9 April 2020

Din Syamsuddin

Tiga Hal Yang Dihina Ahok, Sebut Dewan Pertimbangan MUI

KONFRONTASI - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan ucapan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu yang kemudian pemicu Aksi Damai 4 November (411).

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin dalam Tausyiah Kebangsaan Dewan Pertimbangan MUI menyebut bahwa pernyataan Ahok telah menghina agama Islam,‎ kitab suci Al Quran, dan para ulama. 

Tak Ingin Diadu dengan Buya Syafii, Din Syamsuddin: Ahok Lakukan Penistaan Agama

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin urung hadir dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan secara live oleh TVOne malam ini. Pasalnya, Din tidak mau diadu dengan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif yang juga menjadi pembicara dalam dialog dengan tema ‘Setelah 411’ tersebut.

“Mohon maaf saya tidak jadi hadir di ILC malam ini karena tidak mau diadu/dihadapkan dengan Buya Syafii Maarif,” jelas Din lewat pesan singkat yang juga dibacakan oleh host acara tersebut Karni Ilyas.

Aksi Damai 4 November, Din Syamsuddin Ingatkan Tokoh-tokoh untuk Tidak Asal Ngomong

KONFRONTASI - Chairman of the Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Din Syamsuddin, meminta tokoh-tokoh tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat suasana jadi panas terkait aksi damai 4 November.

Din merasa, ada saja orang-orang yang tampil di media, mengatasnamakan kemajemukan dan dikait-kaitkan dengan demonstrasi.

Banyak Ilmuwan Islam Bermazhab Syiah, Sebut Din Syamsudin

KONFRONTASI -  Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menilai sejauh ini telah terjadi tindakan membahayakan yang terkesan membesarkan-besarkan perbedaan Sunni dengan Syiah yang berdampak pada konflik umat. Dia berharap negara segera hadir untuk menanganinya dan para ulama segera tampil sebagai penyejuk suasana.

Din Syamsuddin: Islam Punya Andil Besar Dalam Kemerdekaan RI

KONFRONTASI-Rapat pleno ke IX bertema Strategi Kebudayaan Umat Islam Indonesia digelar Dewan Pertimbangan MUI, Rabu (22/6/2016) kemarin. Dalam rapat tersebut dibahas rancangan mengisi kemerdekaan Indonesia yang ke 100 tahun, yang jatuh pada tahun 2045. Menyongsong kemerdekaan ke-100, salah satu yang harus dijaga adalah keharmonisan umat beragama.

Din: Upaya Diskreditkan Muslim Bisa Picu Radikalisasi

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan upaya mendiskreditkan umat Muslim bisa memicu radikalisasi yang berdampak negatif bagi bangsa Indonesia.

"Kalau treatment terhadap umat Islam tidak berkeadilan, bisa memicu radikalisasi di kalangan umat Islam. Tidak baik bagi Indonesia dan umat Islam," kata Din dalam Rapat Pleno IX Dewan Pertimbangan MUI di kantor MUI, Jakarta, Rabu.

Din: Kemajemukan Adalah Takdir Ilahi

KONFRONTASI-Cendikiawan muslim Din Syamsuddin mengingatkan bahwa Indonesia harus lulus dari ujian kemajemukan sehingga dapat berkembang menjadi bangsa yang besar.

"Mereka yang siap hidup berdampingan adalah yang lulus ujian. Yang tak lulus adalah yang saling menyerang," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta itu dalam buka bersama di rumah dinas Ketua DPR Ade Komarudin di Jakarta, Senin.

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyatakan kemajemukan merupakan sunatullah atau hukum Tuhan.

Soal Kota Islami, Din Beda Pendapat dengan Maarif Institute

KONFRONTASI-Hasil penelitian Maarif Institute terkait Indeks Kota Islami (IKI) menyebutkan kota yang menerapkan regulasi syariah tidak menjamin menjadi kota islami. Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tidak sepakat dengan hal itu.

"Penilaian itu kan relatif. Jika orang lain mengadakan penelitian mungkin akan lain lagi hasilnya," ujar Din di kantor pusat MUI, Rabu (18/5).

Din: Islam Jangan Disingkirkan dari Pentas Politik

KONFRONTASI-Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan umat Islam belum mengambil keuntungan dari era demokrasi Indonesia terkini, tampak dari terpinggirkannya aspirasi dari Muslim sebagai warga mayoritas bangsa.

"Umat Islam seperti pendorong mobil mogok, tapi begitu mobil jalan dia ditinggalkan," kata Din di sela acara Rapat Pleno VIII Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu.

Din: Abu Sayyaf Bukan Organisasi Islam, Tapi Komplotan Penjahat

KONFRONTASI-Kelompok milisi Abu Sayyaf selalu mendeklarasikan diri sebagai kelompok Islam. Namun Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin menilai mereka tak lebih dari kelompok penjahat.

"Inilah kelompok yang menyatakan dirinya Islam padahal tidak. Mereka kelompok penjahat, kriminal,” ujar Din saat menyampaikan pesan kebangsaan di Kantor CDCC, Menteng, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Pages