24 January 2020

Demo

Lakukan Nikah Siri, Kades di Kungkai Didemo Warganya

Konfrontasi - Nekat nikah siri, Safardi, Kepala Desa Kungkai, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi didemo warga. Sebagai pemimpin desa, dia dinilai telah melanggar norma-norma adat dan telah mencoreng nama baik desa.

Sempat terjadi kericuhan saat aksi demo berlangsung antara warga dengan pihak keamanan. Saat itu, warga hendak menyegel dan menghentikan semua kegiatan di kantor desa.

M Yusuf salah satu tokoh masyarakat mengatakan tidak ingin perkara administrasi warga diserahkan kepada Safardi.

Demo HMI terhadap Dubes China di Jakarta Bela Muslim Uighur

Turun Kembali ke Jalan, Rakyat Hong Kong Demo hingga Bentrok dengan Polisi Bela Muslim Uighur

KONFRONTASI -   

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

Aksi Ketua BEM UI, Lepas Jaket Almamater Kuningnya, Demo Bareng Buruh. Menggetarkan

KONFRONTASI- Setelah  UI melahirkan sosok legenda demonstran dan gerakan mahasiswa dr Hariman SIregar (Tokoh Malari 1974), kini Ketua BEM Universitas Indonesia, Manik Margamahendra  tampil apa adanya sebagi dirinya sendiri yang mungkin juga kelak melegenda seperti  seniornya yang begitu melegenda, Hariman Siregar.   Manik, Ketua BEM itu sangat komited pada rakuat dan negara yang dicintainya.

UNICEF Tegaskan Pemerintah Harus Ijinkan Anak STM Ikut Demo

KONFRONTASI -   Menanggapi maraknya anak STM dan pelajar lainnya ikut demo akhir-akhir ini, UNICEF (United Nations Children’s Fund / Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) menegaskan bahwa anak-anak dan remaja di Indonesia memiliki hak untuk mengekspresikan diri. Ditegaskan pula, ada aturan khusus dalam sistem peradilan pidana Indonesia ketika mereka terlibat demonstrasi kemudian bersentuhan dengan hukum.

PBB Minta Indonesia Tetap Lindungi Hak Anak yang Ikut Demo

Ilustrasi massa pelajar terlibat bentrok dengan polisi di depan gedung BPK Pejompongan, Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

\

KONFRONTASI -   Lembaga Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) meminta pemerintah Indonesia tetap menjunjung tinggi hak anak-anak yang ikut demonstrasi selama sepekan terakhir.

Polisi Indikasikan Ada Kelompok Anarko di Tengah Massa Mahasiswa dan Pelajar

KONFRONTASI-Pihak kepolisian mengidentifikasi aksi demonstrasi yang berakhir ricuh disusupi kelompok di luar mahasiswa dan pelajar, Senin (30/9) kemarin.

Mereka ini diduga menjadi provokator karena terindikasi melakukan pelemparan batu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan suasana aksi berjalan tertib saat gelombang massa aksi berdatangan sejak pagi hingga siang.

“Namun, situasi memanas ketika sore hari ketika terjadi pelemparan ke arah polisi dari kerumunan massa,” jelasnya, Selasa (1/10).

Mangadar Situmorang, Tak Keberatan Mahasiswa Ikut Demo

KONFRONTASI -  Rektor Universitas Parahyangan (Unpar) Mangadar Situmorang menyatakan dirinya tak melarang mahasiswanya untuk turun ke jalan. 

Menurutnya, mahasiswa yang juga berstatus sebagai warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi politik.

"Sebagai warga negara mereka punya hak untuk itu. Mahasiswa punya legalitas untuk menyampaikan aspirasi politik," tegas Mangadar saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Senin (30/9/2019).

Pengamat: Demo Mahasiswa Besar-Besaran Berhasil Buat Sejarah

KONFRONTASI -  Pengamat hukum dari Universitas Riau, DR. Erdianto Effendi mengatakan, demo mahasiswa besar-besaran di seluruh Indonesia tidak bisa dianggap enteng, bahkan dalam sejarah Indonesia hal itu berhasil membuat sejarah.

“Sebab demo mahasiswa berbeda dengan demo kelompok masyarakat yang lain karena dianggap objektif dan nonpartisan dan mereka dianggap mewakili kepentingan publik dan diperjuangkan adalah nilai moral,” kata Erdianto di Pekanbaru, Rabu (25/9).

Selamat Berjuang, Gerakan Mahasiswa Angkatan 2019, Berjuang untuk Menang dan Ukir Sejarahmu !

Selamat datang, angkatan 2019, Datang untuk Menang !

Generasi pergerakan pemuda-mahasiswa yang sedang membentuk nasib sejarah politik Indonesia Modern. Mereka layak disandingkan dengan Angkatan (19)98 dan Angkatan 19(66) dalam hal: kuantitas, adanya martir perjuangan, dan keterlibatan luaskalangan pelajar.

Pages