24 July 2019

Calo Tiket

Diselidiki, Oknum Polisi yang Diduga Jadi Calo Tiket di Asian Para Games

KONFRONTASI-Kepolisian menyelidiki adanya oknum polisi yang diduga menjadi calo tiket Asian Para Games. Penyelidikan dilakukan secara internal oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

"Nanti kalau ini (terbukti) akan kita tindak, karena itu tidak boleh. Itu sudah jelas bahwa Polri kalau salah harus ditindak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, Kamis (11/10).

Calo Tiket Asian Games Diciduk Polisi

KONFRONTASI-Anggota Polsek Metro Tanah Abang menangkap delapan orang yang diduga calo tiket Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta Pusat.

Ancaman Pemecatan Oknum Karyawan yang Terlibat Praktik Calo di Gambir

Konfrontasi - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menindak tegas dengan memecat karyawannya jika terbukti melakukan praktik calo. Praktik calo ini terungkap saat seorang pemudik terpaksa membeli KA Argo Parahyangan tujuan Bandung dari seorang calo di Stasiun Gambir.

"Kita bisa proses sesuai aturan perusahaan. Makanya tunjukkan identitasnya siapa. Kita akan pecat saja dia," ujar Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin dilansir detikcom, Sabtu (24/6/2017).

Pelabuhan Batu Ampar Batam Dihantui Calo Tiket

Konfrontasi - Ani bersama empat anaknya terkatung-katung di Pelabuhan Batu Ampar, Sekupang, Batam, Jumat (23/6/2017). Seorang calo menipu Ani sebesar Rp 600 ribu.

"Saya enggak tahu awalnya. Saya kira pelabuhan untuk roro masih di Sekupang ternyata sudah pindah ke Batu Ampar. Saya tadi sempat beli tiket di sana sama calo, ternyata dia enggak pernah balik lagi temui saya," sebut Ani.

Setelah tahu pelabuhan sudah pindah, barulah ia berangkat naik taksi ke Batu Ampar. Ani masih berharap dia dan anak-anaknya itu bisa pulang ke Medan.

Waduh, Oknum Petugas Keamanan Jadi Calo Tiket Final Piala Presiden 2015

Konfrontasi - Besarnya animo masyarakat untuk menonton pertandingan final Piala Presiden antara Persib Bandung melawan Sriwijaya FC pada Minggu (18/10/2015) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ternyata dimanfaatkan oleh oknum petugas keamanan.

Mereka menyediakan jasa mengantre tiket melalui pintu belakang. Hal ini tentu saja sangat tidak adil bagi mereka yang mengantre sejak dari pagi hari.