darmin nasution

Daya Beli Masyarakat Tergerus, Menko Darmin Gagal dan Pilih Bungkam

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui, bahwa pemerintah tak berdaya menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi dan saat ini tengah mencari akar penyebab lesunya daya beli masyarakat. Pada kuartal kedua tahun ini, beberapa indikator konsumsi tercatat mengalami kontraksi. Para analis menilai Darmin dan Sri Mulyani gagal mengatasi pelambanan dan pelemahan ekonomi. Itu jelas terbukti.

Darmin Sombong & Ngawur: Tak Membangun Pun, Utang Pemerintah Akan Tetap Nambah

KONFRONTASI  - Utang pemerintah terus menggunung. Hingga akhir Juni 2017, tercatat utang pemerintah mencapai Rp 3.706 triliun, naik Rp 34 triliun dibanding posisi utang senilai Rp 3.672 pada Mei 2017.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, utang pemerintah bertambah lantaran keperluan pembangunan infrastruktur. Namun ia juga mengungkapkan sisi lain dari bertambahnya utang pemerintah itu.

Menko Darmin: Makin Lama, Makin Susah Entaskan Kemiskinan

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan semakin lama tingkat kemiskinan akan semakin susah diturunkan, apalagi untuk membawa persentase penduduk miskin ke angka di bawah 10 persen.

"Memang makin lama masih susah mengentaskan yang 10 persen, karena orang miskin tidak sebanyak dulu. Turun ke bawah 10 persen tidak mudah," kata Darmin ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin.

Ia berpendapat upaya yang sebaiknya dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong implementasi kebijakan pemerataan.

Mantan Gubernur BI tersebut mengatakan rancangan program pemerataan kesejahteraan baru mulai dijalankan sedikit, sehingga belum mampu memberikan dampak signifikan mengurangi tingkat kemiskinan.

Selain itu, kata Darmin, utang pemerintah juga dirasa belum berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan karena masih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

"Utang pemerintah banyak yang arahnya ke infrastruktur. Kalau baru pinjaman dibuat tapi belum ada pembangunannya ya tidak akan menurunkan (kemiskinan). Pada waktu pembangunan berjalan, pengaruhnya bagus karena orang yang bekerja di pembangunan umumnya menengah ke bawah," ucap Darmin.

Utang Menggunung, Menteri Darmin Akui Pemerintah Ketakutan

KONFRONTASI-Meski jumlah utang pemerintah sudah menggunung, namun direncanakan pada tahun ini pemerintah tetap akan mencari utang sebanyak mungkin untuk menutup defisit anggaran.

Apalagi dalam APBN Perubahan 2017, pemerintah telah melebarkan rentang defisit dari 2,41 persen di APBN 2017 menjadi 2,92 persen di APBNP 2017. Hal ini terjadi karena penerimaan negara ditagetkan menurun, namun belanja negara malah meningkat.

Menko Darmin Jelaskan Alasan Negara Kembali Berhutang

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tambahan pembiayaan utang dalam RAPBNP 2017 akan dimanfaatkan untuk kepentingan belanja yang bersifat produktif dan bermanfaat bagi pembangunan.

"Untuk menaikkan belanja-belanja yang sifatnya produktif," katanya di Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Sri & Darmin Cuma Bikin Story , Bukan Prestasi

Oleh Arief Gunawan, Wartawan Senior

Salah satu misi utama Menteri Keuangan Kabinet Pertama RI adalah mencari dana untuk pembiayaan perang dan pertahanan rakyat, dengan menggedor bank-bank yang menyimpan sisa uang peninggalan Belanda yang disita oleh tentara Jepang. 

Orang yang ditunjuk Sukarno untuk ini adalah Samsi Sastrawidagda, seorang ningrat Surakarta yang anti feodal dan anti priyayi, lulusan Sekolah Tinggi Dagang di Rotterdam, yang meraih gelar doktor pada 1925.

Gagal di Reformasi Pajak Jilid II, Sri Mulyani-Darmin Nasution Mau Apa Lagi?

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani berkebijakan yg jauh dari keadilan sosial. Beberapa saat lalu, Pemerintah mewajibkan sekitar 2,3 juta rekening bersaldo minimal Rp 200 juta untuk melapor ke Ditjen Pajak. Kebijakan kontroversial ini sudah ditolak oleh Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo). Keberatan para pebisnis kecil menengah ini akan mereka sampaikan langsung ke Presiden Jokowi.

Utang Tumbuh dengan Cepat, Menteri Darmin Berdalih untuk Dorong Pembangunan

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan bahwa porsi utang Indonesia mengalami pertumbuhan cepat, dan hingga saat ini mencapai kisaran Rp3.667,41 triliun, karena pemerintah sedang mendorong kinerja pembangunan.

"Tumbuh cepat, karena kita memang mendorong betul pembangunan," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Darmin dan Sri Mulyani Layak Masuk Radar Reshuffle

Wacana reshuffle kabinet terus berkembang. Dari diskursus kocok ulang kabinet yang berkembang, benang merah yang terbentang, perlunya Presiden mengganti para menteri di bidang ekonomi.

Dua sosok yang paling banyak disebut adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Bisa dipahami kalau dua orang itu termasuk yang paling banyak dinominasikan untuk diganti.

Pages