.

Seorang Anggota Dewan dari Golkar, Eni Saragih Tejaring OTT, Bamsoet: Tunggu Pengumuman Resmi KPK

KONFRONTASI -   Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang juga ketua DPP Partai Golkar meminta media menunggu pengumuman resmi dari KPK terkait kabar adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota DPR RI Eni Maulani Saragih (ES) pada Jumat hari ini.