18 January 2019

Banjir

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sanggau, Kalbar

KONFRONTASI-Ratusan rumah di Kecamatan Kapuas dan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat terendam banjir sejak Senin (7/1), yang dipicu tingginya curah hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Bogor

KONFRONTASI-Air Sungai Cimakaci, anak Sungai Cisadane, meluap setelah hujan deras dan membanjiri lebih dari 20 rumah warga di Kota Bogor pada Rabu.

Luapan air dari sungai itu menggenangi permukiman warga di Kampung Rancamaya Cikobak RT 003/RW 004, Kelurahan Rancamaya, serta Kampung Bojong Kerja RT 001/RW 004, Kelurahan Bojong Kerta, Kecamatan Bogor Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyebutkan air menggenangi 22 rumah warga di Kampung Rancamaya Cigobak, dan tiga rumah di Kampung Bojong Kerta.

Sungai Batanghari Meluap, Lebih dari Seribu Rumah Terendam Banjir

KONFRONTASI-Luapan air Sungai Batanghari membanjiri 1.026 rumah warga di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

Hampir 2 Ribu Warga Bireuen Mengungsi Karena Banjir

Konfrontasi - Sedikitnya 1.919 jiwa masyarakat dari lima kecamatan di Bireuen, Aceh, harus mengungsi akibat banjir yang melanda daerah tersebut. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bantuan masa panik juga telah disalurkan Dinas Sosial Bireuen ke masyarakat terdampak, Jumat (14/12/2018).

Kadinsos Bireuen, Murdani menyebutkan banjir juga sempat melumpuhkan jalur Banda Aceh-Medan, persis di kawasan Blang Geulumpang dan Ikue Alue, Peudada.

Batanghari Meluap, Ribuan Rumah Terancam Tenggelam

KONFRONTASI-Ribuan rumah warga Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Pelayangan, Jambi tergenang banjir akibat luapan sungai  Batanghari. Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai terpanjang di Sumatera itu meluap.

Pantauan di lokasi, rumah panggung warga nyaris tergenang air. Aktivitas warga di Olak Kemang ini hanya pakai perahu seadanya.

Salah seorang warga, Dewi menceritakan, awalnya air biasa saja naik ke permukaan daratan. Namun, lama kelamaan semakin bertambah hingga ketinggian mencapai 4 meter.

Kampar Terapkan Status Tanggap Darurat Banjir

KONFRONTASI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Riau, Selasa, menetapkan status tanggap darurat banjir karena kondisi bencana yang meluas dan pemerintah setempat kewalahan untuk mengantisipasinya.

"Kita sudah meningkatan untuk tanggap darurat, menyusul status siaga darurat. Surat keputusan ditandatangani Bupati pada 11 Desember 2018," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kampar, Adi Candra kepada Antara di Pekanbaru.

BPBD Kampar: Banjir Rendam Ratusan Rumah

Konfrontasi - Ratusan rumah warga di Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Gunung Sahilan dan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, terendam banjir. Tinggi banjir bervariasi dari 10 centimeter hingga terparah mencapai 100 meter.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar Adi Chandra mengatakan, dari 3 kecamatan yang terdampak, 2 diantaranya yaitu Kecamatan Kampar Kiri dan Gunung Sahilan yang terparah.

Curah Hujan Tinggi, Kudus Diterjang Banjir Bandang

KONFRONTASI-Puluhan rumah yang ada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang menyusul curah hujan yang tinggi di kawasan sekitar.

Kepala Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Setiyo Budi di Kudus, Selasa, mengatakan bencana banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan terjadi pada pukul 14.00 WIB.

Sebelum terjadi banjir bandang, kata dia, Desa Wonosoco sempat turun hujan, kemudian sekitar pukul 14.30 WIB terjadi banjir bandang setelah debit air di Sungai Londo meluap dan masuk ke pemukiman warga.

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Satu Masjid Hanyut

Konfrontasi - Banjir bandang menerjang tiga desa di Kabupaten Aceh Tenggara mengakibatkan 20 unit rumah rusak berat, dua jembatan tersumbat material banjir, dan satu masjid hanyut.

"Banjir bandang lagi di Aceh Tenggara pada Jumat (30/11), dan kali ini tiga desa, yakni Natam Baru, Kayu Metangur, dan Natam Lama di Kecamatan Badar," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Sabtu 1 Desember 2018.

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Jembrana

KONFRONTASI-Ratusan rumah warga Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali yang merupakan desa pesisir masih tergenang air akibat banjir yang melanda sejak Rabu dini hari.

"Sejak banjir datang sampai saat ini, ketinggian air masih sama. Kalau hujan lagi, bisa lebih besar banjirnya," kata Hasan, salah seorang warga Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Rabu petang.

Ia mengatakan, banjir besar seperti itu terakhir kali terjadi lebih dari lima tahun lalu, namun dengan cepat surut, sehingga saat hujan lebat turun lagi tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi saat ini justru tidak.

Menurutnya, genangan air di pekarangan rumahnya seperti tidak bisa mengalir kemana-mana, karena itu mencurigai saluran drainase yang terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung buangan air hujan.

Antaranews melaporkan ratusan rumah di Dusun Kelapa Balian dan Munduk, Desa Pengambengan masih tergenang air, sedangkan pada Rabu sore mendung tebal mulai terlihat di langit.

Untuk mempercepat pembuangan air, beberapa warga menggunakan mesin pompa untuk menyedot air keluar dari rumah dan pekarangan mereka.

Sementara sebagian besar warga lainnya hanya bisa pasrah sambil menyelamatkan barang-barang berharga miliknya ke tempat yang aman, serta berharap hujan lebat tidak turun lagi.

Santoso, salah seorang warga Dusun Munduk mengatakan, saat banjir datang sekitar pukul 01.00 wita dini hari, ia mendengar suara gemuruh air yang mengalir deras.

"Saya bersama isteri terpaksa tidur di 'dipan' (bangku panjang) yang ada di teras, karena air masuk sampai ke dalam rumah kami. Kalau nanti sore atau malam hujan lagi, sudah pasti saya tetap tidur di teras," katanya.

Sementara data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, ada 20 titik bencana saat hujan lebat turun Selasa (27/11) malam, dari banjir, pohon tumbang sampai tanah longsor.

 

Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo mengatakan, pihaknya terus memantau dan siaga jika ada warga yang membutuhkan pertolongan darurat.

 

Agar bisa dengan cepat memberikan bantuan, ia mengatakan, armada BPBD seperti ambulans, mobil tangki air, mobil komando dan sepeda motor diperiksa dengan seluruh anggota diperintahkan siaga.

Hujan lebat beberapa jam di Kabupaten Jembrana menyebabkan sejumlah desa/kelurahan di wilayah ini terendam air banjir, termasuk wilayah Kota Negara yang merupakan ibukota kabupaten.

 

Pages