Beras

Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Ketupat, Lontong dan Buras

Konfrontasi - Serupa tetapi tidak sama. Ini perbedaan ketupat, lontong, dan buras.

Sama-sama berbahan dasar beras, tiga makanan ini memiliki perbedaan dari bentuk, cara memasak, hingga bahan-bahannya.

1. Lontong

"Lontong adalah makanan yang dibuat dari beras yang dicuci bersih, kemudian dimasukkan ke dalam daun pisang," papar Executive Chef Santika Mataram Lombok, Nyoman Putra Yasa, dilansir Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Suplai Berlimpah, Kenapa Harga Beras Meroket?

KONFRONTASI-Jelang lebaran kondisi kelangkaan dan melambungnya harga pangan seperti beras dan komoditas lainnya menjadi fakta musiman. Terlebih pada saat pandemik virus corona baru (Covid-19) seperti saat ini.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan bahwa pihaknya sudah ditugaskan pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan seperti beras, gula dan kebutuhan lainnya.

Riau Alami Defisit Beras Akibat PSBB

KONFRONTASI-Kementerian Pertanian mencatat sebanyak empat provinsi, termasuk Riau, mengalami defisit beras akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengantisipasi COVID-19, sehingga pemerintah diusulkan menjadikan sagu sebagai pangan alternatif, kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Hardianto.

Krisis Pangan Tak Boleh Terjadi di sini. Rizal Ramli: Di Negara Lain Kalau Tak Ada Beras, Penguasa Jatuh

KONFRONTASI- Di tengah pandemi Corona, krisis pangan bisa mengancam Indonesia.  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan, bahwa presiden Jokowi meminta kepada BUMN untuk bersama-sama mencetak lahan baru untuk persawahan. Hal ini dilakukan terkait kelangkaan pangan di Indonesia.

“Presiden meminta BUMN dan daerah, serta Kementerian Pertanian untuk membuka lahan baru untuk persawahan, yaitu lahan basah dan lahan gambut,”  ujarnya, Selasa (28/4/2020) lalu.

Bulog Sulteng Perkenalkan Beras Fortivit untuk Cegah Stunting

KONFRONTASI-Perum Bulog wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) telah resmi memperkenalkan beras jenis fortivit sebagai solusi dan strategi program pemenuhan gizi masyarakat untuk mencegah kasus kekerdilan atau 'stunting'.

"Beras ini memiliki kualitas yang baik dan sangat cocok untuk program pengentasan kasus kekerdilan anak," kata Kepala Perum Bulog Sulteng Miftahul Ulum, di Palu, Rabu.

Demi 1 Kg Beras, Keluarga Miskin di Batam Jual HP Rusak

Konfrontasi - Miris. Keluarga miskin di Kavling Kamboja Sei Pelungut, Batu Ajim, Batam, Kepulauan Riau terpaksa menjual handphone (HP) rusak demi mendapat satu kilogram beras.

Aksi yang dilakukan Ason untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya itu sontak viral di media sosial setelah diunggah seorang warga yang melihat kejadian itu.

Ditemui di rumahnya, Ason mengaku terpaksa menjual HP-nya yang sudah rusak agar bisa membeli beras untuk dimakan bersama keluarga.

Batasi Impor Beras agar Ekonomi Tidak Bertambah Anjlok

KONFRONTASI-Pemerintah mesti menjamin kebutuhan pokok selama masa darurat wabah virus corona yang diprediksi selama tiga bulan ke depan agar tidak terjadi kepanikan.  

Salah satunya dengan membatasi impor sejumlah komoditas terutama beras lokal. Sebab, 52 persen beras yang berada di gudang Bulog merupakan beras impor.
Begitu kata ekonom Indef Bhima Yudhistira dilansir RMOL.id sesaat lalu di Jakarta, Rabu (18/3). 

Bulog akan Respon Beras Renceng ke Saudi

KONFRONTASI-Perum Bulog akan mengekspor beras kemasan renceng ke Arab Saudi pekan depan guna memenuhi kebutuhan konsumsi pangan warga negara Indonesia yang bekerja di sana, maupun yang tengah beribadah umroh dan haji di negara tersebut.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan ekspor beras renceng kemasan 250 gram tersebut sebanyak delapan kontainer. Sebelumnya, perusahaan importir Arab Saudi telah berkunjung ke Kantor Bulog, melakukan uji rasa, hingga akhirnya melakukan kontrak pembelian beras dengan Bulog.

Bulog akan Lelang Beras Tak Layak Konsumsi untuk Ethanol Hingga Pupuk

KONFRONTASI-Perum Bulog menyatakan akan segera melakukan lelang terbuka untuk beras turun mutu kepada lima perusahaan yang dinyatakan lolos verifikasi dokumen dari 12 peserta lelang yang mengajukan penawaran.

Kelima perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di industri non pangan yaitu perusahaan lem furniture, ethanol, sabun dan pupuk.

Bulog Buang 20 Ribu Ton Beras, Prodem Minta KPK Periksa dan Proses Hukum mantan Mendag Enggar

Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Satyo Purwanto menilai KPK dapat memanggil mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kebijakan impor ugal-ugalan yang dilakukan di periode sebelumnya.

Pernyataan Satyo begitu ia disapa didasari oleh keputusan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) akan membuang stok beras yang mutunya berkurang sebanyak 20 ribu ton beras.

Pages