China

Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran Penentang UU Keamanan

KONFRONTASI-Kepolisian Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata serta menahan lebih dari 300 orang saat unjuk rasa menentang legislasi keamanan yang diterapkan China untuk membungkam pengkritik.

China merilis undang-undang (UU) keamanan baru setelah beberapa pekan ketidakpastian. Ribuan demonstran berkumpul untuk pawai tahunan memperingati penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada 1997.

Corona Makin Menggila, Trump Kembali Murka ke CHina

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan kemurkaannya kepada China. Hal ini karena dipicu oleh wabah Corona yang kian menggila di negeri Paman Sam itu.

Sebagaimana diketahui, selama ini Trump selalu menyalahkan China atas pandemi ini. Bahkan, dia sempat ingin menyelidiki asal-usul Corona yang disebut dari laboratorium di Wuhan.
Namun, saat angka kasus Corona di AS terus meningkat, kemurkaan Trump terhadap China juga meningkat.

AS Tegaskan Tak akan Diam atas UU Keamanan Hong Kong

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) mengecam keras pengesahan undang-udang keamanan baru China terhadap Hong Kong. Washington kemudian menegaskan mereka akan terus mendukung kebebasan Hong Kong.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, undang-undang keamanan yang disahkan oleh Partai Komunis China (PKC) adalah undang-undang yang kejam, yang ditujukan untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong. Pompeo menuturkan, undang-undang ini juga mengungkap ketakutan terbesar PKC, yakni kehendak bebas dan kebebasan berfikir rakyatnya sendiri.

Serasa Dunia Miliknya, China Juga Berniat Klaim Daerah Kaya Sumber Daya Alam di Kutub Utara

KONFRONTASI -    China nampaknya belum puas akan kegiatan klaim mereka di Pasifik Selatan.

Negeri Panda saat ini membidik Kutub Utara sebagai jajahan barunya.

Tentu Amerika Serikat (AS) yang mengetahui hal ini tak akan tinggal diam saja.

AS dan sekutu NATO-nya dinilai harus menjaga hubungan dekat untuk mempertahankan kepentingan mereka di Kutub Utara yang kaya sumber daya saat China memperluas jangkauannya di seluruh dunia.

Konflik dengan India, China Kerahkan Lebih dari 10.000 Tentara dengan Artileri Berat ke Wilayah Sengketa

KONFRONTASI-Militer China memulai pembangunannya di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di sektor Ladakh Timur, wilayah yang disengketakan dengan India. Di sepanjang LAC itulah Beijing mengerahkan lebih dari 10.000 tentara, artileri berat, resimen lapis baja dan bateri sistem pertahanan rudal.

Pembangunan di wilayah sengketa, termasuk area Finger, sudah dimulai Beijing sejak 4 Mei 2020.

Tibet Peringatkan Nepal untuk Waspadai Ekspansi 'Lima Jari' China

KONFRONTASI-Tibet memperingatkan Nepal akan kebijakan ekspansionis China yang dikenal sebagai Rencana Lima Jari. Di mana China ingin menguasai Ladakh, Nepal, Bhutan, Sikkim, dan Arunachal Pradesh.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Pemerintahan Tibet Pusat, Lobsang Sangay dalam wawancaranya dengan WION yang dikutip oleh ANI News, Rabu (24/6).

"Setelah pendudukan Tibet pada 1960-an, para pemimpin China mengatakan Tibet adalah telapak tangan, sekarang mereka harus menggunakan lima jari," ujarnya.

Kedubes China Anggap Pekerja Lokal RI Kurang Terampil

KONFRONTASI-Gaji tenaga kerja asing China yang bekerja di Indonesia dinilai lebih besar dibanding tenaga kerja lokal. Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk RI Wang Liping menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.

Menurut Wang, sebetulnya perusahaan China menggaji karyawannya sesuai dengan kompetensi pekerja itu sendiri, dilihat dari kontribusi dan produktivitasnya juga. Dia menegaskan dalam menentukan upah, perusahaan China di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.

Licik, Lawan India Hanya Kedok, China Sedang Terpuruk dan Butuh Konten Sangarkan Negaranya, Pamer Militer Ogah Laporkan Korban

KONFRONTASI -  China memang menjadi sorotan kembali semenjak wabah virus corona mencuat.

Bahkan setelah kini semua sudah memasuki masa transisi, China kembali membuat ulah di beberapa wilayah.

Salah satunya adalah di Lembah Galwan area perbatasan negaranya dengan India.

Aksi China di Lembah Galwan seolah menunjukkan keputusasaan China.

Mereka terlihat dengan sengaja menyiapkan pertempuran di wilayah Pegunungan Ladakh.

China Lebih Baik Fokus Urus Corona Ketimbang Usik Taiwan

KONFRONTASI-Perdana Menteri Su Tseng-chang menyarankan China untuk lebih fokus dalam penanganan Covid-19 di Beijing, alih-alih mengganggu Taiwan dengan berbagai manuver politik.

Su mengatakan hal tersebut setelah menurut militer, Angkatan Udara China sudah melakukan manuver di zona identifikasi pertahanan Taiwan sebanyak delapan kali dalam dua pekan terakhir.

Pages