14 November 2019

Bank Dunia

Bank Dunia: Jokowinomics Jilid II Semakin Gelap

KONFRONTASI -  Bank Dunia menyebut kondisi perekonomian Indonesia lebih mengkhawatirkan ketimbang negara Asia Tenggara lainnya. Dalam kaitannya dengan dampak perang dagang AS dan China.

Laporan Bank Dunia bertajuk "Risiko dan Implikasi Ekonomi Global untuk Indonesia", kabarnya cukup mengejutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak main-main, Bank Dunia memberikan peringatan keras atas perekonomian Indonesia di masa depan. Dengan kata lain, Jokowi ketar-ketir juga.

Rupiah Ditutup Menguat Rp14.137 per Dolar AS

Konfrontasi - Kurs Rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (11/10/2019), bertahan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sempat melemah jelang penutupan, mata uang Garuda berhasil berbalik menguat. 

Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Tantangan Bagi Indonesia

KONFRONTASI-Meski Indonesia mengalami kemajuan dalam hal pengurangan kemiskinan, Bank Dunia menilai masih ada tantangan domestik yang harus dihadapi negara ini yaitu mengurangi ketimpangan antar daerah. 

Bank Dunia menyebutkan, dari Maret 2018 hingga Maret 2019, sebanyak 28 provinsi berhasil mengurangi jumlah penduduk miskin. Namun, enam provinsi lainnya menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin.

Bank Dunia Beri Pinjaman USD150 Juta untuk Energi Panas Bumi di Indonesia

Konfrontasi - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar USD150 juta bagi Indonesia untuk meningkatkan investasi tenaga panas bumi dengan mengurangi risiko eksplorasi tahap awal.

Pinjaman ini disertai hibah sebesar USD127,5 juta dari Green Climate Fund dan Clean Technology Fund, dua institusi yang mendukung pembangunan ramah iklim. Tenaga panas bumi diharapkan memainkan peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca Indonesia.

Jangan Percaya Rekomendasi Bank Dunia untuk Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan Indonesia

Oleh: Gede Sandra, analis ekonomi (Pergerakan Kedaulatan Rakyat)

Seperti diberitakan di berbagai media, pada awal bulan September (2/9) perwakilan Bank Dunia menemui Presiden Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Bank Dunia mengungkapkan kepada Jokowi bahwa potensi terjadinya resesi dalam perekonomian global sangatlah besar. Maka itu, Bank Dunia menyarankan Indonesia perlu terus memonitor dan menyiapkan langkah mitigasi.

Luhut Bantah Ramalan Bank Dunia Soal Ekonomi RI

KONFRONTASI - Merespons proyeksi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mereka perkirakan hanya mampu terangkat 4,9 persen hingga 2022 nanti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan memang ada beberapa skenario yang dibuat oleh Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, dirinya menegaskan Indonesia masih lebih baik dibanding negara emerging market lainnya. Sebagai informasi, Emerging Market Economy/EME didefinisikan sebagai negara dengan ekonomi rendah menuju ke level menengah.

Sri Mulyani Waspadai Sinyal 'Lampu Kuning' Bank Dunia

KONFRONTASI -    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai sinyal 'lampu kuning' dari Bank Dunia terkait perlambatan ekonomi dan risiko peningkatan aliran modal keluar (capital outflow) dari Indonesia. Namun, ia mengklaim pemerintah sudah menyadari langkah apa saja yang harus diambil untuk menangani risiko tersebut.

Sebelumnya, Bank Dunia sempat memberi sinyal 'lampu kuning' langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada pekan lalu.

Bank Dunia: Indonesia era Jokowi Terancam Alami Capital Outflow Besar. Harus Cerdas, Cermat dan Hati-Hati

KONFRONTASI- Ancaman resesi global semakin menggema. Perlambatan perekonomian di sejumlah negara di dunia turut menyeret dan menjadi potensi risiko yang semakin besar bagi perekonomian Indonesia. 

Bank Dunia Setujui Pinjaman Sebesar 250 Juta Dolar untuk Madrasah

Konfrontasi - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman untuk mendukung peningkatan mutu sekolah-sekolah pendidikan dasar dan menengah Indonesia di bawah naungan Kementerian Agama. Pinjaman disetujui sebesar 250 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,52 triliun.

Bank Dunia Tunjuk David Malpass Jadi Presiden Baru

Konfrontasi - Dewan Eksekutif Bank Dunia (World Bank) dengan suara bulat menunjuk David R. Malpass sebagai Presiden Grup Bank Dunia yang baru. Malpass akan memimpin institusi keuangan global itu untuk masa jabatan 5 tahun ke depan.

Malpass merupakan kandidat yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Menteri untuk Urusan Internasional di Departemen Keuangan AS.

Pages