8 December 2019

Anas Urbaningrum

Kata Yusril, Anas Tak Bisa Dijerat Pasal Pencucian Uang

KONFRONTASI - Pakar Hukum, Yusril Ihza Mahendra mengatakan anggota DPR yang resmi berhenti dan mendapat keputusan presiden, tidak dapat lagi dikenakan ketentuan-ketentuan sebagaimana hukum yang berkaitan dengan penyelenggara negara. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum yang telah resmi berhenti dari jabatannya selaku anggota DPR pada 21 Agustus 2010. Sejak saat itulah, Anas sudah tidak lagi penyelenggara negara, sebagai ketentuan berlaku. 

Soal Mobil Harrier Anas, Ini Pendapat Yusril di Sidang Tipikor

KONFRONTASI - Sidang lanjutan Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini (Rabu, 3/9), menghadirkan Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Izha Mahendra. 

Terlihat jelas, pendapat Yusril mematahkan dakwaan Jaksa KPK terhadap Anas Urbaningrum. Dakwaan itu mengenai pembelian mobil Toyota Harrier berplat nomor B 15 AUD yang dibeli medio September 2009.

Menurut Yusril, seseorang yang belum dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota DPR maka tidak dapat dikenakan ketentuan-ketentuan sebagai penyelenggara negara. Seperti yang dikenakan kepada Anas Urbaningrum.

Anas: Dakwaan Jaksa KPK Ternyata Karangan Nazaruddin

KONFRONTASI - Soal adanya pengeluaran uang sebesar 25 ribu dollar Amerika Serikat dari kas Permai Group ke Politisi PKS, Fahri Hamzah, ini kata Anas Urbaningrum. "Nomor satu keterangan itu tak ada relevansinya dengan kasus saya di persidangan," kata Anas saat dikonfimasi di sela-sela sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/8/2014) malam.

Untuk diketahui, masalah pemberian uang itu tercatat dalam BAP milik Yulianis.

Yulianis Tak Kenal Anas, Nazaruddin Punya Orang Kepercayaan di KPK, Siapa Orangnya?

KONFRONTASI - Bos Permai Grup Muhammad Nazaruddin, mempunyai 'orang kepercayaan' di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kata Yulianis saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/8).

Sebelum ditangkap Yulianis mengaku ia dikejar suruhan Nazaruddin dan KPK. Ia dicari Nazaruddin karena ia memiliki dokumen list support tentang proyek-proyek kementerian yang ditangani perusahaan Nazar. Ia berencana memberikan dokumen itu pada Anas.

Yang Dikelola Yulianis Ternyata Kantong Dana Nazaruddin, Bukan Anas

KONFRONTASI - Saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (14/8) malam, Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis membantah isi surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap terdakwa Anas Urbaningrum. Yulianis mengatakan isi surat dakwaan yang menyatakan dirinya mengelola kantong dana Anas adalah tidak benar.

"Itu yang saya keberatan oleh pak JPU. Saya dibilang kelola kantong-kantong dana pak Anas," kata Yulianis dalam sidang, Kamis (14/8) malam.

Sebut Nama Anas Denda 1 Milyar

KONFRONTASI - Saat menjadi saksi untuk terdakwa Anas Urbaningrum dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 14 Agustus 2014, Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang, mengungkapkan bahwa dia dilarang untuk menyebut nama Anas Urbaningrum ketika melakukan lobi untuk mendapatkan sebuah proyek.

Awalnya, Jaksa KPK, Ahmad Burhanuddin, menanyakan mengenai alasan Rosa dilarang untuk menyebut nama Anas. Rosa kemudian menjawab bahwa hal tersebut diperintahkan oleh bosnya, yakni Muhammad Nazaruddin.

 

Sidang Hambalang, Nazaruddin Bersaksi untuk Anas

KONFRONTASI - Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, (14/8) kembali menggelar sidang korupsi kasus Hambalang dengan terdakwa Mantan Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan bekas Bendum Demokrat Muhammad Nazaruddin sebagai saksi.

Sementara itu Anas yang telah tiba di pengadilan mengaku tidak menyiapkan pertanyaan khusus kepada Nazaruddin dalam persidangan nanti. Meski selama ini suami Neneng Sri Wahyuni itu kerap 'menyerang' Anas dalam berbagai kesempatan.

Anas Mengaku Sudah Tahu Pemenang Pilpres

KONFRONTASI-Mendekam dalam bilik tahanan tak membuat mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum ketinggalan informasi, termasuk kabar terkini tentang perpolitikan nasional. Terdakwa perkara korupsi terkait Hambalang itu pun mengaku sidah tahu tentang pemenang pemilu presiden (pilpres) yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli nanti.

Sebagai Partai Keluarga, Masa Depan Demokrat Ditentukan Selera Politik SBY

KONFRONTASI - Anas Urbaningrum mengatakan Partai Demokrat sudah berubah menjadi partai keluarga pasca-KLB (Kongres Luar Biasa) di Bali. "Demokrat ini kan partai yang pasca-KLB (Kongres Luar Biasa) di Bali adalah partai yang makin menjadi partai keluarga, kan," kata Anas ketika ditanya mengenai sikap Demokrat yang dinilai abu-abu atau terkesan tidak memihak pada koalisi yang dibentuk calon presiden (capres) Prabowo ataupun Joko Widodo (Jokowi).

Pages