12 December 2019

Boediono

Soal Krisis 1997-1998: Ramalan Rizal Ramli Terbukti, Boediono Telat Mikir

KONFRONTASI-Setelah 20 tahun berlalu, mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono baru sadar kebijakan IMF membantu Indonesia dalam krisis ekonomi 1997-1998 salah arah.

Saat menghadapi krisis moneter 1997-1998, Dana Moneter Internasional IMF memang tidak hanya di minta saran dan nasehat-nasehatnya. Namun, juga gelontoran pinjaman dengan syarat-syarat yang memberatkan ekonomi Indonesia.

Terbukti, Analisis Rizal Ramli soal Kesalahan Resep IMF. Malah Boediono Setelah 20 Tahun Baru Akui Resep IMF Salah. Boed Tak Becus !

KONFRONTASI- Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia. Parah dan telat mikir  karena baru kali ini Boediono menilai IMF salah dalam menghadapi krisis moneter di Indonesia pada 1997-1998. Waktu itu, IMF menyarankan agar Indonesia menutup 16 bank kecil yang memiliki aset 3-4 persen dari total aset perbankan nasional, namun tanpa payung pengaman.

Parah dan Telat Mikir, Setelah 20 Tahun Boediono Baru Akui Resep IMF Salah

KONFRONTASI-Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia.

Ekonom senior Rizal Ramli sendiri dahulu menolak mentah-mentah resep yang disuguhkan IMF tersebut karena sadar betul resiko yanf harus ditanggung bangsa ini.

Membaca Kembali Centurygate: Boediono Bukanlah Bung Karno

Pagi hari, 29 Desember 1929. Tak kurang dari 50 polisi Belanda mengepung kediaman tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI), Soejoedi, di Yogyakarta. Adalah sang ketua umum PNI, Soekarno, yang mereka cari.

Ketika itu Soekarno dan beberapa petinggi PNI sedang mengunjungi Yogyakarta dan menginap di rumah Soejoedi.

Rizal Ramli Ingatkan Boediono agar Bersikap Kesatria, Jangan Ngeles dan jangan jadi Pengecut

KONFRONTASI- KPK menyebut akan ada tersangka baru skandal Bank Century setelah Budi Mulya. Dalam hal ini, Mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli  kembali mengatakan dan minta agar Mantan Wakil Presiden Boediono untuk bersikap jantan dan tidak jadi seorang pengecut.

Dan  hal itu. pernah  ia sampaikan dalam acar ILC TV One pada Selasa (17/4/2018).

Antara Boediono dan Tersangka Baru Kasus Century

KONFRONTASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan dan membuka penyelidikan baru kasus korupsi Bank Century.

Selasa (13/11/2018) kemarin, lembaga anti-korupsi itu meminta keterangan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, terkait penyelidikan megakorupsi ini.

Fahri Heran Ada Rekomendasi Tapi KPK Tidak Periksa Boediono

KONFRONTASI -  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai tidak ada yang berbeda mengenai keputusan Pengadilan Pengadilan Negari Jakarta Selatan dengan rekomendasi Pansus Century Gate.Bahkan menurut Fahri, Pansus Century Gate lebih dulu mengeluarkan rekomendasi aparat hukum melakukan penyelidikan terhadap Bailout Bank Century. 

Rizal Ramli: Masuknya IMF Memperburuk Krisis Ekonomi Indonesia. Keterlibatan Boediono, Sri Mulyani dalam kasus BDNI/BLBI Diungkap

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli mengungkapkan peran IMF, Menkeu Boediono, Menko Dorodjatun dan Menkeu Sri Mulyani  dalam kasus korupsi BDNI dan BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Kehadiran IMF (International Monetary Fund) membuat krisis ekonomi 1998 lebih buruk dan Indonesia makin terpuruk. maka kalau ada para pejabat Indonesia yang mau mengundang  IMF, kita tangkap saja karena mereka pasti  bermental komprador dan merusak ekonomi kita.

Sri Mulyani 'Pasrahkan' Penetapan Tersangka Boediono ke KPK

KONFRONTASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati enggan berkomentar banyak terkait permintaan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka dalam kasus Bank Century.

Adapun permintaan PN Jaksel kepada KPK agar menjadikan Boediono tersangka dalam kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Rizal Ramli Ungkap 'Akal-akalan' Boediono di Bank Indover - Century

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia Overseas Bank (Indover) dan Bank Century.

Pages