23 August 2019

China

Takut Diputusin Pacar, Nenek Ini Pura-pura Hamil Sampai Culik Cucunya Sendiri, Walah!

KONFRONTASI-Takut ditinggal pacar, wanita 55 tahun ini mengaku hamil. Ia kemudian mencuri cucunya sendiri untuk diakui sebagai anak yang dilahirkannya.

Mengutip Sin Chew Daily, World of Newas menyebut wanita bermarga Zeng itu sebelumnya pernah menikah dengan pria lain. Ia kini memiliki kekasih baru yang berjanji setia asalkan bisa memberinya anak. Sejak itu, wanita ini selalu berharap untuk bisa hamil.

AS Uji Coba Rudal, China-Rusia Minta DK PBB Gelar Pertemuan

KONFRONTASI-Wakil Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy mengatakan, Rusia dan China telah meminta pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai rencana Washington untuk menguji dan menyebarkan rudal darat jarak menengah.

"Bersama dengan rekan-rekan dari China, kami meminta pertemuan DK PBB sehubungan dengan pernyataan Amerika Serikat (AS) tentang rencananya untuk menguji dan menggunakan rudal jarak menengah," ucap Polyanskiy, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/8).

China Tak Sudi Akui Pernikahan Sesama Jenis

KONFRONTASI-Cina tetap hanya mengakui pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita, kata seorang juru bicara parlemen pada Rabu. China memastikan negaranya tidak akan mengikuti Taiwan yang mengizinkan pernikahan sesama jenis, meskipun ada tekanan dari para aktivis.

Parlemen Taiwan mengesahkan RUU pada Mei lalu yang mendukung pernikahan sesama jenis. Undang-undang itu dihasilkan setelah perdebatan sengit tentang kesetaraan pernikahan berlangsung bertahun-tahun hingga menimbulkan perpecahan di pulau yang punya pemerintahan sendiri dan demokratis itu.

Akankah China Menguasai Nusantara?

Oleh: Ratna Kurniawati

Indonesia telah sepakat untuk ‎bekerjasama dengan China, salah satunya adalah pengembangan kendaraan listrik. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya dua nota kesepahaman dan lima kontrak kerja sama antara perusahaan-perusahaan dari kedua negara. China tertarik menanam modal membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memanfaatkan potensi sungai di Kalimantan Utara (Kaltara). Nilai investasinya diperkirakan US$ 17 miliar atau sekitar Rp 229 triliun (US$ 1 = Rp 13.500). 

Trump drags Tiananmen to raging trade war with China

KONFRONTASI - US President Donald Trump has linked a trade deal with China to the situation in Hong Kong, warning against the outbreak of violence in the financial hub.

His remarks come as China has issued yet another stern warning against weeks-long protests in Hong Kong, saying it will not sit idly by and watch as the unrest continues.

The Chinese media, however, brushed off concerns about a possible “repeat" of the deadly Tiananmen Square crackdown 30 years ago if Beijing moves to end the unrest in Hong Kong.

Map Kit, Layanan Peta Online dari Huawei

Konfrontasi - Huawei Technologies Co kabarnya tengah menyiapkan layanan peta yang mereka kembangkan sendiri. Ini akan menjadi alternatif yang harus mereka buat setelah hubungan dengan AS memanas.

Bernama Map Kit, peta besutan Huawei ini bukan untuk konsumen, melainkan dibuat agar para pengembang perangkat lunak dapat membikin aplikasi berdasarkan pemetaan mereka.

Map Kit nantinya akan tersambung dengan layanan peta lokal di 150 negara dan wilayah.

Hong Kong Bergolak, Pasukan Paramiliter China Bergerak

KONFRONTASI-Citra satelit menunjukkan ada mobilisasi kendaraan angkut personel lapis baja dan kendaraan lainnya milik paramiliter Cina. Perlengkapan militer tersebut ditempatkan di gelanggang olahraga di Shenzhen, yang lokasinya berseberangan dengan Hong Kong.

Citra satelit itu dikumpulkan pada Senin (12/8) oleh Maxar, perusahaan teknologi ruang angkasa yang berkantor di Amerika Serikat (AS). Citra tersebut menunjukkan ada sekurangnya 500 unit kendaraan militer Cina terparkir di lapangan sepak bola di Shenzhen Bay Sports Center, yang menghadap ke Pelabuhan Hong Kong.

Media di Cina mengatakan, mobilisasi tersebut hanyalah bagian dari latihan militer yang sudah direncanakan sebelumnya. Sejumlah video yang diunggah di media sosial pada Senin pagi lalu menunjukkan kendaraan militer Cina berduyun-duyun masuk ke Shenzhen. Media milik Pemerintah Cina, Global Times, mengunggah kompilasi video yang memperlihatkan truk-truk militer konvoi berbaris di Shenzhen.

Video propaganda itu menunjukkan sejumlah pengangkut personel lapis baja, truk, dan kendaraan lain milik Angkatan Kepolisian Bersenjata Rakyat Cina ada di jalan-jalan Kota Shenzhen. Mereka adalah polisi paramiliter yang bertanggung jawab atas pengendalian kerusuhan dan kontraterorisme.

Dalam laporan Global Times pada 6 Agustus, ada 12 ribu petugas polisi, tank, helikopter, dan kendaraan amfibi yang berkumpul di Shenzhen. Mereka tampaknya sedang melakukan latihan operasi antihuru-hara.

