Ekuador

Presiden Hingga Para Menteri di Ekuador Potong Gaji 50 Persen Akibat Covid-19

Konfrontasi - Presiden Ekuador, Lenin Moreno harus rela setengah gajinya dipotong terkait kesulitan ekonomi yang dihadapi negaranya akibat wabah virus corona.

Bukan hanya Moreno, gaji wakil presiden, para menteri, dan wakil menteri, juga dipotong 50 persen untuk mengurangi beban negara yang sedang kesulitan ekonomi akibat Covid-19.

Kantor pers Presiden Moreno menyatakan, negara mengalami pukulan ekonomi yang telak dari wabah ini.

Ekuador Disebut Negara Gagal, Korban Virus Corona Melaporkan 5.000 Kematian Dalam Semalam

KONFRONTASI -  Di kawasan Guayas, negara bagian paling terdampak pandemi Covid-19 di Ekuador, ketika angka resmi mengenai korban wabah dicek silang dan dicermati, fakta yang mencul sungguh mencengangkan.

Setidaknya 6.700 orang meninggal dunia di dua minggu pertama April, menjadikan Guayas area paling terdampak bukan hanya di negara tersebut tapi di seluruh Amerika Latin.

Ngeri, Mayat Korban Corona Dievakuasi Massal dari Rumah

KONFRONTASI-Pemandangan mengerikan terjadi Ekuador di tengah pandemi virus corona baru, COVID-19. Otoritas terkait di negara itu mengevakuasi 100 mayat, termasuk korban COVID-19, dari beberapa rumah di kota Guayaquil dalam tiga hari.

Pemindahan jasad secara massal itu dilakukan setelah masyarakat mengeluh bahwa mereka tidak memiliki cara untuk membuang jasad-jasad kerabatnya di tengah pandemi virus corona.

Rayakan Pesta Wisuda dengan ML di Balkon, Pasangan Ini Tewas

Konfrontasi - Sebuah tragedi maut gara-gara berhubungan badan dialami pasangan di Ekuador. Mereka tewas setelah berguling-guling dan jatuh dari balkon lantai tiga tempat mereka bercinta.

Jasad perempuan berusia 25 tahun dan kekasihnya yang berusia 35 tahun ditemukan di teras bangunan yang berdekatan. Aksi bercinta berakhir maut itu dilakukan untuk merayakan pesta wisuda perempuan tersebut.

Ekuador Habiskan Rp 917 Miliar untuk Assange

KONFRONTASI -  Penjemputan paksa pendiri Wikileaks Julian Assange dari Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, Inggris, pekan lalu mengakhiri pelariannya selama tujuh tahun. Menurut New York Post, pemerintah Ekuador sudah mengeluarkan dana USD 6,5 juta (Rp 917 miliar) untuk keperluan Assange di gedung diplomatik mereka.

Sebagian besar dana tersebut dianggarkan untuk keperluan keamanan. Namun, kebutuhan sehari-hari seperti obat, makanan, dan ongkos mencuci juga masuk perhitungan.

Assange Dituduh Gunakan Kucing untuk Spionase, Wikileaks: Itu Cerita Gila!

KONFRONTASI-Daily Mail memutar sebuah kisah eksklusif, mengungkap detail tentang masa tinggal Assange di Kedutaan Besar Ekuador di London, Jumat. Sepotong kisah itu telah membuat bingung dengan klaim yang berani tetapi tidak berdasar, termasuk beberapa pernyataan yang cukup aneh oleh duta besar Ekuador.

Di antara hal-hal lain, Duta Besar Ekuador untuk Inggris Jaime Marchan mengemukakan kemungkinan besar kucing Assange yang terkenal mungkin melakukan sesuatu yang cerdik, mengklaim bahwa seluruh misi diplomatik bersikap waspada terhadap makhluk itu.

Pendiri WikiLeaks Ditangkap, Donald Trump: Itu Bukan Urusan Saya

Konfrontasi - Presiden AS Donald Trump mengaku tidak tahu apa-apa tentang WikiLeaks ketika ditanya soal penangkapan Julian Assange di London.

"Saya tidak tahu apa-apa tentang WikiLeaks. Itu bukan urusan saya dan saya tahu ada tindakan yang mesti dikenakan terhadap Julian Assange. Saya telah melihat apa yang terjadi dengan Assange," kata Trump, dikutip dari CNN, Jumat 12 April 2019.

Trump pada hari Kamis berulang kali membantah tahu tentang WikiLeaks dan Assange.

Inggris Tolak Ekuador Beri Diplomatik Untuk Julian Assange

Konfrontasi - Inggris menolak permintaan Ekuador untuk memberikan status diplomatik kepada pendiri WikiLeaks, Julian Assange, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Assange telah bersembunyi selama lebih dari lima tahun di kedutaan besar Ekuador di London di mana dia mendapat suaka pada tahun 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan perkosaan.

Mantap, Produk UMKM Indonesia Laku di Ekuador

Konfrontasi - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli Indonesia laris di Pameran Centro Interamericano de Artesanias Artes Pupulares (CIDAP) atau dikenal Pameran Pusat Kerajinan dan Kesenian Populer AntarAmerika di Cuenca, Ekuador, Amerika Selatan.

"Baru dua hari pameran dibuka sudah 70 persen produk-produk yang dipasarkan di stand Indonesia ludes terjual," kata Ketua Promosi Rombongan UMKM Indonesia Candra Saputra melalui keterangan tertulis kepada Antara di Jakarta, Minggu (19/11/2017).

Pages