17 February 2019

Donald Trump

Langkahi Kongres, Trump Lanjutkan Pembangunan Tembok Perbatasan Meksiko

Konfrontasi - Presiden AS Donald Trump, mengumumkan keadaan darurat dalam upaya melangkahi Kongres untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko, yang telah lama dijanjikannya.

“Kita akan menghadapi krisis keamanan nasional di perbatasan selatan kita, dan kami akan melakukannya dengan cara apapun,” kata Trump saat ia bersiap menandatangani peraturan yang menghindari sebagain penutupan lain pemerintah, dengan seluruh dana dari pemerintah sampai akhir September.

Trump dan Anggota Senat AS Cekcok Gara-gara Urusan Ranjang

KONFRONTASI- Publik Amerika Serikat (AS) gelisah karena melihat perkembangan negosiasi anggaran pemerintah. Negosiasi sempat dikatakan memasuki tahap final, anggota kongres yang terlibat dalam komite negosiasi justru kembali berseteru. Padahal, anggaran darurat untuk berbagai instansi sudah hampir habis.

Trump objects to measure ending U.S. support for Saudis in Yemen war

KONFRONTASI-The Trump administration threatened on Monday to veto an effort in the U.S. Congress to end U.S. military support for the Saudi Arabia-led coalition in the war in Yemen, continuing a stand-off with lawmakers over policy toward the kingdom.

Democrats and Republicans re-introduced the war powers resolution two weeks ago as a way to send a strong message to Riyadh both about the humanitarian disaster in Yemen and condemn the killing of Saudi journalist Jamal Khashoggi.

Akhir Bulan Ini Trump dan Kim Bertemu di Vietnam

Konfrontasi - Presiden AS, Donald Trump mengatakan pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un akan diadakan di ibukota Vietnam, Hanoi, akhir bulan ini.

"Perwakilan saya baru saja meninggalkan Korea Utara setelah pertemuan yang sangat produktif dan disepakati waktu dan tanggal untuk KTT kedua dengan Kim Jong Un. Itu akan berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada 27 & 28 Februari," kata Trump di Twitter pada hari Jumat (8/2/2019) sambil menambahkan selama ini, pertemuan yang sangat produktif.

Trump: Hanoi will host second summit with North Korea's Kim

KONFRONTASI - US President Donald Trump says he will meet with North Korean leader Kim Jong-un in Hanoi, Vietnam, on February 27 and 28.

Trump made the announcement in a tweeted message on Friday, describing a meeting his representatives had in North Korea with their counterparts as “very productive.”

Miliarder Ini 'Pede' Bakal Gantikan Donald Trump Jadi Presiden AS

KONFRONTASI-Howard Schultz, Miliarder sekaligus mantan CEO Starbucks, tampaknya begitu percaya diri saat mengatakan akan menjadi presiden Amerika Serikat (AS) berikutnya. Jika terpilih jadi Presiden AS, miliarder ini menegaskan bahwa kepemimpinannya berbeda dari Donald Trump.

Seperti yang dilansir Forbes, Howard Schultz memang berjuang dengan usahanya sendiri. Ia tinggal di rumah subsidi sederhana di Brooklyn, dan mulai bekerja di Starbucks pada 1982, yang ketika itu hanyalah kedai kopi biasa.

Trump Kecil Ini Terlelap Saat Donald Trump Berpidato

KONFRONTASI-Seorang bocah 11 tahun jadi sasaran bullying karena memiliki nama belakang yang sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump. Sosoknya menjadi viral ketika dia terlihat tertidur selama sang presiden menyampaikan pidato kenegaraan.

Bocah itu bernama Joshua Trump. Dia duduk di dekat Ibu Negara AS Melania Trump ketika sang presiden menyampaikan pidato State of the Union (SOTU) atau pidato kenegaraan di gedung Parlemen AS.

Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah Tanpa Konsultasi ke Pihak Militer

KONFRONTASI-Joseph Votel, Jenderal Amerika Serikat (AS) yang bertanggung jawab atas operasi Timur Tengah, mengatakan militer AS tidak diajak berkonsultasi oleh Presiden Donald Trump tentang keputusannya untuk menarik pasukan Amerika dari Suriah.

"Saya tidak mengetahui pengumuman khusus itu. Tentu saja kami sadar bahwa ia memiliki keinginan dan niat di masa lalu untuk meninggalkan Suriah," ucap Votel dalam dengar pendapat di hadapan Komite Layanan Bersenjata Senat.

Trump: Border talks 'waste of time' if they don't include a wall

KONFRONTASI-With little time remaining to craft a deal over funding security operations on the US-Mexico border, a bipartisan group of politicians was to meet in a public work session on Wednesday even as President Donald Trump maintained a hard line on constructing a massive wall.

Congressional negotiators are up against a February 15 deadline for agreeing on funding through September 30 for several federal agencies, including the Department of Homeland Security and its border operations.

Realistically, Republican and Democratic legislators have little more than a week to settle differences and still give the full House of Representatives and Senate time to debate and vote on any deal.

A 35-day partial shutdown was triggered on December 22 when Trump refused to sign any funding bills that did not contain at least $5.7bn for a wall along the southwestern US border.

Throughout the shutdown - the longest of its type in US history - polls consistently found that most Americans blamed Trump.

Faced with steadfast opposition in the Democratic-majority House, Trump relented on Friday, agreeing to re-open federal agencies temporarily even though he did not get his $5.7bn request. In return, Congress agreed to form a special panel to negotiate a border security deal.

Trump has threatened a resumption of the record-long shutdown if the panel fails to find common ground or produces a plan he does not like.

In a tweet on Wednesday, Trump warned: "If the committee of Republicans and Democrats now meeting on Border Security is not discussing or contemplating a Wall or Physical Barrier, they are Wasting their time!"

Physical barriers have long been installed on parts of the border to keep out illegal drugs and undocumented immigrants and more are under construction.

It was unclear whether Trump, who views the current arrangement as insufficient, would accept a simple continuation of such installations.

Sindiran Pedas Trump Terhadap Intelijen AS: Kembali ke Sekolah!

KONFRONTASI-Sindiran pedas dilontarkan Presiden Donald Trump terhadap komunitas intelijennya sendiri setelah memberikan penilaian yang bertentangan dengan pandangan pemerintahannya tentang Iran. Menurutnya lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) naif dan salah dalam menilai ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.

"Hati-hati dengan Iran. Mungkin intelijen harus kembali ke sekolah!" cuit Trump seperti disitir dari BBC, Rabu (30/1/2019).

Pages