25 June 2019

Donald Trump

Trump Terima Banyak Masukan Sebelum Batalkan Serangan Militer ke Iran

KONFRONTASI-Suasana di dalam Situation Room, Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS) dipenuhi ketegangan saat Presiden AS Donald Trump menyetujui rencana serangan ke Iran sebelum kemudian membatalkannya di menit-menit akhir. Salah satu anggota parlemen AS menyebut Trump terlihat 'menderita' saat itu.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (22/6/2019), sejumlah anggota parlemen AS ikut hadir di Situation Room saat rapat pengambilan keputusan untuk serangan militer ke Iran digelar pada Kamis (20/6) waktu setempat. Serangan itu dimaksudkan sebagai balasan atas aksi Iran menembak jatuh drone militer AS, Global Hawk RQ-4.

Sebagai 'commander-in-chief' atau panglima tertinggi AS, Trump saat itu harus mengambil keputusan berat yang bisa berdampak sangat besar.

Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, James Risch, menyebut Trump saat itu tampak fokus 'menggali' perspektif dan argumen berbeda yang disampaikan oleh para anggota parlemen juga penasihat-penasihat keamanannya. Namun satu hal yang pasti, sebut Risch, Trump adalah presiden yang 'tidak ingin berperang'.

"Saya sungguh-sungguh melihatnya menderita atas semua ini. Semuanya (keputusan) mengerucut pada satu pria," sebut Senator Idaho dari Partai Republik ini kepada sekelompok kecil wartawan saat menceritakan momen yang disaksikannya di dalam Situation Room.

"Presiden sungguh bergumul atas ini," timpal Ketua Komisi Angkatan Bersenjata House of Representatives (HOR) AS, Adam Smith, dari Partai Demokrat.

Dilema yang dirasakan Trump berhadapan dengan tim keamanan nasionalnya yang nyaris sepenuhnya meyakini AS harus membalas Iran yang menembak jatuh drone militer AS di Selat Hormuz. Serangan militer via udara terhadap sejumlah target Iran diyakini sebagai balasan yang pantas oleh tim keamanan nasional Trump.

Penulis Wanita Ini Mengaku Pernah Dicabuli Donald Trump

KONFRONTASI-Satu lagi wanita yang mengaku pernah dicabuli oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Wanita yang berprofesi sebagai kolumnis majalah mode Elle ini menyebut insiden itu terjadi di sebuah kamar pas di pusat perbelanjaan New York sekitar lebih dari 20 tahun lalu.

Trump Usir Kepala Staf Gedung Putih Gara-gara Batuk

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusir kepala staf gedung putih Mick Mulvaney karena batuk selama wawancara dengan ABC News.

Dalam rekaman ABC News, Trump tengah menjawab pertanyaan jurnalis dari program "This Week" George Stephanopoulos tentang laporan keuangannya kepada Senat.

Namun pada saat itu terdengar suara batuk dari seseorang yang tidak tampak di depan kamera.

"Mari kita ulang, dia batuk saat saya sedang menjawab pertanyaan" kata Trump.

Perang Dagang, India Berlakukan Tarif Tinggi Produk AS

Konfrontasi - India mengambil tindakan balasan kepada Amerika Serikat (AS) atas pengenaan tarif masuk yang tinggi atas produk ekspor mereka.
 
Dikutip dari Reuters, Minggu (16/6/2019), balasan India berupa kebijakan mengerek tarif masuk komoditas utama AS.

Orang Amerika Sebenarnya Lebih Menyukai Migran Muslim Dibanding Donald Trump

KONFRONTASI  - Muhammad Shamsi Ali sudah 18 tahun tinggal di New York, Amerika Serikat. Dia bukan orang Indonesia jadi warga sembarangan di 

negeri dengan julukan Abang Sam itu. Ustaz Shamsi, begitu dia dikenal ialah seorang Imam di Islamic Cultural Center of New York, Amerika Serikat.

Trump says US sending 1,000 troops to join the 4,000 already in Poland

KONFRONTASI - US President Donald Trump says the country is sending an additional 1,000 American soldiers to Poland to join the 4,000 already there.

Speaking at a joint press conference with visiting Polish President Andrzej Duda Wednesday, Trump made the announcement, further hailing the Warsaw government for supporting the plan.

“The Polish government will build these projects at no cost to the United States,” Trump said. “We thank President Duda and the people of Poland for their partnership in advancing our common security.”

Trump Dituduh Terima Suap untuk Perangi Iran

KONFRONTASI-Anggota Kongres dari partai Demokrat Alexandria Ocasio-Cortez mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) disuap agar berperang dengan Iran. Hal tersebut dikatakannya dengan mengunggah kutipan tweet dari reporter Washington Post David Fahrenthold, Jumat lalu.

"Orang-orang kuat berusaha untuk menyuap Presiden ke dalam perang dengan Iran," kata Ocasio-Cortez seperti dilansir Haaretz, Selasa (11/6).

Trump Tak Persoalkan Sanksi Uni Eropa Terhadap Google

KONFRONTASI- Presiden Donald Trump tidak mempermasalahkan sanksi Uni Eropa kepada raksasa teknologi AS. Bahkan sanksi tersebut bisa ditiru oleh Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Presiden Donald Trump kepada CNBC International, Selasa (11/6/2019).

Donald Trump mendukung penyelidikan Uni Eropa pada raksasa teknologi AS ketika ada konsentrasi kekuasaan di raksasa teknologi tersebut.

"Kita harus melakukan apa yang mereka lakukan," jelas Presiden Donald Trump.

Trump Ancam Perlebar Perang Dagang dengan Meksiko

Konfrontasi - Presiden AS Donald Trump, sepertinya, menganggap sanksi tarif sebagai cara paling ampuh untuk menaklukkan negara lain. Pada saat perselisihan dengan Tiongkok masih panas, Trump memantik perang baru dengan Meksiko. Temanya masih sama, seputar bisnis dan perdagangan.

Wacana Pemakzulan Donald Trump Kembali Menghangat

Konfrontasi - Wacana pelengseran Presiden AS Donald Trump kembali menghangat. Penyebabnya adalah pernyataan jaksa khusus Robert Mueller yang menyelidiki keterlibatan Rusia dalam Pemilu AS 2016.

Untuk kali pertama, Mueller buka suara sejak hasil penyelidikannya keluar bulan lalu. Dalam paparannya, Mueller memerinci 10 contoh usaha Trump menghalangi penyelidikan. Itulah tindak kriminal.

Pages