Din Syamsuddin

Ada 3 Alasan Din Syamsuddin Mengundurkan Diri dari Jabatan Utusan Presiden

KONFRONTASI -  Din Syamsuddin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban. Din belum genap setahun menduduki jabatan itu.

Setidaknya ada tiga alasan yang dikemukakan. Pertama, dia tidak ingin dipersepsikan mendukung Joko Widodo sebagai Capres 2019.

Kedua, ingin menegakkan khittah Muhammadiyah. Ketiga, menjaga netralitas Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Din diangkat Joko Widodo menjadi utusan sejak 23 Oktober 2017 lalu. Kemudian mulai efektif bekerja mulai Februari 2018.

Mereka yang Intimidasi UAS Telah Cederai Ukhuwah Islamiyah

KONFRONTASI-Ustaz Abdul Somad (UAS) beberapa waktu lalu terpaksa membatalkan sejumlah agenda tausiahnya di daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Diduga, UAS diintimidasi oleh sekelompok orang.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Sirajuddin Syamsuddin alias Din Syamsuddin menyesalkan dugaan intimidasi tersebut.

Din Syamsuddin Tolak Jadi Bagian dari Timses Pasangan Capres-Cawapres Manapun

KONFRONTASI-Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku pernah dibujuk untuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

Lewat Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Din mengatakan, tawaran itu datang usai struktur tim kampanye diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum. Namun Din menyatakan menolak saaat itu karena tawaran tak langsung datang kepadanya dari Jokowi atau pun Ma'ruf.

"Makanya saya tak jawab waktu itu," kata Din di kantor MUI, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

Perkuat Ekonomi Umat, Din Apresiasi Usul Wapres JK

KONFRONTASI - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengapresiasi usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar umat Islam menguatkan perekonomian.

"Sangat menarik yang beliau usulkan, jangan terlalu banyak bicara soal kerja sama dalam bidang politik, koalisi keumatan dalam bidang politik, tapi coba beri perhatian kepada membangun koalisi keumatan dalam bidang ekonomi," kata Din di Jakarta, Rabu.

Komentar Din itu muncul di sela kunjungan JK di acara Rapat Pleno ke-28 Dewan Pertimbangan MUI.

'Solidarity Maker' Itu Bernama Din Syamsuddin

OLEH: FAHD PAHDEPIE

Di tengah hiruk pikuk politik menjelang suksesi kepemimpinan nasional akhir-akhir ini, boleh jadi nama Din Syamsuddin jarang kita dengar atau muncul ke permukaan. Fotonya jarang kita lihat, pikiran-pikiran dan pendapatnya seolah menjauhi pusat-pusat percakapan, wajahnya tak wara-wiri di televisi. Barangkali, ia memang menjauhi semua itu. Sebab baginya kerja-kerja untuk ummat dan bangsa tak perlu gincu, tak perlu pencitraan.

Jokowi Mencari Legitimasi? 100 Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia Kumpul Jokowi di Istana Bogor

Seratusan ulama dan cendikiawan Muslim sedunia, termasuk Indonesia, berkumpul di Istana Presiden, Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/5/2018) pagi. Mereka akan menggelar pertemuan tingkat tinggi membahas Islam "Wasathiyah" atau Islam jalan tengah bagi dunia. Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin menjelaskan, mereka yang hadir adalah ulama dan cendikiawan Muslim dari berbagai negara.

Din Syamsuddin Menghadap Presiden Jokowi: Indonesia Tuan Rumah KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia

KONFRONTASI - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin (Din Syamsuddin), melapor kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana penyelenggaraan Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyah di Bogor (KTT Bogor) yang akan diselenggarakan pada 1-3 Mei 2018.

Din Syamsuddin diterima Presiden yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Seskab Pramono Anung di Istana Merdeka Jakarta, Kamis.

Pages