BNPT

Lunturnya Integritas dan Kejujuran Menjadi Kelemahan Mental Bangsa Indonesia

KONFRONTASI – Salah satu kelemahan dari mental bangsa Indonesia sesudah revolusi adalah sifat ‘mental menerabas’ atau mental menempuh jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu dengan tidak memperdulikan aturan yang berlaku, etika dan prosedur yang telah disepakati.
 

BNPT Terus Berkomitmen dan Konsisten Kampanyekan Perdamaian di Dunia Maya

KONFRONTASI – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus membuktikan komitmen dan konsistensinya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengkampanyekan perdamaian di dunia maya. Langkah itu dilakukan karena dunia maya dewasa ini telah menjadi ruang tanpa batas, bahkan tanpa kontrol, sehingga sangat mudah dijadikan kelompok radikal terorisme untuk melakukan propaganda dan rekrutmen.

BNPT: AS Tertarik dengan Program Deradikalisasi di Indonesia

KONFRONTASI-Amerika Serikat tertarik dengan program deradikalisasi yang dijalankan Indonesia dalam menangani persoalan radikalisme dan terorisme, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, Suhardi menyebutkan ketertarikan itu diungkapkan oleh Asisten Khusus Presiden AS untuk Keamanan Nasional dan Penanggulangan Terorisme Thomas P Bossert.

Suhardi dan Bossert bertemu di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (11/7) waktu setempat. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Menlu Retno LP Marsudi dengan Bossert pada Juni lalu.

"Mr Bossert ingin tahu pengalaman Indonesia selama ini dalam menanggulangi terorisme termasuk di antaranya mengenai tantangan dari FTF (Foreign Terrorist Fighter) returnees baik terhadap Indonesia maupun kawasan lain, serta upaya meningkatkan kerja sama penanggulangan terrorisme antarkedua negara," ujar Suhardi.

Kepada Bossert, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan pentingnya upaya menyeimbangkan antara penggunaan pola pendekatan keras dan pendekatan lunak dalam penanggulangan terorisme.

"Terlebih dalam soft approach Indonesia relatif berhasil dalam program deradikalisasi, dimana teroris yang telah menjalani masa hukuman dari sebanyak 560 orang hanya tiga orang yang kembali melakukan tindakan terorisme," ujar alumni Akpol 1985 ini.

Amerika Ingin Belajar Masalah Penanggulangan Terorisme dari Indonesia

KONFRONTASI - Indonesia dan Amerika terus berupaya bersama-sama dalam upaya penanganan masalah terorisme. Hal tersebut terlihat saat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, melakukan pertemuan bilateral dengan Thomas P. Bossert selaku Assistant to the US President for Homeland Security and Counterterrorism (Asisten Khusus Presiden AS untuk Keamanan Nasional dan Penanggulangan Terorisme) di Gedung Putih, Washimgton DC, Amerika Serikta pada Selasa (11/7/2017) waktu setempat. 

Keterlibatan Masyarakat & Penguatan Pancasila Kunci Pencegahan Terorisme Kedepan

KONFRONTASI - Keterlibatan masyarakat dan penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi kunci pencegahan radikalisme dan terorisme ke depan. Berdasarkan itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus terus merangkul seluruh elemen masyarakat dalam memasifkan pencegahan terorisme. Selain itu, BNPT juga wajib memperkuat kerjasama dengan lembaga terkait, baik pemerintah maupun ormas dalam penguatan nilai-nilai Pancasila.

Kemenag Yogya Minta Kegiatan Rohis Diawasi, Pengamat Teroris: Ini Semakin Amburadul

Konfrontasi - Pengamat Terorisme Indonesia, Al Chaidar menilai bahwa permintaan Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kepada pengelola sekolah SMP maupun SMA untuk mengawasi kegiatan Rohani Islam (Rohis) berlebihan. Pasalnya, menurut dia, hampir tidak ada mantan Rohis yang menjadi teroris. 

“Berlebihan itu, aneh itu. Karena kan beberapa pelaku terorisme itu, setahu saya itu tidak ada aktivis Rohis,” ujar Al Chaidar yang  jebolah sarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia ini dilansir Republika.co.id, Jumat (7/7/2017).

Kerukunan Antar Sesama akan Membuat Indonesia Imun dari Radikalisme Terorisme

KONFRONTASI - Kerukunan antar sesama anak bangsa akan membuat Indonesia imun dari 'serangan' radikalisme dan terorisme. Karena itu penguatan rasa cinta tanah air dan persatuan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dilakukan demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi sekarang masih momentum hari kemenangan Idul Fitri.

BNPT: WNI yang Pulang dari Suriah Wajib Ikut Program Deradikalisasi

KONFRONTASI-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah terlebih dahulu diharuskan mengikuti program deradikalisasi.

"Siapa yang menjamin mereka radikal? Tapi sebagai pencegahan, kami kasih pencerahan dan diberikan program deradikalisasi," ujar dia di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/7).

Jadikan Idul Fitri Momentum Sucikan Diri Dari Radikalisme dan Terorisme

KONFRONTASI - Sebentar lagi umat islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Perayaan Idul Fitri inilah diharapkan menjadi momentum bagi umat islam untul mensucikan diri dari radikalisme dan terorisme yang bertujuan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pages