Namun, sejumlah pihak menilai mobilisasi ini menunjukkan ada ancaman dari Cina daratan untuk meningkatkan penggunaan kekuatan terhadap unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong. Mobilisasi alat militer ini juga terjadi hanya beberapa saat setelah Pemerintah Cina mengatakan bahwa unjuk rasa di Hong Kong menunjukkkan tunas terorisme. Hong Kong diguncang unjuk rasa pro demokrasi sejak dua bulan terakhir.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku intelijen AS memberi tahunya bahwa Cina sedang memobilisasi angkatan bersenjata ke Hong Kong. "Intelijen kami telah memberi tahu saya Pemerintah Cina memindahkan pasukan ke perbatasan dengan Hong Kong. Semua orang harus tenang dan aman!" cicit Trump di Twitter.

Bandara Hong Kong kembali beroperasi. Masakapai penerbangan milik Hong Kong, Cathay Pacific Airways, mengatakan, unjuk rasa telah menghentikan 272 penerbangan dan berimbas terhadap 55 ribu penumpang. Perusahaan ini juga telah memecat dua pilot yang ikut berunjuk rasa.

China Tak Izinkan Dua Kapal AS Kunjungi Hong Kong

KONFRONTASI-China menolak kunjungan dua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat ke Hong Kong dalam beberapa pekan mendatang, kata pejabat AS pada Selasa, saat krisis politik di bekas jajahan Inggris tersebut semakin parah.

Pejabat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menuturkan kapal transportasi Green Bay meminta izin untuk dapat mengunjungi Hong Kong akhir Agustus ini, sementara itu kapal penjelajah Lake Erie meminta izin masuk pada September.

China says Hong Kong protests 'near terrorism' as airport reopens

KONFRONTASI-China said Hong Kong’s protest movement had reached “near terrorism” on Wednesday, after a night of ugly clashes at the city’s airport where demonstrators set upon and detained two men they suspected of being government sympathizers.

Flights out of the financial hub resumed after two days of disruptions caused by unrest as thousands of protesters swarmed the terminal at one of the world’s busiest airports, forcing the cancellation of hundreds of departures.

China’s Hong Kong and Macau Affairs Office in Beijing called the behavior at the airport no different to terrorism and said it must be severely punished.

Ten weeks of increasingly violent clashes between police and protesters have plunged the city into its worst crisis since it reverted from British to Chinese rule in 1997.

pened yesterday,” read a banner held up by a group of a few dozen demonstrators in the airport arrivals hall.

“We were desperate and we made imperfect decisions. Please accept our apologies,” the banner said.

In chaotic scenes that would once have been unthinkable for Hong Kongers, a peaceful sit-in at the airport turned violent late on Tuesday as protesters confronted and held a man they believed was an undercover Chinese agent.

Busloads of riot police arrived in response, clashing with furious demonstrators before withdrawing once the man was removed and leaving the terminal briefly in control of activists who then detained a Chinese reporter for a short time.

Protesters, who occupied the airport for five days - disrupting flights on Monday and Tuesday - mostly withdrew by daybreak, with several groups issuing statements blending contrition for the chaos with defiance of the authorities.

It’s not clear whether the ugly scenes have eroded the broad support the movement has attracted in Hong Kong, while the city’s faltering economy has also taken a hit in recent months.

“We promise to reflect and to improve,” protesters said in one message distributed on social-media app Telegram.

“Sorry we were too reckless ... we are only afraid of losing your support to the whole movement due to our mistake, and that you give up on fighting.”

The unrest began in opposition to a now-suspended bill that would have allowed the extradition of suspects for trial in mainland China, but have swelled into wider calls for democracy.

The seizure by protesters of a reporter from China’s Global Times newspaper, a nationalistic tabloid run by the ruling Communist Party’s official People’s Daily, and their harassment of the man they believed to be a mainland agent drew China’s strongest language yet.

In addition to Beijing’s condemnation, the People’s Daily called for “using the sword of the law” to restore order, and mainland social media users lauded the detained reporter as a hero.

On Tuesday, U.S. President Donald Trump described the volatile situation as “tricky”, and said China’s government had moved troops near the border with Hong Kong.

“I think it will work out and I hope it works out, for liberty. I hope it works out for everybody, including China,” he told reporters during a visit to Morristown, New Jersey.

Chinese police have assembled in the neighboring city of Shenzhen for what appeared to be exercises, the Global Times reported this week.

China also denied a request for two U.S. Navy warships to visit Hong Kong in the coming weeks, U.S. officials said, as a prominent U.S. senator warned the territory could lose its special trade status if Beijing intervenes.

Protes Hong Kong : Apakah China bisa campur tangan secara militer dan politik?

KONFRONTASI    -    Kekacauan di Hong Kong kini memasuki pekan ke-11, kekerasan semakin sering terjadi dan demonstrasi menyebabkan gangguan.

Pemerintah China mengecam keras pengunjuk rasa, tetapi banyak kalangan bertanya-tanya apakah pemerintah negara itu akhirnya nanti kehilangan kesabaran dan mengambil tindakan lebih langsung.

Opsi hukum apa saja yang dimiliki Beijing untuk campur tangan? Berikut tiga hal penting.

Pages