Bank Indonesia (BI)

Bank Indonesia: Penarikan Uang Tunai pada Minggu Pertama Ramadhan Mencapai Rp22,2 Triliun

Konfrontasi - Bank Indonesia mencatat jumlah penarikan uang tunai pada pekan pertama telah mencapai Rp22,2 triliun atau sebesar 10% dari total proyeksi kebutuhan uang tunai sepanjang Ramadan 2019.

Deputi Gubenur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan bahwa sebagian besar uang yang ditarik tersebut berupa penarikan dari perbankan dengan total Rp18,4 triliun, sedangkan penarikan dari kas titipan mencapai Rp3,6 triliun.

Tekan Inflasi, Gubernur BI Sarankan Beli Tiket Mudik Lebaran Jauh-jauh Hari

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) imbau masyarakat membeli tiket pesawat mudik dari jauh hari sebelum lebaran, selain agar mendapatkan tiket. Hal itu juga untuk menekan inflasi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jauh-jauh hari merencanakannya (pemebelian tiket untuk mudik), sehingga memang tidak menjadi tekanan-tekanan inflasi yang tinggi dari sisi tarif angkutan udara," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Bank Indonesia Yakin Inflasi Ramadan dan Idulfitri Terjaga

Konfrontasi - Bank sentral meyakini tekanan inflasi selama Ramadan dan Idulfitri akan tetap terkendali seiring dengan diterapkannya sejumlah strategi oleh tim pengendali inflasi.

Bahkan, Bank Indonesia (BI) melihat potensi inflasi keseluruhan pada 2019 akan turun dari proyeksi awal sebesar 3,5 persen dari kisaran sasaran yang ditetapkan 2,5-4,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui inflasi Ramadan dan Idulfitri memang selalu naik. Namun, peningkatan ini akan diatasi oleh upaya menjaga pasokan bahan pangan.

Wow, Ternyata Bank Indonesia Telah Keluarkan Fatwa Main Game Online Merugikan Negara

Konfrontasi - Bulan depan, rencananya Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengeluarkan fatwa haram untuk game bernama Player Unknown’s Battleground (PUBG) karena dinilai memicu terjadinya kekerasan. Namun tahukah kamu kalau Bank Indonesia (BI) ternyata sudah menerbitkan fatwa lebih dulu, bahwa game online buatan developer asing terbukti merugikan negara?

Hah! Kok bisa? Jadi begini ceritanya seperti dikutip CekAja, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

Fatwa tersebut bukan diungkapkan oleh pegawai bank sentral level rendahan loh. Tapi langsung dari mulut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara saat menjadi pembicara Seminar Nasional: Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan pada Rabu 27 Maret 2019.

Menurut Mirza, kegemaran masyarakat Indonesia bermain game online buatan developer asing secara tidak langsung membebani Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Waduh, apa pula itu NPI?

Mengutip laman BI, NPI adalah statistik yang mencatat transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dengan bukan penduduk pada suatu periode tertentu. Transaksi NPI terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial.

Nah, Mirza menjelaskan setiap orang Indonesia yang melakukan transaksi untuk dapat bermain game online, maka transaksi yang umumnya berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) itu sedikit demi sedikit dapat menjadi beban bagi NPI.

Sebut saja contohnya uang yang kamu keluarkan untuk mengunduh game online yang tidak gratisan. Atau kalau kamu pemain aktif game Mobile Legends, tentu pernah sesekali atau bahkan sering membeli ‘skins‘ yang dapat meningkatkan kemampuan tempur karakter jagoan yang sering kamu gunakan.

“Mungkin nilainya hanya setengah dolar, tapi kalau yang main dua juta orang? Keluar semua itu uang dari Indonesia untuk games itu yang akan kelihatan di NPI,” ujar Mirza.

Transaksi yang kamu lakukan saat bermain game online, tidak ada bedanya dengan jual-beli barang skala besar dengan perusahaan asing atau lebih dikenal dengan istilah ekspor-impor. Pasalnya, ada uang yang dibayarkan untuk dapat membeli barang/jasa dari perusahaan penyedianya di luar negeri.

BI Prediksi Tekanan ke Rupiah Mulai Mereda

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat masih mengalami pergerakan. Bank Indonesia (BI) menilai gejolak nilai tukar akan menurun hingga akhir 2019 ini.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah mengungkapkan hal ini juga dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve yang akan menahan bunga acuan pada tingkat 2,25%-2,5% sepanjang tahun ini. 

Rupiah Ditutup Bahagia 77 Poin Rp14.093

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah mampu melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (25/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 77 poin atau 0,54% ke level Rp14.093 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai melanjutkan penguatannya ketika dibuka terapresiasi 15 poin atau 0,11% di level Rp14.155 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Nasib Rupiah Pekan Depan Ditentukan Brexit

Konfrontasi - Rupiah berhasil menguat 1,55 persen selama seminggu kemarin. Mengutip Bloomberg di pasar spot Jumat (11/1/2019), rupiah menguat 0,04 persen ke level Rp 14.047 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara kurs refensi Jisdor Bank Indonesia, rupiah menguat 0,12 persen menjadi Rp 14.076 per dollar AS. Selama sepekan rupiah tercatat menguat 1,91 persen dari Jumat (4/1/2019) di angka Rp 14.350 per dollar AS ke angka Rp 14.076 per dollar AS.

Jumat Sore Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat 146,5 Poin Menjadi Rp 14.270

Konfrontasi - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat hingga penutupan perdagangan sore ini.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 4 Januari 2019, rupiah menguat tajam hingga mencapai 146,5 poin atau setara 1,02 persen ke posisi Rp14.270 per USD.
 

Pages